Senin, 19 Mei 2014
PEMBENTUKAN KOLONI DI AMERIKA
BAB 1
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Kapten John Smith menempati kedudukan yang kokoh dalam sejarah Amerika sebagai pemimpin yang ketegasan serta keberaniannya telah menyelamatkan koloni inggris, Virginia , dari bencana pada tahun 1608 . akan tetapi, kerjanya sebagai penjelajah dan ahli ilmu bumi agaknya tidak terlalu dikenal.peta yang mencantumkan gambarnya di sudut , terukir di London dari catatan serta pengamatannya pada tahun 1614 tatkala melakukan penjelajahan ke suatu daerah yang dinamakannya (New England) tersebut meliputi keenam negara bagian timur laut amerika serikat. Kaum peziaran memegang salinan peta ini diatas kapal MayFlower pada tahun 1620 ketika mereka mendarat di Plymouth. “Cape James”nya smith sekarang bernama Cape Cod.
Sejarah awal amerika serikat adalah sejarah kolonial inggris di daerah baru amerika utara yang dibanjiri para pendatang dari kepulauan inggris dan irlandia. Pada permulaan tahun-tahun 1600an terjadi gelombang perpindahan bagi mereka yang ingin menemukan kehidupan baru yang lebih baik , di tanah yang baru pula dengan segala harapan yang ada dalam benak mereka. para imigran pertama dari inggris ke tempat yang kini bernama amerika serikat itu menyebrangi samudera atlantik, lama sesudah koloni-koloni spanyol yang makmur didirikan di meksiko, hindia barat, dan amerika selatan. Sebagaimana semua perantau ke dunia baru , mereka menyebarang dengan kapal-kapal kecil yang penuh sesak. Selama perjalanan berlangsung enam sampai dua belas minggu, mereka hidup dengan penjatahan makanan yang sangat tipis. Banyak diantra mereka yang meninggal karena sakit. Sering pula terjadi kapal dihempaskan oleh topan dan beberapa diantaranya karam di laut.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Negara mana sajakah yang menjajah Amerika hingga membentuk koloni di Amerika ? Jelaskan !
2. Jelaskan mengenai pembentukan ke-13 Koloni di Amerika !
3. Bagaimanakah Integrasi Politik dan Otonomi Amerika pada masa Kolonial ?
1.3 PEMBAHASAN MASALAH
1. Untuk mengetahui Negara-negara yang menjajah Amerika hingga membentuk koloni di Amerika.
2. Untuk memahami dan mengerti mengenai pembentukan ke-13 Koloni di Amerika.
3. Untuk memahami Integrasi Politik dan Otonomi Amerika pada masa Kolonial.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 ZAMAN KOLONIAL DI AMERIKA
Setelah periode penjelajahan yang dilakukan oleh negara-negara besar di Eropa, permukiman pertama didirikan pada 1607. Orang Eropa membawa kuda, sapi, dan babi ke benua Amerika, dan membawa jagung, kalkun, kentang, kacang, tembakau, dan labu ke Eropa. Lingkungan berpenyakit terbukti mematikan bagi banyak penjelajah dan para pemukim awal menderita penyakit-penyakit baru. Dampak penyakit baru bahkan lebih buruk bagi penduduk asli Amerika, terutama penyakit cacar dan campak. Banyak sekali penduduk asli yang meninggal, biasanya sebelum permukiman Eropa berskala besar dimulai.
2.2 KOLONISASI SPANYOL, BELANDA, DAN PRANCIS
Para penjelajah Spanyol adalah orang Eropa pertama yang tiba di benua Amerika, melalui ekspedisi kedua Christopher Columbus, yang mencapai Puerto Rico pada 19 November 1493; yang lainnya mencapai Florida pada 1513. Dengan cepat ekspedisi Spanyol mencapai Pegunungan Appalachia, Sungai Mississippi, Grand Canyon, dan Great Plains. Pada 1540, Hernando de Soto melakukan penjelajahan besar-besaran ke kawasan Tenggara. Selain itu, pada tahun yang sama Francisco Vázquez de Coronado menjelajahi Arizona hingga Kansas tengah. Spanyol mengirim beberapa pemukim, mendirikan permukiman Eropa permanen pertama di Amerika Serikat di St. Augustine, Florida pada 1565, namun hanya sedikit yang menetap permanen di sana. Permukiman Spanyol yang tumbuh menjadi kota-kota penting antara lain Santa Fe, Albuquerque, San Antonio,Tucson, San Diego, Los Angeles , Santa Barbara dan San Francisco.
Klaim teritorial Eropa di Amerika Utara, sek. 1750 Prancis Kerajaan Britania Raya Spanyol New Netherland adalah koloni Belanda abad ke-17 yang berpusat di New York City modern dan Lembah Sungai Hudson, di mana mereka berdagang dengan suku Indian di utara dan menahan perluasan Yankee dari New England. Orang Belanda adalah para Kalvinis yang mendirikan Gereja Reformasi di Amerika, namun mereka toleran terhadap agama dan kebudayaan lainnya. Koloni ini direbut Inggris pada 1644 dan meninggalkan warisan yang bertahan lama dalam kehidupan budaya dan politik Amerika, termasuk keterbukaan pikiran dan pragmatisme perdagangan di kota, suatu tradisionalisme rural di pedesaan yang dicirikan oleh kisah Rip Van Winkle, serta politisi seperti Martin Van Buren, Theodore Roosevelt, Franklin D. Roosevelt dan Eleanor Roosevelt.
New France adalah daerah yang dikolonisasi oleh Prancis sejak 1534 hngga 1763. Ada sedikit pemukim permanen di luar Quebec dan Acadia, namun Konfederasi Wabanakimenjadi sekutu militer New France melalui empat Peperangan Prancis dan Indian melawan koloni-koloni Inggris yang bersekutu dengan Konfederasi Iroquois. Selama Perang Prancis dan Indian, New England berperang dengan sukses melawan Acadia dan Inggris memindahkan orang Acadia dari Acadia (Nova Scotia) lalu menggantinya dengan para Petani New England. Pada akhirnya, beberapa orang Acadia bermukim kembali di Louisiana, di mana mereka mengembangkan kebudayaan pedesaan Cajun yang unik dan masih ada hingga kini. Mereka menjadi warga negara Amerika Serikat pada 1803 melaluiPembelian Louisiana. Desa-desa Prancis lainnya di sepanjang sungai Mississippi danIllinois direbut ketika orang Amerika Serikat mulai berdatangan setelah 1770.
2.3 KOLONISASI INGGRIS DI BENUA AMERIKA
Kapal Mayflower membawa Pilgrim Fathers ke Amerika.
Pembantaian para pemukim Jamestown pada 1622. Dengan cepat para kolonis di Selatan memusuhi semua suku India
Pusat permukiman permanen Inggris yang pertama di Amerika adalah sebuah pos perdagangan yang didirikan di Jamestown pada tahun 1607 dalam Domini Lama Virginia. Daerah ini segera mengembangkan perekonomiannya yang kaya dari hasil tembakaunya ( tembakau Virginia ) dengan pemasaran yang telah siap menanpung di Inggris.
Ketika para wanita di Inggris dikerahkan untuk kawin mendirikan rumah tangga pada tahun 1620, perkebunan besar sudah bermunculan disepanjang Jamestown yang penduduknya telah bertambah 1000 orang pemukim. Inggris membentuk segugus peraturan bersama yang kemudian setelah kemerdekaan Inggris tercapai menjadi suatu Federasi,
Lahan di sepanjang pesisir timur ditempati terutama oleh kolonis Inggris pada abad ke-17, bersama sejumlah kecil orang Belanda dan Swedia. Amerika Kolonial dicirikan oleh amat kurangnya tenaga kerja yang parah sehingga diberlakukan bentuk kerja paksa sepertiperbudakan dan kerja wajib, serta oleh kebijakan Inggris berupa pengabaian ramah (pengabaian salut) yang mengizinkan perkembangan semangat Amerika terpisah dari para pendiri Eropanya. Lebih dari separuh imigran Eropa datang ke Amerika Kolonial sebagai pekerja paksa.
Bangsa Inggris mencoba mendirikan permukiman di Pulau Roanoke tahun 1585, tetapi tidak berlangsung lama. Pada tahun 1607, permukiman Inggris pertama yang dapat bertahan berdiri di Sungai James di Jamestown, Virginia, yang memulai Perbatasan Amerika. Permukiman ini didirikan oleh John Smith, John Rolfe, dan orang-orang Inggris lainnya yang tertarik dengan kekayaan dan petualangan. Koloni ini hampir gagal bertahan dan mengalami kesusahan selama puluhan tahun karena penyakit dan kelaparan, hingga akhirnya mengalami keberhasilan setelah adanya gelombang baru pemukim tiba pada akhir abad ke-17 yang mendirikan pertanian komersial berbasis tembakau. Antara akhir 1610-an dan Revolusi, Inggris mengirimkan sekitar 50.000 narapidana ke koloni di Amerika. Satu contoh konflik yang parah adalah pemberontakan Powhatan 1622 di Virginia , di mana suku Indian membunuh ratusan pemukim Inggris. Konflik terbesar antara suku Indian dan pemukim Inggris pada abad ke-17 adalah Perang Raja Phillip di New England. Perang Yamasee di Carolina Selatan juga menghasilkan banyak korban.
New England pada awalnya dihuni oleh orang Puritan yang mendirikan Koloni Teluk Massachusetts pada 1630, meskipun sudah ada ada satu permukiman kecil pada 1620 oleh sekelompok orang Inggris yang dijuluki Pilgrim Fathers (orang yang melarikan diri karena berselisih paham dengan gereja) di Koloni Plymouth. Alih-alih menemukan emas, Pilgrims dan Puritan lebih tertarik untuk membuat masyarakat yang lebih baik, yang mereka juluki "kota di sebuah bukit. Roger Williams, yang ditendang keluar dari Massachusetts, mendirikan koloni di Rhode Island tahun 1636. Koloni Tengah, terdiri atas negara bagian New York, New Jersey,Pennsylvania, dan Delaware modern, dicirikan oleh tingkat keragaman yang tinggi. Upaya pertama untuk mendirikan permukiman Inggris di selatan Virginia adalah Provinsi Carolina. Sementara koloni yang terakhir berdiri di antara Tiga Belas Koloni adalah Koloni Georgia yang berdiri pada 1733.
Perkembangan koloni merupakan hal yang buruk bagi penduduk asli Amerika. Mereka kehilangan negeri mereka, dan banyak dari antara mereka yang meninggal akibat variola, penyakit yang dibawa bangsa Eropa ke Amerika.
Koloni memiliki ciri berupa keragaman keagamaan, dengan banyaknya Kongresionalis di New England, Reformasi Jerman dan Belanda di Koloni Tengah, Katolik di Maryland, dan Prebisterian Skotlandia Irlandia di perbatasan. Banyak pejabat kerajaan dan pedagang adalah penganut Anglikan.
Pada awal tahun 1700-an, relijiusitas amat meluas melalui kemunculan suatu gerakan keagamaan yang disebut Gerakan Kebangunan Rohani Pertama, yang dipimpin oleh pengkotbah seperti Jonathan Edwards. Gerakan Kebangunan merupakan salah satu peristiwa pertama dalam sejarah Amerika yang merupakan "pergerakan besar", atau sesuatu yang melibatkan banyak orang Amerika. Gerakan Kebangunan Rohani, bersama dengan Penghukuman Penyihir Salem, merupakan tanggapan atas situasi Amerika saat itu, dan mungkin memengaruhi pemikiran yang digunakan dalam Revolusi Amerika. Evangelis Amerika yang terpengaruh Kebangunan menambahkan penekanan baru dalam pencurahan ilahi dari Roh Kudus dan konversi yang mengajarkan kepada para penganut baru cinta intens pada Tuhan. Kebangkitan itu mengemas keunggulan itu dan memajukan evangelikalisme yang baru dibentuk menjadi republik awal, memberi tempat bagi Gerakan Kebangunan Rohani Kedua, yang dimulai pada akhir 1790-an.
2.4 13 KOLONI INGGRIS DI AMERIKA
Inggris di benua Amerika bagian utara memiliki 13 koloni yang berada disepanjang pantai Timur samudera Atlantik. Ke-13 koloni tersebut adalah: Virginia (1607), New Hamshire (1629), Massachusetts (1629),Maryland (1632), Delaware (1632), Connecticut (1662), Rhode Island (1663), New York (1664), New Jersey (1664), Pensylvania (1681), Carolina Utara (1729), Georgia (1732). Pada tahun 1733, terdapat tiga belas koloni. Koloni-koloni ini biasanya dikelompokan menjadi New England (New Hampshire,Massachusetts, Rhode Island dan Connecticut), koloni-koloni Tengah (New York, New Jersey, Pennsylvania, Delaware), dan Selatan (Maryland, Virginia, Carolina Utara, Carolina Selatan, dan Georgia). New England memiliki peternakan-peternakan kecil, dan lebih bertumpu pada perikanan, perkapalan, dan industri-industri kecil. Koloni Selatan memiliki perkebunan tembakau dan kapas. Kebun-kebun ini awalnya digarap oleh pekerja yang bersedia bekerja beberapa tahun dengan upah pintu masuk ke Amerika dan tanah, lalu oleh budak. Koloni tengah memiliki peternakan berukuran kecil, dan dikenal memiliki budaya dan kepercayaan yang beragam.
Sebuah segi yang mencolok dalam sebuah tahap perkembangan kolonial adalah langkahnya pengaruh kontrol yang dijalankan oleh pemerintah Inggris. Pemerintah Inggris tidak secara langsung ikut serta dalam pendirian koloni yang manapun kecuali Georgia dan secara berangsur saja ia ingin mengambil bagian dalam pengarahan politik mereka.
Daerah koloni Inggris di Amerika Serikat lambat laun menjadi daerah yang maju, baik dibidang sosial maupun ekonomi yang menimbulkan hasrat masyarakat untuk ikut serta dalam kehidupan politik.mulai tahun 1651 pemerintah Inggris sekali-sekali mengeluarkan peraturan-peraturan yang berkenaan dengan segi-segi tertentu dalam kehidupan ekonomi kolonial yang sebagian baik untuk Amerika, tetapi pada umumnya menguntungkan Inggris.
Masing-masing koloni mencerminkan asal-usul yang beragam dan beberapa di antara koloni tersebut merupakan pertumbuhan dari koloni yang telah ada sebelumnya, misal Rhode Island dan Connecticut didirikan oleh rakyat Massachusetts yaitu sebagai koloni induk dari seluruh wilayah New England. Koloni Georgia didirikan atas dasar kebijakan dan pertimbangan praktis Raja James Edward Oglethorpe untuk membebaskan para tahanan penun ggak utang dari penjara inggris dan mengirim mereka ke Amerika guna mendirikan koloni yang akan dijadikan sebagai benteng penyangga para kolonis Spanyol di Florida. Koloni New Netherland pada 1621 didirikan oleh orang-orang Belanda, kemudian dikuasai Inggris dan dikuasai Inggris dan diganti namanya menjadi New York.
Koloni-kolini yang berada di daerah selatan mengembangkan sektor pertanian seperti yang dilakukan para koloni di Virginia, Maryland, Carolina, maupun Georgia. Koloni pertama Inggris dibenua Amerika adalah Jamestown pada 1607 upaya tersebut dimulai ketika sekelompok pedagang dan penanam modal dari London, plymouth, Bristol, dan para pengusaha dari kota-kota lain di Inggris Barat mengajukan permohonan ke pemerintah kerajaan Inggris agar mereka diberi izin pengangkutan kedaerah koloni.
London Company dibenua yang baru mengembangkan koloni Virginia, kemudian mengubah nama menjadi Virginia Company. London Company mendirikan koloni Carolina sedangkan Plymouth Company mendirikan koloni New England. Meskipun di daerah yang baru para koloni tidak memperoleh pemerintahan otonom, mereka merasa senang karena hak-hak yang dimilikinya ditanah yang baru sama seperti hak-hak yang dimiliki seperti halnya di tanah airnya di Inggris. Perkumpulan dagang tersebut berkuasa mengatur ekonomi di tanah koloni dan para penduduknya harus bekerja keras untuk perkumpulan dagang tersebut.
London Company melakukan ekspedisi ke Chesapaeke Bay di bawah pimpinan Christopher Newport dengan membawa tiga buah kapal beserta 104 imigran pada 26 april 1607. Beberapa hari kemudian ekspedisi tiba di daerah pantai utara dari James River. Hampir semua pengikut ekspedisi tersebut adalah kaum aristokrat yang menginginkan pencarian emas ditanah koloni. Namun, mereka didaerah tersebut tidak menemukan emas seperti yang dialami para kolonis spanyol sebelumnya yang banyak menemukan emas di Amerika bagian selatan. Di dalam ekspedisi kedua, Christpher Newport membawa beberapa imigran termasuk kapten John Smith dalam trayek yang sama. Berhubung tidak menemukan emas, para kolonis mencoba mengembangkan usaha yang lain seperti dalam upaya mencari sumber daya hutan atau bertani sayur-mayur. Pada hari-hari pertama kongsi dagang tersebut bernafsu untuk mendapatkan keuntungan yang cepat dengan menuntut agar para kolonis yang dibawanya memusatkan usaha untuk mendapatkan kayu dan berbagai hasil hutan yang lainnya untuk dijual dipasar London dan tidak membiarkan mereka menanam palawija guna mencukupi keperluan hidup mereka. Setelah beberapa tahun lamanya, kongsi dagang tersebut belum menghasilkan sesuatu yang berarti. Akhirnya kapten John Smith yang dipercaya untuk memimpin kongsi tersebut untuk membagikan tanah kepada para kolonis untuk ditanami tembakau. Pada 1612 John Rolfe mengunjungi Virginia dan mengawini seseorang perempuan Indian, mulai melakukan percobaan menanam tembakau. Dan kemudian berhasil menemukan teknik mengolah tembakau Virginia yang sesuai dengan selera eropa sehingga dapat memperkuat perekonomian para kolonis dan perusahaan yang dipimpinnya. Pengiriman tembakau yang pertama tiba di pasar London 1614 dan dalam satu dasawarsa tembakau menjadi sumber pendapatan utama koloni Virginia. Sejak 1620 para kolonis yang tinggal di Virginia sebanyak 1.000 jiwa sejak 1620 perkebunan tembakau yang besar sudah bermunculan sepanjang James River. Perekonomian Inggris Virginia sampai 1618 telah mengekspor tembakau sebanyak 20.000 pon, dan pada 1627 ekspor tembakau meningkat menjadi 500.000 pon. Tembakau juga tumbuh di Maryland. Koloni Virginia dan Maryland telah menanam secara meluas yang dikerjakan oleh budak-budak negro yang didatangkan dari Afrika, misal: perekebunan tembakau di virginia telah dikerjakan sebanyak 12.000 budak negro untuk 1708.
Virginia Company setelah kuat secara ekonomi, mulai meningkatkan kualitas hidup para koloninya seperti membangun gereja, sekolah, dan tempat penginapan. Keberhasilan tanaman tembakau di virginia membuat orang-orang inggris berbondong-bondong pergi ke Virginia untuk menanam tembakau.yaitu sebanyak 5.500 jiwa. Dari sejumlah itu, yang meninggal karena keganasan alam setempat sebanyak 4.000 jiwa. Yang kembali ke Inggris karen tidak tahan dengan keadaan alam setempat sebanyak 300 jiwa, dan sisanya sebanyak 1.200 jiwa tetap tinggal di Virginia. Oleh pemerintah kerajaan Inggris usaha Virginia Company di tanah kooni dinyatakan gagal dan tanah Virginia menjadi milik kerajaan Inggris. Untuk mengelola koloni Virginia. Pihak pemerintahan kerajaan inggris mengirim Sir William Berkeley untuk menjadi gebernur di kolonia Virginia pada 1642. Ia capat terkenal karena kebijakan ekonomi liberal dan pemberian bantuan kepada orang-orang Indian serta menyambut baik kedatangan imigran datang ke Virginia. Ia di Virginia melanjutkan kebijakkan sebelumnya, yakni membudidayakan tanaman tembakau, sehingga banyak bermunculan pengusaha-pengusaha tembakau yang sukses mendapatkan keuntungan dari hasil usahanya. Namun, dalam perkembangannya, mereka banyak mengalami kebangkrutan yang disebabkan jatuhnya harga tembakau. Kelebihan produksi, kualitas tembakau yang menurun, dan permainan para pedagang tembakau di pasar London diduga sebagai penyebab jatuhnya harga tembakau.
Daerah koloni di Virginia sering mendapt gangguan dari orang-orang Indian. Untuk menjaga dari gangguan ini. Sir Willian Barkeley mengambil kebijakan dengan memberikan tanah kepada kelompok masyarakat yang siap berperang untuk melawan orang-orang Indian yang dianggap sebagai pangacau keamanan. Ia sebenernya tidak menyetujui kebijakan tersebut. Namun mendapat tekanan dari para anggota dewan gebernur yang dipelopori Nathaniel Bacon. Diambil kebijakan pembentukan pasukan tentara untuk melawan orang-oarang indian. Ketika kriss ekonomi melanda penduduk Virginia,Maryland dan Carolina Utara, Nathaniel Bacon dan pasukan tentaranya merencanakan untuk menytukan ketiga koloni tersebut untuk menyatakan kemerdekaan dari negeri induk (pemerintahan kerajaan Inggris). Ia dan pasukannya yang diduga mendapat bantuan dari Perancis dan Belanda meghancurka pemukiman-pemukiman Indian di tiga koloni tersebut, namun pemberontakan ini mengalami kegagalan dapat dipatahkan oleh pasukan pemerintah kerajaan Inggris di tanah-tanah koloni. Hal ini berakibat para petani di tiga koloni tersebut semakin jatuh miskin sehingga banyak diantara mereka pindah ke daerah bagian barat yakni di daerah Piedmont.bahkan sebagai damapak dari pemberotakan ini, Virginia diawasi secara langsung oleh pemerintahan kerajaan Inggris.
Koloni New England adalah milik plymouth Company. Kongsi dagang ini menjalin hubungan dagang dengan orang-orang Indian, terutama perdagangan bulu binatang,kayu untuk keperluan pembuatan kapal. Pada 1621 suatu grant (dana bantuan) yang besar datang dari Council For New England unruk Plymouth Company yang harus dikembalikan pada 1629. Namun, pada saat pengabilan grant tiba, kongsi dagang ini tidak dapat mengembalikan grant tersebut karen belum memperoleh keuntungan dari usaha dagang yang dilakukan di New England. Maka Plymouth Company terpaksa menjual tanah di daerah New England untuk pemberian grant tersebut. Selama dekade 1620-an di sepanjang pantai New England didirikan pemukiman para pedagang bulu dan nelayan dan pada 1628 banyak grant diberikan kepada mereka untuk usaha diderah New Englan.antara 1620-1640 terjadi migrasi besar-besaran. Lebih dari 60.000 orang telah meninggalkan Inggris. Terutama untuk pergi ke pulau Karibia,Virginia dan New England. Hal yang mendorong migrasi besar-besaran ini karena depresi ekonomi penyebab utamanya adalah kegagalan panen.
Banyak kaum puritan tiba di daerah New England terutama di daerah teluk Massachusets. Daerah ini sebernarnya bukan dimaksudkan pada daerah politik atau toleransi agama, melainkan didirikan oleh dana kaum puritan. Sementara itu orang-orang bukan kaum puritan boleh tinggal diderah ini, asal mereka hidup sederhana dan tidak mengkritik pemerintahan kaum puritan. Teluk massachhusets yang sebagain besar penduduknya orang Inggris dikehendaki sebagai the city of God (kota tuhan) dengan pemerintahan yang dipimpin oleh gebernur dengan dibantu 18 asisten dan dewan umum yang dihimpun dari para pemegang saham yang termasuk juga ke-18 asisten dan Dewan Umum serta Gebernur.
Antara 1643-1684 terbentuk New England Confederation yang terdiri dari empat koloni yaitu: Massachusetts, plymouth, Connecticut, dan New Heaven dan mereka saling melindungi dalam konfederasi itu. Konfederasi dibentuk setelah perang dengan orang-orang Indian (1636-1637) dari lembah Connecticut. Kota-kota di Indian dibakar dan ribuan Indian dibunuh. Hanya pada 1691 Massachusetts dibawah pengawasan langsung dari kerajaan Inggris sebagai “the royal coloni” di bawah pimpinan seorang gebernur yang diangkat oleg raja Inggris. Didalam menjalankan pemerintahannya, gebernur dibantu oleh suatu dewan yang terdiri dari para pemegang saham, bukan orang-orang gereja. demikianlah
Pemukiman di daerah middle colonies besar di diami oleh orang orang belanda. Pada mulanya orang orang belanda kurang tertarik pada pemukiman di middle colonies dan mereka lebih tertarik perdaganag di sepantai amerika utara dengan orang orang indian. Pada 1609 seorang inggris bernama henry hudson yang bekerja perusahaan pelayaran dan perdagangan the dutch east india company berlayar ke pelabuhan new york dengan kapalnya yang bernama half-mean melintasi pulau yang dikenal dengan nama indian sebagai mahatan, artinya suatu pulau tempat kita selalu mendapat air. Kemudian nama new netherland di berikan pada daerah ini dan 1614 di daerah ini telah didirikan pos dagang. Pada 1621 the west indian company telah mengadakan pelayaran ke daerah middle colonies dan segera mendirikan kota new amsterdam di pulau manhatam. Dua puluh tahun kemudian jumlah pendudukan di new amsterdam hanya 400 jiwa dengan menggunakan 18 macam bahasa. Pada akahir kekuasaan belanda di daerah ini jumlah penduduk nya sudah meningkat menjadai 8.000 jiwa yang sebagaian besar orang belanda, terutama sesudah 1664.
Tanah koloni belanda yang dinamakan new netherlandan, setelah perang inggris belanda (anglo dutch war) yang berlangsung hingga tiga kali dan berakhir 1674 untuk kemenangan inggris. New netherland sudah jatuh ke tangan inggris yang kemudian di namakan new york. Ke kuasaan inggris di tanah koloni belanda tetap disambut baik oleh orang orang belanda. Kebebasaan ber agama tetap di jalankan, bahkan di daerah koloni new york karena terjalin hubungan baik antara orang orang inggris dan belanda. Timbul golongan aristokrasi yaitu aristokrasi anglo- dutch yang baru yang mendasarkan atas kepemilikan tanah. Koloni new york segera menjadi kota penting. Hal ini di karenakan duke law’s suatu undang undang yang mengatur monopoli perdagangan ekspor dan impor yang melalui new york.
Daerah koloni d middle memiliki tingkat kesuburan tanah yang baik sehingga menjadi daerah pertanian yang kemudian di kenal sebagai the bread colonies. Daerah middle colonies telah meng ekspor gandum, sapi, dan babi. Ekspor bahan makanan tersebut di lakukan melalaui pelabuhan new york dan philadelphia, sehingga kedua pelabuhan tersebut memiliki basis perekonomian baik untuk pembentukan firma. Pemerintahan lokal di daerah middle colonies mempunyai pembagian administratif yang baik antara pemerintah kota dan pemerintah desa.
Beberapa negara di eropa barat yang mengadakan kolonialisai di amerika berusaha untuk memperoleh kekayaan sebesar besarnya dengan memerintahkan para kolonis untuk menyediakaan untuk menyediakaan berbagai barang komoditas yang di perlakukan di pasar eropa. Kemudian ditukar dengan barang barang produksi dari negara induk. Para kolonis menjual barang barang hasil produksinya ke negeri induk dan tidak diizinkan mendai negara lain. Kemudian juga untuk semua barang negeri induk mendapat bea cukai.
Pada 1619 proses pemindahaan kebudayaan eropa dari inggris ke amerika berjalan baik. Koya kota menjadi pelabuhan ekspor dan impor yang di lengkapi dengan sekolah sekolah, percetakaan, dan berkembangnya kaum aristokrat yang bebas. Pendidikan tampak berkembang sangat baik di daerah koloni new england dengan di tandai berdirinya harvard college pada 1636 di massachusetts, kemudian menyusul college of william and marry didirikan di virginia pada 1693, amrican philosopical society pada 1743
Koloni-koloni yang ada di selatan ladang dan perkebunan yang saling terpisah jauh sehingga pembangunan gedung-gedung sekolah yang terpesat seperti yang terdapat di daerah-daerah pemukiman di utara tidak mungkin bisa dibangun di daerah-daerah ini.sementara itu di daerah middle colonies situasinya berbeda,di daerah ini berhubung para orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaanya,kebutuhan sekolah kurang diperhatian bagi para anak-anak sehingga pendidikan di koloni new york jauh ketinggalan .di kolnial pennsylvania pada 1683 diajarkan ilmu membaca,menulis,dan tata buku setelah itu setiap kelompok masyarakat quaker menyelenggarakan pendidikan dasar bagi anak-anak mereka.sedangkan di friends public school (philadepia) di ajrkan bahasa-bahasa klasik,sejarah,dan kesusateraan.di koloni ini pendidikan gratis bagi anak-anak yang kurang mampu (miskin),sedangkan bagi orang tuanya mampu mereka diwajibkan membayar uang sekolah.
perkembangan intelektual dan kultural di koloni pennsylvania mencerminkan dua pribadi yang tangkas,yaitu james logan dan benjamin franklin.james logan yang menjabat sebagai sekertaris koloni pada 1745 membangun sebuah gedung perpustakaan guna menyimpan koleksinya dan gedung buku-buku koleksinya disumbangkan kepada kota itu.sedangkan benjamin franklin membentuk sebuah perkumpulan yang dikal dengan juanto yang merupakan benih dari america philosophical society, usahanya yang merintis ke arah pendirian akademi umum yang kemudian berkembang menjadi university of pennsylvania,ia juga dikenal sebagai perintis dalam pendidikan perpustakaan berlangganan yang dinamakan sebagai induk perpustakaan berlangganan di amerika utara.
Di koloni-koloni daerah selatan,berjilid-jilid buku sejarah karya yunani klasik dan latin,ilmu pengetahuan,dan hukum banyak dipinjamkan dari satu perkebunan ke perkebunan lain,charleston,carolina selatan merupakan pusat pendidikan seni musik,seni lukis,dan seni drama.mendirikan perpustakaan kecilyang terus menginpor buku dari london,para penjual buku di boston telah menjalankan usahanya dengan laris dengan karya-karya sastra klasik,sejarah,politik,filsafat,ilmu pengetahuan,teknologi,maupun esai-esai.
Sementara itu,hasil karya sastra daerah koloni masih terbatas pada koloni di new england,di koloni ini perhatian di pesatkan pada subjek yang berpautan dengan agama,seorang pendeta yang mendapat julukan “api neraka” yang bernama catton mather telah menulis 400 karya dan salah satu karya monumentalnya adalah magnolia christi americana yang sangat laris sehingga memerlukan cetak ulang di london.
Para kolonis semasa zaman kolonial juga menembangkan pers.pada 1704 telah terbit surat kabar boston dan sejak itu bermunculan surat kabar-surat kabar yang diterbitkan tidak terbatas di new england,tetapi juga di daerah-daerah lainnya.kebebasan pers di new york mendapat perhatian serius oleh masyarakat pada tahun 1733 seperti tampak pada surat kabar new york weklly journal yang mulai terbit pada tahun 1733,dan dua tahun kemudian pers di amerika benar-benar mendapatkan prinsip kebebasab bagi para journal pers.
Sisi mencolok dalam pemerintahan kolonial inggris di amerika adalah langkanya pengaruh kontrol yang dijalankan oleh pemerintah inggris.dalam tahap awal masa pertumbuhan hingga sampai suatu batas masa perkembangan koloni-koloni yang semakin meluas,pemerintah kerajaan inggris tidak ikut serta secara langsung dalam pendirian koloni yang manapun, kecuali georgia dan secara berangsur (insedental) saja ambil bagian dalam memberikan pengaruh-pengaruh politik di koloni-koloni.secara faktual,raja menyerahkan kedaulatan langsung atas pusat-pusat pemukiman di koloni-koloni pada kongsi-kongsi dagang dan pemegang hak,tentu saja belum berarti bahwa para kolonis di amerika harus dari pengawasan luar.pada 1618 virginia company mengeluarkan instruksi kepada gubernur yang ditunjukan yang menyatakan agar para penduduk koloni bebas memilih para wakil mereka untuk bersama-sama dengan gubernur dansuatu dewan yang diangkat,membentuk peraturan-peraturan guna kesejahteraan penduduk di koloni.ini ternyatamerupakan salah satu kejadian yang paling berjangkau jauh dalam seluruh zaman pemerintah kolonial.semenjak itu telah diterima secara umum bahwa para kaum koloni memiliki hak untuk ikut serta dalam pemerintahan mereka sendiri.
Sementara itu awal berdirinya koloni di New York dan Georgia melewatkan prosedur seperti yang ditempuh oleh Koloni Virginia, Pennsylvania, Carolina, dan koloni-koloni lainnya. Awal berdirinya koloni New York berasal dari Raja Inggris, Charles II memberikan koloni New York kepada saudaranya yang bernama Duke Of York yang kemudian menjadi raja James II. Demikian juga koloni Gerogia diberikan Raja Inggris, James II kepada “pengurus”. Namun, pada kedua koloni tersebut, syarat-syarat pemerintahan berumur pendek, karena penduduk koloni menuntut perwakilan dalam pembuatan peraturan dengan begitu gigihnya, sehingga para pengusaha segera mengabulkannya.
Hak kaum kolonis untuk mendapatkan perwakilan di dewan legislative itu pada mulanya tidak begitu besar artinya. Namun, pada akhirnya merupakan batu loncatan menuju dominasi penuh kaum kolonis melalui badan-badan perwakilan terlebih dahulu merebut dan kemudian menggunakan hak control atas persoalan keuangan.
Di dalam koloni New England selama bertahun-tahun terdapat pemerintahan sendiri yang lebih sempurna daripada di koloni lainnya. Di dalam koloninya sendiri yaitu Plymouth, mereka sama sekali berada di luar wilayah hukum pemerintah. Mereka di atas kapal Mayflower memutuskan untuk mendirikan organisasi politik mereka sendiri dengan menciptakan suatu garis pedoman pemerintahan yang dinamakan “Mayflower Compact” untuk mempersatukan mereka dalam suatu wadah politik sipil demi ketertiban serta kelangsungan hidup mereka. Akhirnya, pihak perusahaan mengalah dan control pemerintahan beralh ke tangan wakil-wakil yang dipilih. Koloni-koloni New England berikutnya yakni New Habven, Rhode Island dan Connecticut dengan menyatakan bahwa mereka sama sekali berada di luar jangkauan kekuasaan peemrintahan, dan dengan mendirikan sistem politick sendiri mencontoh kaum peziarah di Plymouth, juga mendapat pemerintahannya sendiri.
Selanjutnya semua Koloni New England idtempatkan di bawah pengawasan Raja Inggris dengan kekuasaan penuh yang dipegang oleh Gubernur yang diangkat. Rhode Island dan Connecticut pada waktu itu juga sudah mencakup koloni New Heaven, berhasil menegakkan kembali secara permanen kedudukan mereka yang merdeka. Seperti halnya koloni lainnya, “bagian” ini lambat laun semakin mengembang atau bagian tersebut semakin dominan dengan dapat melakukan pemanfaatan efektif atas control keuangan. Walaupun demikian, para gubernur masih terus diwajibkan untuk memaksakan pelaksanaan kebijaksanaan yang sesuai dengan kepentingan Inggris pada keseluruhannya, dan dean penasihat Raja Inggris tetap menjalankan haknya untuk meninjau kembali pembuatan peraturan di koloni-koloni.
2.5 INTEGRASI POLITIK DAN OTONOMI
Ketigabelas koloni tersebut terikat dengan "ekonomi Atlantik", yang meliputi penggunaan kapal untuk perdagangan budak, tembakau,rum, gula, emas, rempah-rempah, ikan, kayu, dan barang hasil produksi, antara Amerika, Hindia Barat, Eropa, dan Afrika. New York, Philadelphia, Boston, dan Charleston merupakan kota dan pelabuhan utama pada masa itu.
Bersatu, atau Mati, kartun politik tahun 1756 karya Benjamin Franklin yang mendorong koloni-koloni untuk bersatu selama Perang Prancis dan India.
Dari tahun 1754 hingga 1763, Inggris dan Perancis terlibat dalam perang yang disebutPerang Tujuh Tahun. Inggris berhasil memenangkan perang. Perancis menyerahkan koloninya di Kanada kepada Inggris, dan menyerahkan Louisiana ke Spanyol; Spanyol menyerahkan Florida kepada Inggris. Perang ini adalah titik balik dalam perkembangan politik koloni. Pengaruh para pesaing utama Tahta inggris di koloni dan kanada, Prancis dan suku Indian Amerika Utara, amat berkurang. Selain itu, upaya perang berakibat pada integrasi politik koloni yang lebih besar, seperti ditunjukkan dalam Kongres Albany dan disimbolkan oleh seruan Benjamin Franklin supaya semua koloni "Bersatu atau Mati."
Menyusul penguasaan Inggris atas wilayah Prancis di Amerika Utara, Raja George IIImengeluarkan Proklamasi Kerajaan 1763, yang menyatakan bahwa orang yang tinggal di tiga belas koloni tidak dapat menetap di sebelah barat Pegunungan Appalachia. Tujuan dari proklamasi ini adalah untuk mengorganisir kekaisaran Amerika Utara baru dan melindungi suku Indian dari perluasan kolonial ke kawasan barat. Pada masa selanjutnya, terjadi ketegangan antara para kolonis dengan Kerajaan. Parlemen Inggris mengeluarkanUndang-Undang Materai 1765, menerapkan pajak terhadap koloni tanpa melalui legislatif kolonial. Pajak-pajak tamaban juga ditetapkan melalui Undang-Undang Gula (1764), Undang-Undang Perangko (1765), Undang-Undang Townsend (1767), dan Undang-Undang Teh(1773).Para kolonis melakukan protes karena tidak memiliki perwakilan di Parlemen Inggris dan merasa bahwa mereka tidak memperoleh hak-hak mereka. Mereka mengeluarkan seruan "Tolak pajak tanpa perwakilan rakyat," yang berarti mereka meminta agar mereka memiliki suara di Parlemen Britania. Mereka terus menolak membayar pajak seiring ketegangan yang semakin meningkat pada akhir 1760-an dan awal 1770-an.
Pesta Teh Boston pada 1773 adalah aksi langsung oleh para aktivis di kota Boston untuk memprotes pajak baru untuk teh. Para kolonis di Boston membuang ratusan kotak berisi teh dari kapal di Pelabuhan Boston, sebagai tanggapan terhadap Undang-Undang Teh. Parlemen merespon cepat setahun kemudian. Pasukan Inggris mengambil alih Boston, serta mengeluarkan Undang-Undang Paksaan, yang mencabut hak pemerintahan mandiri Massachusetts dan menempatkan wilayah itu di bawah kekuasaan pasukan. Tindakan ini memicu kemarahan dan perlawanan di semua koloni. Para pemimpin patriot dari tiga belas koloni mengadakan Kongres Kontinental Pertama untuk mengkoordinasikan perlawanan mereka terhadap Undang-Undang Paksaan. Tokoh-tokoh penting dalam kongres tersebut adalah Benjamin Franklin, John Adams, Thomas Jefferson, John Hancock, Roger Sherman, dan John Jay. Kongres menyerukan boikot terhadap perdagangan Inggris, menerbitkan daftar hak dan keluhan, serta mempetisi raja untuk mengatasi semua keluhan itu. Semua tindakan ini tidak terlalu berpengaruh, sehingga Kongres Kontinental Kedua pun digelar pada 1775 untuk mengorganisir pertahanan koloni melawan Pasukan Inggris.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Sejarah awal amerika serikat adalah sejarah kolonial inggris di daerah baru amerika utara yang dibanjiri para pendatang dari kepulauan inggris dan irlandia. Pada permulaan tahun-tahun 1600an terjadi gelombang perpindahan bagi mereka yang ingin menemukan kehidupan baru yang lebih baik , di tanah yang baru pula dengan segala harapan yang ada dalam benak mereka. para imigran pertama dari inggris ke tempat yang kini bernama amerika serikat itu menyebrangi samudera atlantik, lama sesudah koloni-koloni spanyol yang makmur didirikan di meksiko, hindia barat, dan amerika selatan. Sebagaimana semua perantau ke dunia baru , mereka menyebarang dengan kapal-kapal kecil yang penuh sesak. Selama perjalanan berlangsung enam sampai dua belas minggu, mereka hidup dengan penjatahan makanan yang sangat tipis. Banyak diantra mereka yang meninggal karena sakit. Sering pula terjadi kapal dihempaskan oleh topan dan beberapa diantaranya karam di laut.
Setelah periode penjelajahan yang dilakukan oleh negara-negara besar di Eropa, permukiman pertama didirikan pada 1607. Orang Eropa membawa kuda, sapi, dan babi ke benua Amerika, dan membawa jagung, kalkun, kentang, kacang, tembakau, dan labu ke Eropa. Lingkungan berpenyakit terbukti mematikan bagi banyak penjelajah dan para pemukim awal menderita penyakit-penyakit baru. Dampak penyakit baru bahkan lebih buruk bagi penduduk asli Amerika, terutama penyakit cacar dan campak. Banyak sekali penduduk asli yang meninggal, biasanya sebelum permukiman Eropa berskala besar dimulai.
Para penjelajah Spanyol adalah orang Eropa pertama yang tiba di benua Amerika, melaluiekspedisi kedua Christopher Columbus, yang mencapai Puerto Rico pada 19 November 1493; yang lainnya mencapai Florida pada 1513. Dengan cepat ekspedisi Spanyol mencapai Pegunungan Appalachia, Sungai Mississippi, Grand Canyon, dan Great Plains. Pada 1540, Hernando de Soto melakukan penjelajahan besar-besaran ke kawasan Tenggara. Selain itu, pada tahun yang sama Francisco Vázquez de Coronado menjelajahi Arizona hingga Kansas tengah. Spanyol mengirim beberapa pemukim, mendirikan permukiman Eropa permanen pertama di Amerika Serikat di St. Augustine, Florida pada 1565, namun hanya sedikit yang menetap permanen di sana. Permukiman Spanyol yang tumbuh menjadi kota-kota penting antara lain Santa Fe, Albuquerque, San Antonio,Tucson, San Diego, Los Angeles , Santa Barbara dan San Francisco.
Pusat permukiman permanen Inggris yang pertama di Amerika adalah sebuah pos perdagangan yang didirikan di Jamestown pada tahun 1607 dalam Domini Lama Virginia. Daerah ini segera mengembangkan perekonomiannya yang kaya dari hasil tembakaunya ( tembakau Virginia ) dengan pemasaran yang telah siap menanpung di Inggris.
Ketika para wanita di Inggris dikerahkan untuk kawin mendirikan rumah tangga pada tahun 1620, perkebunan besar sudah bermunculan disepanjang Jamestown yang penduduknya telah bertambah 1000 orang pemukim. Inggris membentuk segugus peraturan bersama yang kemudian setelah kemerdekaan Inggris tercapai menjadi suatu Federasi,
Inggris di benua Amerika bagian utara memiliki 13 koloni yang berada disepanjang pantai Timur samudera Atlantik. Ke-13 koloni tersebut adalah: Virginia (1607), New Hamshire (1629), Massachusetts (1629),Maryland (1632), Delaware (1632), Connecticut (1662), Rhode Island (1663), New York (1664), New Jersey (1664), Pensylvania (1681), Carolina Utara (1729), Georgia (1732). Pada tahun 1733, terdapat tiga belas koloni. Koloni-koloni ini biasanya dikelompokan menjadi New England (New Hampshire,Massachusetts, Rhode Island dan Connecticut), koloni-koloni Tengah (New York, New Jersey, Pennsylvania, Delaware), dan Selatan (Maryland, Virginia, Carolina Utara, Carolina Selatan, dan Georgia). New England memiliki peternakan-peternakan kecil, dan lebih bertumpu pada perikanan, perkapalan, dan industri-industri kecil. Koloni Selatan memiliki perkebunan tembakau dan kapas. Kebun-kebun ini awalnya digarap oleh pekerja yang bersedia bekerja beberapa tahun dengan upah pintu masuk ke Amerika dan tanah, lalu oleh budak. Koloni tengah memiliki peternakan berukuran kecil, dan dikenal memiliki budaya dan kepercayaan yang beragam
bahasa soal IT
Dim nilai As Integer
Dim konfirmasi As String
Dim hitung As Integer
Dim hitungx As Integer
Dim kkm As Integer
Dim persen As Integer
Dim nama As String
Dim nis As String
Sub mulai()
nilai = 0
hitung = 0
kkm = 75
nama = InputBox("Masukan Nama Lengkap anda")
nis = InputBox("Masukan Nomor Induk Siswa anda")
ActivePresentation.SlideShowWindow.View.Next
End Sub
Sub benar()
konfirmasi = MsgBox("yakin dengan jawaban anda ?", vbYesNo, " Cek jawaban!")
If konfirmasi = vbYes Then
nilai = nilai + 4
hitung = hitung + 4
ActivePresentation.SlideShowWindow.View.Next
End If
End Sub
Sub Salah()
konfirmasi = MsgBox("Yakin dengan jawaban anda ?", vbYesNo, "Cek jawaban !")
If konfirmasi = vbYes Then
hitung = hitung + 4
ActivePresentation.SlideShowWindow.View.Next
End If
End Sub
Sub jawab()
ActivePresentation.SlideShowWindow.View.Next
persen = (nilai * 100) / hitung
hitungx = hitung - nilai
tampilkan
End Sub
Sub tampilkan()
With ActivePresentation.Slides(28)
If persen >= kkm Then
.Shapes(1).TextFrame.TextRange.Text = "Selamat " & nama & " anda Lulus ! nilai anda " & persen
Else
.Shapes(1).TextFrame.TextRange.Text = "Mohon Maaf " & nama & " anda Remedial ! karena nilai anda hanya " & persen & " tidak mencapai KKM : " & kkm
End If
.Shapes(2).TextFrame.TextRange.Text = kkm
.Shapes(3).TextFrame.TextRange.Text = nis
.Shapes(4).TextFrame.TextRange.Text = nama
.Shapes(5).TextFrame.TextRange.Text = persen
.Shapes(6).TextFrame.TextRange.Text = nilai
.Shapes(7).TextFrame.TextRange.Text = hitung
.Shapes(8).TextFrame.TextRange.Text = hitungx
End With
End Sub
perang laut tujuh tahun
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum.wr.wb
Salam Sejahtera
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan berkat kasih dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Tugas makalah yang kami buat ini merupakan tugas dari mata kuliah Sejarah Amerika yang berjudul “Perang Tujuh Tahun”.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan tulisan ini akibat terbatasnya kemampuan penulis.Oleh karena itu,dalam kesempatan ini penulis sangat mengharapkan adanya kritik ataupun saran guna penyempurnaan tugas-tugas selanjutnya. Dan dalam kesempatan ini tidak berlebihan bilamana kami menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dalam pembuatan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum.Wr.Wb
Indralaya, 5 Februari 20154
Penulis
DAFTAR ISI
Kata pengantar 1
Daftar isi 2
Bab I Pendahuluan 3
1.1 Latar belakang 3
1.2 Rumusan masalah 3
1.3 Tujuan 3
Bab II Pembahasan 4
2.1 Penyebab terjadinya perang 7 tahun ( 1756-1763) 4
2.2 Berlangsungnya perang 7 tahun 4
2.3 Perkembangan perang 5
2.4 Akhir perang 7 tahun 7
Bab III 3 10
3.1 Kesimpulan 10
Daftar pustaka 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Latar belakang terjadinya perang tujuh tahun di Amerika antara Britania Raya dan Prancis (1756-1763). memperebutkn Quebec yang dimenangkan oleh Britania. Pada tahun 1765 M. Inggris menerapkan berbagai undang-undang yang sangat memberatkan koloni-koloni seperti Stamp Act (bea materai), Townshend Act (pajak impor) dan Tea act (pajak teh). Para koloni menentang semboyan mereka adalah “no taxation without representation” (tak ada pajak tanpa perwakilan) para koloni menuntut agar mereka mempunyai pewakilan di parlemen Inggris.
Strategi prancis, sama seperti perang-perangnya yang lain di abad ke 18, ia membiarkan koloninya membela diri sendiri, dengan cara mengirimkan sedikit tentara atau yang tidak berpengalaman kesana. Jalur laut yang didominasi Inggris membuat mereka tidak bisa mengirim banyak orang. Prancis juga memusatkan pertempuran mereka di Eropa, karena mereka berharap bisa menang lebih dekat ke rumah.
Strategi Inggris, ia memutuskan untuk membuat pengatur strategi terhebat di masa itu, Frederick dan kerajaannya, Prusia. Mereka memberikan bantuan baik berupa biaya maupun tentara untuk membantu serangan-serangan Frederick. Inggris juga beraliasi dengan kekuatan kontinental yang tidak ada hubungannya dengan mereka, tapi nmemiliki keinginan yang menentang musuh-musuh Inggris, terutama Prancis. Inggris berlawanan dengan Prancis lebih memusatkan pertempuran di koloni-koloni, menggunakan kekuatan pertempuran laut.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa penyebab perang 7 tahun terjadi?
2. bagaimana berlangsungnya perang 7 tahun?
3. bagaimana perkembangan pertahun dari 1756-1763?
4. bagaimana akhir dari perang 7 tahun?
1.3 TUJUAN
1. Menjelaskan sebab perang 7 tahun terjadi
2. memaparkan berlangsungnya perang 7 tahun
3. menjelaskan perkembangan pertahun 1756-1763
4. menjelaskan akhir dari perang dunia 7 tahun
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Penyebab terjadinya perang 7 tahun (1756-1763)
Jajahan Inggris di Amerika-Utara terletak disepanjang pantai timur. Dibelakang jajahan Inggris ini (ditanah pedalaman) terletak jajahan Prancis yang menjajah dari pantai selatan sepanjang sungai Mississsippi (Louisiana) sampai Canada.
Sebab Umum:
Inggris meluaskan tanah jajahan kearah barat hingga melanggar batas jajahan (Louisiana)
Sebab Khusus:
Prancis menyerahkan sumua jajahannya di India kepada Inggris.
(soebardjo,1957.sari sejarah.jakarta)
2.2 Berlangsungnya Perang 7 tahun
Memasuki 1754 suatu pemberontakkan bersenjata antara beberapa anggota laskar milisi Virginia di bawah pimpinan George Washington yang masih berusia 22 tahun dan sepasukan tentara Prancis menobarkan perang Prancis dan Indian, kesempatan ini dimanfaatkan Inggris untuk membantu India. Perang inilah yang akan menentukan apakah Inggris atau Prancis yang akan unggul di Amerika Utara.
Posisi daerah jajahan Inggris di Amerika Utara kurang menguntungkan karena daerah jajahan Inggris yang berada di sepanjang pantai timur Samudra Atlantik terjepit oleh daerah jajahan Prancis dan spanyol. Inggris jika menginginkan perluasan koloni ke arah utara, maka terhadang oleh koloni Prancis yang menguasai Kanada. Demikian juga jika Inggris menginginkan perluasan koloni ke arah selatan, maka terhadang oleh spanyol yang menguasai daerah koloni di Florida dan New Meksiko. Sementara itu, jika Inggris menginginkan perluasan koloni ke arah barat, maka terhadang oleh Prancis yang telah menguasai daerah Louisiana, lembah Ohio, dan daerah Quebec. Setelah ditimbang-timbang untung ruginya, Inggris menentukan pilihannya dengan meluaskan koloninya ke arah barat dengan menyeberangi pegunungan Rocky dan harus menghadapi Prancis. Pertimbangan lainnya bagi Inggris untuk memperluaskan koloni ke arab barat yaitu di daerah sebelah barat tersedia hamparan tanah yang luas memiliki kekayaan alam berupa tambang, sumber mineral dan berbagai hasil hutan yang melimpah. Sedangkan tantangan yang harus dihadapinya selain menerobos pegunungan Rocky dan hutan belantara yang bermedan sulit, Inggris juga harus menghadapi Prancis, maka terjadilah perang memperebutkan daerah jajahan dengan Prancis yang tidak dapat dihindarkan. Perang tersebut di dalam lembaran sejarah dikenal sebagai perang 7 tahun (1756-1763)
(Krisnadi,IG.2012.sejarah amerika serikat.Yogyakarta:ombak(anggota IKAPI)
2.3 Perkembangan pertahun
Disini, akan dijelaskan perkembangan selama tujuh tahun itu, bagaimana serangan masing-masing pihak, serta kejadian-kejadian yang secara langsung maupun tak langsung memengaruhi perang.
1756
Prancis mulai mengepung Minorca, yang merupakan kepunyaan Inggris sejak 1713. Pulau itu berhasil dikuasai tanggal 28 Juni. Tanggal 29 Agustus, Pak Frederick melewati perbatasan Sachsen untuk mengantisipasi serangan Austro-Prancis ke Silesia. Orang Sachsen dan Austria yang tidak siap langsung jadi kacau balau. Di Pertempuran Lobositz, Prusia berhasil mencegah pasukan Sachsen yang dikepung dibantu oleh Austria. Ujungnya, Prusia mengambil daerah itu dan berlanjut ke pendudukan Sachsen dan menyerahnya pasukan negara kecil itu di pertempuran Pirna. Penyerangan Prusia ke Sachsen membuat semuanya marah dan beberapa bergabung ke aliansi melawan Prusia.
Inggris kaget dengan serangan tiba-tiba partnernya ini, dan mencoba membantu dengan cara membujuk Belanda untuk ikut mendukung Prusia, tapi ditolak karena Belanda ingin tetap netral.
1757
Di pertempuran Praha, Pak Frederick dan pasukannya berhasil memaksa pasukan Austria untuk mundur, dan pasukan Prusia mengepung kota tersebut. Tetapi, mereka harus menyelesaikan pengepungan mereka setelah serangan balasan yang lebih besar dari Austria. Pak Frederick pertama kali kalah di pertempuran Kolín. Beberapa kekalahan berikutnya menyusul. Pak Frederick berhasil bertahan, dan akhirnya dia berhasil di Rossbach dan Leuthen. Setelah itu, semuanya berjalan sesuai keinginan. Pak Frederick berhasil mengambil hampir seluruh Pomerania, sementara Inggris seringkali kalah di Amerika. Pak Frederick memperhitungkan tak ada gangguan dari Rusia sampai 1758.
1758
Prusia mulai menyerang Moravia, dan mengepung Olomouc. Setelah pertempuran Domstadtl, pak Frederick menghentikan pengepungan dan menarik pasukan dari Moravia, menandai usaha terakhirnya untuk melakukan serangan besar ke daerah Austria. Prusia timur telah dikuasai Rusia, dan tetap dikuasai sampai 1762. Di bulan April, Inggris berjanji membayar subsidi tahunan sebesar 670.000 Poundsterling (£) ditambah 9.000 orang untuk membantu Hannover mengusir orang-orang Prancis. Marshal von Daun dari Austria berhasil mengejutkan pasukan utama Prusia di Hochkirch. Pak Frederick kehilangan beberapa artilerinya tapi berhasil kabur, dibantu oleh daerah berhutan. Usaha Austria mengambil Dresden gagal, sehingga Prusia tetap menguasai Sachsen.
1759-60
Ada beberapa kekalahan lagi bagi Prusia. Di Kay, Rusia berhasil mengalahkan Prusia, meski mungkin itu juga karena sikap tidak bijaksana Prusia untuk menyerang pasukan Rusia yang lebih besar. Di Minden, Hanover seperti biasa berhasil mengalahkan Prancis. Di Maxen, Austria memaksa Prusia menyerah dan nyaris menghancurkan seluruh pasukannya (dari sekitar 14.000 orang Prusia, yang tersisa tinggal beberapa ratus). Pak Frederick kehilangan separuh pasukannya di pertempuran Kunersdorf, yang dianggap oleh beberapa sejarawan sebagai kekalahan terburuk Pak Frederick selama karirnya sebagai Jenderal Prusia. Tahun 1760 lebih bencana lagi. Jenderal Fouqué dari Prusia kalah di Landeshut, Prancis berhasil mengambil Marburg, Swedia mengambil Pomerania Prusia, dan Hanover berhasil mengalahkan Prancis (seperti biasanya dibilang) di Warburg, mencegah Prancis mengirim bantuan ke Austria untuk menyerang Prusia di timur. Meski begitu, Ernst von Laudon (Austria) tetap berhasil mengambil Kłodzko (sekarang Glatz) di Silesia.
1761-62
Pak Frederick mulai lagi dengan 100.000 orang, mayoritas masih baru. Spanyol dan Portugal memasuki perang dan menempati posisi yang berbeda. Spanyol bersama Austria (suit suit~) dan Portugal bersama Prusia. Spanyol (dibantuin Prancis) berhasil mendapat Almeida. Di pertempuran Villinghausen, Brunswick berhasil mengalahkan Prancis. Rusia mengepung Kolberg dan Austria mengambil Schweidnitz. Bagi Prusia, kehilangan Kolberg sama dengan kehilangan pelabuhan laut terakhirnya di Laut Baltik. Inggris merasa Prusia akan kolaps sebentar lagi. Tanggal 5 Januari 1762, Ratu Elizaveta meninggal, dan digantikan oleh kerabat terdekatnya, Peter. Peter adalah seorang pangeran Jerman yang mengagumi Prusia dan Pak Frederick, jadi dia memerintahkan untuk menarik pasukan dari Prusia dan membantu menciptakan perdamaian Prusia-Swedia (kejadian ini dikenal sebagai “Keajaiban Wangsa Brandenburg”). Rusia berpindah sisi ke Prusia di Traktat St. Petersburg. Austria, ditinggal sendirian di timur, jadi lebih mudah kalah pada saat ini. Di pertempuran Freiberg, Pak Frederick berhasil mengusir pasukan Austria dari Silesia.
1763
Silesia kembali ke tangan Prusia (Silesia: Kakak! *nganggap gilbo kakaknya* Gilbo: Sil! Akhirnya kamu balik juga! Gimana rasanya di tempat si aristokrat itu? Sil: Bosen kak! Gilbo: Makanya, sama kakak aja~ Sil: Oke! Writer*darikejauhan*: GUBRAKS!) Prusia juga sempat menguasai beberapa bagian HRE. Subsidi ke Hanover dihentikan oleh perdana menteri Inggris yang baru, John Bute. Peter dikudeta istrinya sendiri, Catherine, yang membalik dukungan ke Austria dan menyerang Prusia kembali. Austria, yang sudah dilemahkan oleh krisis keuangan seperti yang lainnya, akhirnya membuat Traktat Hubertusburg untuk menyelesaikan urusannya dengan Prusia.
(warofweeky.blogspot.com/2010/11/perang-prancis-dan-indian-1754-1763.html diakses 27 januari 2014 pukul 19:27 WIB)
2.4 Akhir Perang 7 tahun (1756-1763)
Perang panjang ini diakhiri oleh empat traktat untuk mengakhiri beberapa bagian terpisah. Keempat traktat tersebut adalah traktat St. Petersburg, Hamburg, Paris, dan Hubertusburg.
Traktat pertama adalah traktat St. Petersburg, ditandatangani tanggal 5 Mei 1762 di kota St. Petersburg, Rusia. Traktat ini, menurutku lebih tepat disebut “Traktat bantuan bertahan 7 bulan” karena hanya dapat bertahan selama tujuh bulan sebelum Tsar Peter III (yang bikin) meninggal. Di traktat ini, Rusia memutuskan untuk menarik pasukan dari Prusia Timur, membantu Prusia berkonsentrasi dalam menghadapi musuh-musuhnya yang lain seperti Austria dan Sachsen, dan membantu menciptakan perdamaian Prusia-Swedia.
Traktat berikutnya adalah Traktat Hamburg, ditandatangani tanggal 22 Mei 1762 di kota Hamburg, Jerman, antara Prusia dan Swedia. Sebenarnya traktat ini adalah traktat perdamaian, yang mengakhiri Perang Pomerania sebagai bagian dari Perang Tujuh Tahun. Kalau ditanya, sebenarnya Pak Frederick ogah berdamai ama Swedia, cuman karena mediator perdamaian itu adalah Louisa Ulrika, Ratu Swedia yang juga saudarinya Frederick, akhirnya dia mau juga.
Traktat ketiga adalah Traktat Paris, ditandatangani tanggal 10 Februari 1763 antara Inggris, Prancis, dan Spanyol. Sepanjang perang, Inggris, Prancis, dan Spanyol saling mengambili koloni lawannya. Di traktat ini, mayoritas daerah koloni dikembalikan ke pemiliknya, tapi Inggris mendapat banyak daerah dari Prancis. Inggris mendapat Kanada, Dominika, Grenada, St. Vincent dan Grenadine, juga Tobago dari Prancis, sementara St. Lucia, Martinique, Guadelope, stasiun dagang budak di Goreé, dan pusat dagang di India dikembalikan. Separuh Louisiana di bagian timur Mississippi diberikan Prancis ke Inggris, meski ada sebuah traktat rahasia yaitu Traktat Fontainebleau (1762) yang menyatakan Prancis memindahkan pengurusan Louisiana ke Spanyol. Prancis berjanji tak mengirim pasukan ke Benggala, Inggris setuju membubarkan benteng di Belize, tetapi memiliki tempat pemotongan kayu disana.
Traktat keempat adalah Traktat Hubertusburg, ditandatangani tanggal 15 Februari 1763 di istana Hubertusburg, Jerman antara Prusia, Austria, dan Sachsen. Traktat ini memiliki dua bagian, sebagan untuk mengurus permasalahan Austria-Prusia dan sebagian yang lain untuk mengurus permasalahan Prusia-Sachsen. Di bagian Austria-Prusia, Maria dan penerusnya setuju untuk tidak mencoba mengklaim daerah yang dikasih ke Prusia pada Traktat Breslau dan Berlin. Prusia juga setuju untuk tidak menuntut ganti rugi atas semua kerugian dalam perang. Konflik dihentikan dan pasukan-pasukan ditarik dari berbagai tempat. Glatz dibalikin ke Prusia, dan Prusia mengabulkan permintaan penduduk setempat untuk menarik pasukan dari sana. Arsip-arsip Prusia yang disita Austria dikembalikan. Prusia memberi kebebasan beragama pada penduduk Silesia, dan mengakui hak serta kepemilikan mereka. Kedua negara juga berjanji untuk memajukan kerjasama dagang antar mereka.
Pasal : Frederick, sebagai Raja-Pemilih Brandenburg setuju memilih Joseph (anaknya Maria) untuk menjadi HRE (27 maret 1764) dan mengakui klaim Habsburg atas Modena.
Antara Prusia dan Sachsen, gencatan senjata, semua batas daerah dikembalikan seperti sebelum perang, menurut Traktat Dresden (1745). Prusia juga memperbolehkan pasukan Sachsen pergi ke Polandia melewati Silesia.
(warofweeky.blogspot.com/2010/11/perang-prancis-dan-indian-1754-1763.html diakses 27 januari 2014 pukul 19:27 WIB)
Kemenangan Inggris dalam perang tujuh tahun (1756-1763) menyebabkan Prancis menyerahkan sebagian besar daerah jajahannya ke Inggris seperti: Kanada, sebelah timur sungai Mississippi. Setelah pasca perang Tujuh tahun Inggris menukar koloninya di Kuba kepada Spanyol dan Inggris mendapatkan ganti dari spanyol tanah koloni Florida. Penukaran koloni tersebut disepakati oleh Inggris maupun Spanyol karena memudahkan kedua belah pihak untuk mengelola koloninya di Benua Amerika.
Akibat kemenangan Inggris terhdap Prancis dalam perang perebutan koloni di Benua Amerika (1756-1763), wilayah jajahan Inggris semakin luas sehingga banyak timbul masalah- masalah baru seperti: persoalan menjaga daerah-daerah perbatasan, mengelola daerah jajahan, menghadapi pemberontakkan orang-orang Indian, misal pemberontakkan Ottawa pada 1763. semua masalah tersebut harus diatasi dan memerlukan biaya yang besar.
Kemenangan Inggris terhadap Prancis dalam perang Tujuh tahun (1756-1763) menyebabkan utang Inggris menjadi besar jumlahnya yaitu 130.000.000 poundsterling dengan bunga setiap tahunnya sebesar 4.000.000 poundsterling Inggris berusaha menutupi utangnya dengan melaksanakan Undang-undang Perdagangan yang dibebankan kepada para kolonis di Amerika.
(Krisnadi,IG.2012.sejarah amerika serikat.Yogyakarta:ombak(anggota IKAPI)
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
• soebardjo,1957.sari sejarah.jakarta
• Krisnadi,IG.2012.sejarah amerika serikat.Yogyakarta:ombak(anggota IKAPI)
• warofweeky.blogspot.com/2010/11/perang-prancis-dan-indian-1754-1763.html (diakses 27 januari 2014 pukul 19:27 WIB)
Perbedaan sistem Perdagangan kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit
Kerajaan sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan maritim terbesar di Nusantara dengan sungai musinya sebagai pusat pelabuhan dengan armada lautnya yang kuat dan tangguh membuat Sriwijaya sebagai salah satu pelabuhan bahari terbesar dan tergagah yang pernah berdiri di Swarnadwipa atau pulau Sumatera. Kehidupan ekonomi kerajaan Sriwijaya mulai dibangun sejak pemerintahan Dapunta Hyang Sri Rajasana tahun 671 M berpusat di kawasan sungai musi. Kawasan sungai Musi letaknya strategis berada di tengah perdagangan India - China tidak jauh dari selat Malaka, Semanjung malaya, mendorong Dapunta Hyang terus mengembangkan sungai Musi sebagai sarana transportasi antar daerah, pelayarannya dengan menggunakan kapal kayu bernama Cadik. Kapal kayu yang digunakan pada masa itu selain sebagai transportasi juga digunakan sebagai alat untuk mengangkut barang dagangan dan transaksi perdagangan, kemudian disekitaran sungai Musi dibangunlah pusat - pusat perdagangan seperti pelabuhan serta kampung - kampung perdagangan. Tidak diherankan lagi tidak berapa lama kemudian Sriwijaya sekitar tahun 670-an menjadi pusat perdagangan asia Tenggara sebagaimana catatan perjalanan I-Tsing seorang pendeta budha yang tinggal selama 6 bulan tahun 671 M dikerajaan Sriwijaya ( mywapblog.com/potret-ekonomi-masa-kerajaan-sriwijaya.html ).
Sebagai kerajaan Bahari , kerajaan Sriwijaya sudah memanfaatkan air ( sungai, rawa, dan laut ) sebagai alat komunikasi, transportasi dan perdagangan maupun sistem pertahanan. Sehingga kerajaan Sriwijaya dapat dengan mudah mengadakan hubungan dagang dengan dunia luar serta manusianya sudah terampil dalam hal admistrasi dan pelayaran ( L. R. Retno Susanti. Sejarah Nasional Indonesia 1 : 67 – 68 ).
Kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan yang sangat berpengaruh dalam mengendalikan jalur perdagangan di Selat Malaka dan Selat Sunda, yang mana merupakan jalur perdagangan antara bangsa India dan banga Tiongkok. Orang-orang Arab mencatat pada masa itu kerajaan Sriwijaya memiliki berbagai aneka barang yang di hasilkan untuk perdagangan seperti kayu gaharu, pala, cengkeh, gading, kepulaga, kapur barus, emas, dan juga timah. Dengan banyaknya aneka barang yang di hasilkan untuk perdagangan membuat Kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan yang sangat kaya pada masa itu. ( Nugroho Notosusanto, Marwati Djoened Poesponegoro. Sejarah nasional Indonesia II : 99 )
Kekayaan yang sangat melimpah yang dimiliki oleh kerajaan Sriwijaya ini membuat Kerajaan Sriwijaya memmiliki pengaruh yang sangat besar di daerah Asia Tenggara, banyak pihak yang tunduk kepada kerajaan Sriwijaya karena kekayaan Kerajaan Sriwijaya yang sangat melimpah saat itu. Kerajaan Sriwijaya juga memunyai peran dengan menjadi tempat pelabuhan utama di daerah Asia Tenggara. ( Suminto Sucipto. Perkembangan Masyarakat pada Masa Kerajaan Hindu Budha serta Peningalannya ).
Untuk kepentingan perdagangannya atau sebagai usaha diplomatiknya agar cina tidak membuka peluang perdagangan dengan negeri lain di Asia Tenggara ini maka kerajaan Sriwijaya tidak segan – segan memberikan upeti kepada negeri Cina. Perdagangan dengan negeri Cina dan India ini telahb memberikan keuntungan yang besar untuk kerajaan Sriwijaya itu sendiri. ( Nugroho Notosusanto, Marwati Djoened Poesponegoro. Sejarah Nasional Indonesia II : 99 – 100 )
Kerajaan Sriwijaya juga melakukan perdagangan hingga ke negeri Tiongkok, yang tentunya setelah kerajaan Sriwijaya mendapatkan persetujuan dan perlindungan dari pihak kerajaan atau kekaisaran China untuk dapat berdagang disana. Kerajaan Sriwijaya sangat baik dalam mengelola sistem perdagangan dengan negeri yang jauh dari kerajaan Sriwijaya ( luar Asia Tenggara), selain itu juga menguasai daerah pelayaran antara India dan Tiongkok. ( Suminto Sucipto. Perkembangan Masyarakat pada Masa Kerajaan Hindu Budha serta Peningalannya ).
Kerajaan Majapahit
Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan terbesar kedua setelah Kerajaan Sriwijaya.
Majapahit merupakan kerajaan agraris dan juga sebagai kerajaan maritim. Kedudukan sebagai kerajaan agraris tampak dari letaknya yang berada di pedalaman dan dekat aliran sungai. Kedudukannya sebagai kerajaan maritim tampak dari angkatan laut kerajaan itu untuk menanamkan pengaruh Majapahit di seluruh nusantara. Dengan demikian, kehidupan ekonomi Kerajaan Majapahit menitik beratkan pada bidang pertanian dan pelayaran perdagangan.
Pertanian Jawa sejak sebelum Majapahit sangat kuat. Udara di Jawa yang panas sepanjang tahun sehingga membuat Panen padi terjadi dua kali dalam setahun yang menghasilkan Butiran beras yang amat halus. Terdapat pula wijen putih, kacang hijau, rempah-rempah dan lain-lain, kecuali gandum. Buah-buahan juga banyak terdapat di sini dengan berbagai maca jenisnya, antara lain pisang, kelapa, delima, pepaya, durian, manggis, langsat dan semangka. Sayur mayurjuga berlimpah macamnya. Jenis binatang juga banyak, antara lain burung beo, ayam mutiara (kalkun), burung nilam, merak, pipit, kelelawar dan hewan ternak seperti sapi, kambing, kuda, babi, ayam dan bebek, serta hewan langka monyet putih dan rusa putih.
Untuk membantu pengairan pertanian yang teratur, pemerintah Majapahit membangun dua buah bendungan, yaitu Bendungan Jiwu untuk persawahan daerah Kalamasa dan Bendungan Trailokyapuri untuk mengairi daerah hilir.
Majapahit memiliki mata uang tersendiri yang bernama gobog, uang logam yang terbuat dari campuran perak, timah hitam, timah putih, dan tembaga. Bentuknya koin dengan lubang di tengahnya. Dalam transaksi perdagangan, selain menggunakan mata uang gobog, penduduk Majapahit juga menggunakan uang kepeng dari berbagai dinasti. Menurut catatan Wang Ta-yuan, pedagang Tiongkok, komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada, garam, kain, dan burung kakak tua, sedangkan komoditas impornya adalah mutiara, emas, perak, sutra, barang keramik, dan barang dari besi.
Selain itu, catatan Odorico da Pordenone, biarawan Katolik Roma dari Italia yang pernah mengunjungi Jawa, menyebutkan bahwa istana raja Jawa penuh dengan perhiasan emas, perak, dan permata.
Daftar Pustka
Kerajaan Sriwijaya :
Susanti, L. R. Retno. 2007. Sejarah Nasional Indonesia I. Indralaya : pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya
Nugroho Notosusanto, Marwati Djoened Poesponegoro. 1992. Sejarah Nasional Indonesia II “Jaman kuno” : PT Balai Pustaka
Sucipto, Suminto. Perkembangan Masyarakat Pada Masa Kerajaan Hindu Budha serta Peningalannya.
http://nantly.mywapblog.com/potret-ekonomi-masa-kerajaan-sriwijaya.xhtml ( di akses tanggal 7 februari 2014 ).
Kerajaan Majapahit :
Scribd. Kitab Negara Kertagama. (online), ( www.scribd.com ), diakses 7 Februari 2014.
____. Kitab Pararaton Terjemahan. (online), ( www.scribd.com ), diakses 7 Februari 2014.
Soejono, R.P. (Ed. dkk.). 2010. Jaman Kuno. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II. Jakarta: P.N. Balai Pustaka.
Wikipedia. Majapahit. (online), ( http://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit.html ), diakses 7 Februari 2014.
Wordpress. Ekonomi Majapahit. 2007. (online), ( www.sejarahwan.wordpress.com/2007/10/5/ekonomi-majapahit/ ), diakses 7 Februari 2014.
sejarah kedaan daerah Jambi
KEBANGKITAN NASIONAL DI DAERAH JAMBI
A. PEJABAT – PEJABAT PEMERINTAHAN
a. Sultan Taha Saifuddin ( 1855 – 1904 )
Sultan Taha Saifuddin naik tahta tahun 1855 menggantikan Sultan Badurrachman Nazaruddin. Ia pada tahun 1858 meningkir dari kraton yang di duduki oleh Belanda dan tetap melakukan perlawanan hingga gugur pada tahun 1904. Sultan Taha di mata rakyat Jambi adalah Sultan yang sah, Sultan – sultan lain yang ada pada masa Sultan Taha masih hidup di angkat Belanda sebagai Sultan bayangan ( tidur ).
b. Sultan Ahmad Nazaruddin ( 1855 – 1866 )
Sultan ini adalah sultan bayangan pertama, ia sebenarnya adalah paman Sultan Taha Saifuddin dan adik dari Sultan Abdurrahman.
c. Sultan Mahmud Mahiddin ( 1881 – 1866 )
Sultan bayangan yang kedua, menggantikan Sultan Ahmad Nazaruddin.
d. Sultan Ahmad Zainuddin ( 1866 – 1901 )
Sultan ini merupakan Sultan bayangan yang ketiga dan terakhir, karena sesudah Sultan ini mengundurkan diri tidak terdapat kesepakatan di antara para pembesar untuk calon penggantinya yang di angkat oleh Belanda.
Pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Zainuddin ini mengangkat putra ketiga Sultan Taha yang bernama Raden Anom Kesumoyudo yang berumur empat tahun sebagai pangeran ratu dan sebagai kuasa pangeran ratu di angkat Raden Abdurrachman putra Sultan Mahmud Mahiddin dan Pangeran Ario Jayakusumo diganti dengan Pangeran Marto Jayakusumo putra SultanAbdurrachman Nazaruddin (Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi : 29-30 ).
B. PENGARUH POLITIK KOLONIAL BELANDA DAN DESENTRALISASI DI DAERAH
Politik kolonial sebenarnya tidak lain adalah usaha bagaimana untuk menguasai suatu daerah atau wilayah dengan menduduki serta mengeksploitasi semua potensi yang ada, baik dengan cara perundangan ataupun kekerasan. Khusus untuk daerah Jambi, politik kolonial Belanda sebelum abad ke-20 tampak dengan jelas dari perjanjian – perjanjian antara Belanda dengan Sultan Kerajaan Jambi ( Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi : 43 ).
Perjanjian Sultan Jambi dengan Belanda misalnya :
1. Perjanjian 14 November atau perjanjian Sungai Batang. Perjanjian ini dipaksakan oleh Letnan Kolonel Michel yang masuk ke Sarolangun Jambi dari daerah Palembang kepada Sultan Fachruddin isinya Belanda mempunyai hak mendirikan kekuatan dalam daerah Jambi.
2. Lalu perjanjian yang di lakukan Sultan Ahmad Nazaruddin yaitu Negeri jambi hanya di pinjamkan kepada Sultan Jambi yang harus bersikap menurut dan setia serta menghormati pemerintah Belanda dan Pemerintahan Belanda berhak memungut cukai atas barang yang masuk dan keluar.
Perlu dikemukakan bahwa perjanjian – perjanjian tersebut tidak seluruhnya dapat di terapkan kepada rakyat Jambi ketika saat itu tidak mau dijajah dan tetap patuh kepada Sultan yang syah yang tetap melakukan perlawanan hingga akhirnya gugur tahun 1904 dan baru setelah itu perintahan langsung Hindia – Belanda atas dearah Jambi dapat di selenggarakan (Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi : 34 ).
Hal yang menarik dari perjanjian – perjanjian itu ialah adanya kesedian Belanda untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri dan tidak mengganggu adat istiadat dalam negeri Jambi. Konsekwensinya ialah Belanda tetap mengakui sistem pemerintahan yang di pimpin olehSultan waktu itu. Hal ini dilakukan Belanda sehubungan dengan gerakan kaum humanis di negeri Belanda yang menuntut agar pemerintahan Belanda mampu mensejahterakan rakyat jajahannnya, yang pada akhirnya menimbulkan konsepsi politik etis. Sebagai akibat gerakan kaum humanis di dalam pemerintahan wilayah juga terjadi perubahan konsep politik yang memungkinkan rakyat indonesia dipimpin langsung oleh seseorang dari mereka sendiri yang di angkat oleh pemerintah yang di akui ( Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi : 43 ).
C. KEGIATAN MASYARAKAT YANG RELEVAN ATAUPUN YANG MERUPAKAN EMBRIO DARI PROSES SEJARAH KEBANGKITAN NASIONAL DI DAERAH JAMBI.
Seperti yang sudah kita ketahuoi bahwa Sultan Taha Saifuddin gugur tahun 1904, sebagai konsekwensi dari perlawanan yang dilakukannya terhadap Belanda. Demikian pula Raden Mohammad Taher biasa disebut Raden Mat Taher, panglima tertinggi dari tentara Sultan Taha Gugur tahun 1907 di Muara Jambi. Disamping itu Belanda pada tahun 1903 dapat pula mematahkan perlawanan rakyat Jambi di Kerinci dan mengkap serta membuang bupati Purbo ke Ternate.
Perjuangan Sultan Taha Saifuddin, Raden Mat Taher, Bupati Purbo dan pemimpin – pemimpin rakyat Jambi yang gugur yang di tangkap dan dibuang ke daerah lain, membuktikan kepada kita adanya keinginan untuk tidak memberi kesempatan kepada Belanda untuk menjalankan pemerintahan kolonial di daerah Belanda untuk menjalankan pemerintahan kolonial di daerah Jambi. Keinginan untuk melepaskan diri dari penjajahan dan mengusir penjajahan dari Jambi khususnya dari tanah air pada umumnya, menandakan bahwa di kalangan pemimpin dan rakyat Jambi sudah ada benih kesadaran nasional dalam perjuangan mereka mencapai kemerdekaan.
Semangat keagamaan islam dan pengaruh pemimpin rakyat terutama Sultan Taha Saifuddin sangat mendalam di kalangan Rakyat Jambi. Rakyat Jambi sangat membenci Belanda, yang dianggapnya kaum kafir dan juga oleh karena Belanda menghapuskan kesultanan Jambi dengan mendirikan gewest Jambi pada tahun 1906.
Proses sejarah kebangkitan nasional di daerah jambi sebenarnya tidak terlepas dari aspek historis diatas yang merupakan benih kesadaran nasional dan dalam kurun waktu berikutnya benih kesadaran nasional ini tumbuh dan berkembang menjadi kebangkitan nasional.
Perkembangan kebangkitan nasional di daerah Jambi tidak berdiri sendiri. Di satu pihak ia di tentukan oleh usaha politik atau kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan Hindia Belanda di daerah Jambi, baik etische politiek maupun bukan. Di lain pihak ditentukan oleh masyarakat Jambi sendiri dan oleh situasi politik di pulau jawa.
Usaha – usaha pemerintahan Belanda membangun dam – dam untuk mengairi sawah seperti dam di tanah tumbuh, dam semagi di poleyang, muara bungo, dan talang mersai, dan dam karang berahi di bangko. Tampaknya membantu rakyat dalam pertanian. Di samping itu rakyat di daerah – daerah yang tanahnya kurang subur dikerahkan untuk menanam pohon karet dan kelapa.
Di kerinci rakyat digalakan untuk tanaman kopi dan demikian pula dalam bidang pendidikan, Belanda mendirikan sekolah – sekolah desa, yakni sekolah tingkat permulaan di setiap marga.
Namun hasil dari usaha – usaha ini bagi rakyat di daerah Jambi tidak mempunyai banyak arti karena hanya dapat di nikmati oleh sebagian kecila rakyat Jambi ketika itu. Bagian terbesar dari rakyat Jambi tetap mengalami penderitaan sebagai akibat dari adanya pajak – pajak yang di beratkan dan kerja rodi dalam pembuatan jalan – jalan.
Dengan demikian Belanda pada hakekatnya tetap konsisten dengan tujuan polotik kolonialnya. Rakyat Jambi yang terkenal fanatik dan tidak senang dengan Belanda yang di anggapnya kafir, tidak dapat menerima program pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah Hindia Belanda. Kebanyakan anak – anak dan pemuda bersekolah di madrasah – madrasah islam yang ada ketika itu.
Bersamaan dengan itu, Belanda melakukan pula pemindahan penduduk teristimewa pegawai – pegawai pribumi yang aktif dalam pergerakan polotik Jawa. Ketika Belanda telah menyelesaikan dam – dam untuk mengairi sawah di daerah Bangko pada tahun 1914 di pindahkan 3 orang pegawai pribumi yang menjadi mantri tani dan aktivis Serikat Dagang Islam dari Surakarta ke Jambi. Mas Sumodirono mantri sawah di Bangko, Raden Indrayudo mantri sawah di Sungai Manau, dan Raden Mas Sumerejo di Karang Berahi.
Keinginan rakyat untuk di pimpin oleh bangsa sendiri masih belum hilang bahkan semangat perlawanan menentang Belanda tetap meyala dan dengan Serikat Islam aspirasi dan kegiatan masyarakat itu mendapat tempatnya pula. Tidaklah heran pada tahun 1916 Serikat Islam yang berkembang dengan pesat ini dapat melakukan perlawanan bersenjata terhadap Belanda karena didukung sepenuhnya oleh faham keagamaan dan kebangsaan menentang penjajah ( Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi : 48 – 49 ).
Gabungan Politik Indonesia ( GAPI )
Nama : Rensy Novianny ( 06121004030 )
Septian Virgo Netra ( 06121004023 )
Dosen Pembimbing : Dra. Isputaminingsih, M. Hum
Hudaidah, S. Pd. M. Pd
Prodi : Pendidikan Sejarah
Mata Kuliah : Sejarah Nasional Indonesia IV
Gabungan Politik Indonesia ( GAPI )
A. Awal Berdirinya GAPI
Perkembangan dari Gerakan Nasional Indonesia setelah gagalnya Petisi Sutarjo adalah dibentuknya GAPI yang merupakan organisasi hasil kerjasama dari partai-partai politik dan organisasi - organisasi yang ada di Indonesia. Pembentukan federasi pada mulanya diusulkan oleh PSII pada bulan April 1938 dengan pembentukan Badan Perantara Partai Politik Indonesia (Bapepi). Oleh karena pembentukannya kurang lancar, Parindra mengambil inisiatif untuk membentuk kembali Konsentrasi Nasional.
Sebagai alasan yang mendorong dan mempercepat terbentuknya federasi tersebut adalah :
a. Kegagalan dari Petisi Sutarjo,
b. Adanya masalah internasinal dengan munculnya Fasisme khususnya di Jerman,
c. Sikap dari pemerintah kolonial yang kurang memperhatikan rakyat Indonesia.
Ketiga hal tersebut menjadi tantangan bagi pemimpin – pemimpin Indonesia karena makin meningkatnya situasi internasional akibat pengaruh fasisme, oleh karena itu, pers Indonesia menyerukan agar kekalahan dalam forum Voldksraad ( Perjuangan Petisi Sutarjo ) dianggap sebagai cambuk untuk menuntut dan menyusun barisan kembali dalam suatu wadah persatuan berupa konsentrasi nasional.
Parindra berpendapat bahwa perjuangan konsentrasi nasional haruslah memenuhi dua hal. Pertama bersifat ke dalam, yaitu dapat menyadarkan dan menggerakkan rakyat untuk memperoleh suatu pemerintah sendiri. Kedua bersifat ke luar, yaitu dapat menggugah pemerintah Belanda untuk menyadarkan cita-cita bangsa Indonesia dan kemudian memberikan perubahan-perubahan dalam pemerintahan di Indonesia.
Kemudian diadakanlah pendekatan dan perundingan dengan PSII, Gerindo, PII, Pasundan, Persatuan Minagkabau, Partai Katolik untuk membicarakan masa depan Indonesia. Pada tanggal 21 Mei 1939 dalam rapat pendirian konsentrasi nasional di Jakarta berhasil didirikannya suatu organisasi yang merupakan kerjasama dari partai – partai politik dan organisasi – organisasi dengan nama Gabungan Politik Indonesia (GAPI).
Dalam rapat itu juga ditegaskan anggaran dasar dalam GAPI sehingga nantinya tidak timbul kekacauan. Anggaran dasar yang penting adalah ditegaskan bahwa masing-masing partai yang tergabung dalam GAPI tetap punya kemerdekaan penuh terhadap program kerjanya, dan bilamana timbul perselisihan antara partai-partai maka GAPI akan jadi penengahnya.
Dalam anggaran dasarnya juga dijelaskan dasar-dasar dari GAPI, yaitu :
a. hak untuk menentukan diri sendiri;
b. persatuan dari seluruh bangsa Indonesia yang berdasarkan pada kerakyatan dalam paham politik, ekonomi, dan sosial;
c. dan persatuan aksi seluruh pergerakan Indonesia. Sementara itu, GAPI dipimpin oleh Muhammad Husni Thamrin, Mr. Amir Syariffudin, dan Abikusno Tjokrosuyoso.
B. Aksi - aksi GAPI
GAPI pertama kali mengadakan konferensi pada 4 Juli 1939, dimana isinya membicarakan aksi GAPI yang bersemboyan “Indonesia Berparlemen.” Aksi pertama GAPI ini bertujuan membentuk suatu parlemen yang berdasarkan pada sendi-sendi demokrasi. Untuk mencapai tujuan dari aksi tersebut dan seiring dengan gentingnya situasi Eropa pada saat itu, maka pada 20 September 1939 GAPI mengeluarkan pernyataan yang dikenal sebagai Manifest GAPI.
Isi dari pernyataan itu adalah mengajak rakyat Indonesia dan Belanda untuk bekerjasama menghadapi bahaya Fasisme, dimana kerjasama itu akan lebih berhasil bila rakyat Indonesia diberikan hak-hak baru dalam urusan pemerintahan. Cara dari kerjasama itu adalah membentuk suatu pemerintahan dengan parlemen yang dipilih dari dan oleh rakyat, dimana pemerintahan tersebut bertanggung jawab kepada parlemen.
Untuk mendukung aksinya dan mendapat dukungan, GAPI mengadakan beberapa kegiatan. GAPI mengadakan rapat-rapat umum yang puncaknya terjadi pada 12 Desember 1939, yaitu dimana tidak kurang 100 tempat di Indonesia mengadakan rapat mempropagandakan tujuan GAPI. Aksi dari GAPI ini mendapat reaksi positif dari pers, dimana mereka memberitakan secara panjang lebar tentang GAPI dan sikap beberapa negara Asia dalam menghadapi bahaya Fasisme.
GAPI juga membentuk Kongres Rakyat Indonesia atau KRI dan selanjutnya Comite Parlemen Inonesia. KRI diresmikan pada 25 Desember 1939 di Jakarta dalam Kongres Rakyat Indonesia pertama. Tujuan dari KRI adalah Indonesia Raya yang bertemakan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dan kesempurnaan cita-citanya, dengan sasaran pertamanya adalah Indonesia berparlemen penuh.
Keputusan penting lain dari kongres ialah penetapan Bendera Merah Putih dan lagu Indonesia Raya sebagai bendera dan lagu persatuan Indonesia, serta peningkatan pemakaian bahasa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat. Kemudian dibentuklah Komite Parlemen Indonesia dengan maksud untuk lebih meningkatkan aksi-aksi GAPI, dimana panitia-panitia di daerah dianjurkan mengadakan kursus-kursus dan rapat-rapat tertutup untuk meyakinkan rakyat akan kewajibannya bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa.
C. Respon Pemerintahan Belanda terhadap GAPI
Tuntutan dari GAPI sendiri mendapat respon dari pemerintah Belanda. Tuntutan GAPI sendiri sempat dibicarakan dalam Tweede Kamer, yaitu pembahasan anggaran belanja Hindia, pada 26 Februari sampai 6 Maret 1940 dan hanya mendapat dukungan dari Social Demokratische Arbeiders Partij (SDAP) serta penolakan dari partai-partai lain. Pers di Belanda juga umumnya menolak dengan alsan belum waktunya. Hal yang baik adalah partai-partai dan pers di Belanda berpendapat bahwa perlu diadakan perubahan-perubahan di dalam pemerintahan di Indonesia mengngat keadaan Internasional yang memburuk.
Pada bulan Agustus 1940, ketika negeri Belanda telah dikuasai oleh Jerman dan Indonesia dinyatakan dalam keadaan darurat perang. GAPI kembali mengeluarkan resolusi yang menuntut diadakannya perubahan ketatanegaraan di Indonesia dengan menggunakan hokum tatanegara dalam masa genting (nood staatsrecht).
Isi resolusi yaitu mengganti Volksraad dengan parlemen sejati yang anggota-anggotanya dipilih oleh rakyat, merubah fungsi kepala-kepala departemen (departemenshoofden) menjadi menteri yang bertanggungjawab kepada parlemen tersebut. Resolusi ini dikirimkan kepada Gubernur Jenderal, Volksraad, Ratu Wilhelmina dan kabinet Belanda di London.
Menghadapi tuntutan itu, atas persetujuan pemerintah dibentuklah Commisie tot bestudeering van staatsrechtelijke hervorminogen atau komisi untuk menyelidiki dan mempelajari perubahan-perubahan ketatanegaraan. Komisi yang dikenal sebagai Komisi Visman ini dibentuk pada 14 September 1940. Komisi ini sendiri bertugas untuk mengumpulkan bahan-bahan apa yang menjadi keinginan dari Indonesia.
D. Kemunduran GAPI
Pembentukan Komisi Visman ini sendiri tidak begitu disetujui oleh kaum pergerakan. Mereka melihat pengalaman pada tahun 1918, dimana pernah dibentuk komisi serupa yang tidak menghasilkan apa-apa bagi rakyat Indonesia. GAPI sendiri mengumumkan bahwa anggota-anggota GAPI untuk tidak dibenarkan memberikan pendapat sendiri-sendiri kepada Komisi Visman.
Hal ini bertujuan untuk menghindari ketidaksatuan pendapat dalam menghadapi Komisi Visman. Belakangan, sikap GAPI melunak setelah mendapat undangan resmi dari Komisi Visman. Sementara, beberapa anggota Volksraad mengajukan mosi yang lebih ringan, yaitu mengadakan kerjasama antara pemimpin Indonesia dan Belanda.
GAPI berusaha agar tuntutannya didengar. Wakil-wakil GAPI dan Komisi Visman sempat mengadakan pertemuan di gedung Raad van Indie pada 14 Februari 1941. Tujuan awal dari pertemuan itu awalnya adalah menyampaikan tuntutan GAPI, tapi ternyata pertemuan ini tiedak menghasilkan sesuatupun, malah pertemuannya sendiri yang ramai dibicarakan kalangan pergerakan sehingga muncul anggapan GAPI tidak lagi radikal. Keinginan GAPI agar tuntutannya didengar sempat mendapat harapan saat menteri jajahan Welter dan van Kleffens datang berkunjung ke Indonesia pada April 1941. Kunjungan itu berubah menjadi sebuah kekecewaan karena Welter tidak memberikan solusi ke arah perubahan ketatanegaraan.
Harapan bagi GAPI benar-benar hilang saat Ratu Wilhelmina mengadakan pidato di London dan pidato dari Gubernur Jenderal di Volksraad mengenai masa depan Indonesia. Situasi internasional yang memburuk akibat Perang Dunia II juga membuat pemerintah kolonial memperketat izin mengadakan rapat-rapat. Setelah itu rakyat Indonesia diberikan peraturan wajib bela atau inheemse militia.
Daftar Pustaka :
Poesponegoro , Marwati Djoened. 2008. Sejarah Nasional Indonesia V – Zaman Kebangkitan Nasional dan Masa Hindia Belanda . –cet-2 Edisi Pemuktahiran. Jakarta : Balai Pustaka.
Suhartono. 1994. Sejarah Pergerakan Nasional dari Budi Utomo sampai Proklamasi 1908 – 1945. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Sabtu, 08 Maret 2014
filsuf - filsuf islam dan barat
FILSUF
– FILSUF ISLAM
1. Al - Kindi
A.
Sejarah Hidup dan Pendidikan
Al-Kindi, nama lengkapnya Abdul Yusuf Ya’qub bin Ishaq
bin Ash-Shabah bin ‘Imran bin Isma’il bin Muhammad bin al-Asy’ats bin Qais
al-Kindi. Al-Kindi dilahirkan di Kufah sekitar tahun 185 H (801 M) dari
keluarga kaya dan terhormat. Ia berasal dari kabilah kindah, termasuk kabilah
terpandang di kalangan masyarakat Arab dan bermukim di daerah Yaman dan
Hijaz.
Setelah dewasa al-Kindi pergi ke Baghdad dan mendapat
perlindungan dari khalifah al- Ma’mun (813-833 H) dan khalifah al-Mu’tasim
(833-842 H). Al-Kindi menganut paham Mu’tazilah dan kemudian belajar filsafat.
Selain belajar filsafat ia juga menekuni dan ahli
dalam bidang ilmu astronomi, ilmu ukur, ilmu alam astrologi, ilmu pasti, ilmu
seni musik, meteorologi, optika, kedokteran, politik dan matematika. Penguasaanya
terhadap filasafat dan disiplin ilmu lainnya telah menempatkan ia menjadi orang
Islam pertama yang berkebangsaan Arab dalam jajaran para filosof
terkemuka. Karena itu pula dinilai pantas dalam menyadang gelar Failasuf al-‘Arab (filosof berkebangsaan
Arab).
B.
Pokok-pokok
Pemikiran Filsafat al-Kindi
Al-Kindi mengemukakan pokok-pokok pemikiran filsafat
dalam berbagai aspek antara lain:
1) Pemaduan Filsafat dan Agama
Al-Kindi orang Islam yang pertama meretas jalan
mengupayakan pemaduan antara
filasafat dan agama atau antara akal dan wahyu. Menurutnya antara keduanya
tidak bertentangan karena masing-masing keduanya adalah ilmu tentang kebenaran.
Sedangkan kebenaran itu satu tidak banyak. Ilmu filasafat meliputi ketuhanan,
keesan-Nya, dan keutamaan serta ilmu-ilmu lain yang mengajarkan bagaimana jalan
memperoleh apa-apa yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang mudarat.
Hal seperti ini juga dibawa oleh para rasul Allah dan juga mereka menetapkan
keesaan Allah dan memastikan keutamaan yang diridhai-Nya.
Pemaduan antara filsafat dan agama didasarkan pada
tiga alasan berikut: ilmu agama merupakan bagian dari filsafat; wahyu yang
diturunkan kepada nabi dan kebenaran filsafat saling bersesuaian; menuntut
ilmu, secara logika, diperintahkan dalam agama.
2) Falsafat Ketuhanan
Tuhan
dalam falsafat al-Kindi tidak mempunyai hakikat dalam arti aniah dan mahiah.
Tidak aniah karena tidak termasuk yang ada dalam alam, bahkan Ia adalah
Pencipta alam. Ia tidak tersusun dari materi dan bentuk. Tuhan juga tidak
mahiah karena Tuhan tidak merupakan genus dan spesies. Tuhan adalah Yang Benar
Pertama (Al-Haqqul Awwal) dan Yang Benar Tunggal (Al-Haqqul Wahid).
Sesuai
dengan faham yang ada dalam Islam, Tuhan bagi al-Kindi adalah Pencipta dan
bukan Penggerak Pertama sebagai pendapat Aristoteles. Alam bagi al-Kindi bukan
kekal di zaman lampau tetapi punya permulaan. Karena itulah ia lebih dekat
dalam hal ini pada falsafat Plotinus yang mengatakan bahwa Yang Maha Satu
adalah sumber dari alam ini dan sumber dari segala yang ada. Alam ini adalah
emanasi dari Yang Maha Satu.
3) Falasafat Jiwa
Al-Quran
dan Hadits Nabi Muhammad Saw. tidak menjelaskan tegas tentang roh dan jiwa.
Bahkan Al-Quran sebagai pokok sumber ajaran Islam menginformasikan bahwa
manusia tidak akan mengetahui hakikat ruh karena itu urusan Allah bukan
Manusia. Dengan adanya hal tersebut, kaum filosof Muslim membahas jiwa
berdasarkan pada falsafat jiwa yang dikemukakan para filosof Yunani,
kemudian mereka selaraskan dengan ajaran Islam.
Al-Kindi
juga mengatakan bahwa jiwa adalah tunggal, tidak tersusun, tidak panjang, dalam
dan lebar. Jiwa mempunyai arti penting , sempurna, dan mulia. Subtansinya
berasal dari subtansi Allah. Hubungannya dengan Allah sama dengan hubungannya
dengan cahaya dan matahari. Jiwa mempunyai wujud tersendiri, terpisah, dan
berbeda dengan jasad atau badan. Jiwa bersifat rohani dan illahi sementara
badan mempunyai hawa nafsu dan marah. Dan perbedaannya jiwa menentang keinginan
hawa nafsu.
Pada
jiwa manusia terdapat tiga daya: daya bernafsu (yang terdapat di perut), daya
marah (terdapat di dada), dan daya pikir (berputar pada kepala).
4)
Akal
Dalam
jiwa manusia terdapat tiga daya yang telah disebutkan diatas salah satunya
ialah daya berpikir. Daya berpikir itu adalah akal. Menurut al-Kindi akal
dibagi menjadi tiga macam: akal yang bersifat potensil; akal yang keluar dari
sifat potensil dan aktuil; dan akal yang telah mencapai tingkat kedua dari
aktualitas.
Akal
yang bersifat potensil tidak bisa mempunyai sifat aktuil jika tidak ada
kekuatan yang menggerakannya dari luar. Dan oleh karena itu bagi al-Kindi ada
satu lagi macam akal yang mempunyai wujud di luar roh manusia, dan bernama akal
yang selamanya dalam aktualitas. Akal tersebut membuat akal yang bersifat
potensil dalam roh manusia menjadi aktuil. Sifat-sifat akal ini yaitu Merupakan
akal pertama, Selamanya dalam aktualitas, Merupakan spesies dan genus, Membuat
akal potensil menjadi aktuil berpikir, Tidak sama dengan akal potensil tetapi
lain dari padanya.
Ahmad Fuad
Al-Ahwani, Filsafat Islam, (Jakarta: Pustaka Firdausi, 1995).
H.
Sirajuddin Zarmi, Filsafat Islam: Filosof dan Filsafatnya, (Jakarta: PT
Raja Grafindo Persada, 2004).
Harun
Nasution, Falsafat dan Mistisisme dalam Islam, (Jakarta: NV. Bulan Bintang,
1978)
2. AL – FARABI
A.
Biografi dan Pendidikannya.
Al-Farabi,
nama lengkapnya adalah Abu Muhammad ibn Muhammad Ibn Tarkhan ibn Auzalagh. Ia
lahir di wasij, distrik Farab (sekarang dikenal dengan kota Atrar/Transoxiana).
Turkistan pada tahun 257 H/870 M. Ayahnya seorang jendral berkebangsaan Persia
dan ibunya berkebangsaan Turki. Ia dikenal dikalangan Latin Abad Tengah dengan
sebutan Abu Nashr (Abunaser), sedangkan sebutan nama al-Farabi diambil dari
nama kota Farab, tempat ia dilahirkan. Al-Farabi mempunyai sebutan layaknya
sebutan nama bagi orang-orang Turki, ini dikarenakan ibunya bersal dari negara
Turki.
Sejak
kecil al-Farabi sudah tekun dan rajin belajar, apalagi dalam mempelajari
bahasa, kosa kata, dan tutur bahasa ia telah cakap dan luar biasa. Penguasaan
terhadap bahasa Iran, Turkistan dan Kurdikistan sangat ia pahami. Malah
sebaliknya, bahasa Yunani dan Suryani sebagai bahasa ilmu pengetahuan pada
waktu itu tidak ia kuasai. Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa Farabi
dapat berbicara dalam tujuh puluh macam bahasa; tetapi yang dia kuasai dengan
aktif hanya empat bahasa; Arab, Persia, Turki, dan Kurdi.
Al-Farabi
dalam usia 40 tahun pergi ke Baghdad, sebagai pusat kebudayaan dan ilmu
pengetahuan dunia di kala itu. Selama di Baghdad ia banyak menggunakan waktunya
untuk berdiskusi, mengajar, mengarang, dan mengulas buku-buku filsafat.
B.
Pemikirannya
1)
Filsafat Emanasi
Salah
satu filsafat al-Farabi adalah teori emanasi yang di dapatnya dari teori
Plotinus. Apabila terdapat satu zat yang kedua sesudah zat yang pertama, maka
zat yang kedua ini adalah sinar yang keluar dari yang pertama. Sedang Ia (Yang
Esa) adalah diam, sebagaimana keluarnya sinar yang berkilauan dari matahari,
sedang matahari ini diam. Selama yang pertama ini ada, maka semua makhluk terjadi
dari zat-Nya, timbullah suatu hakikat yang bertolak keluar. Hakikat ini sama
seperti form (surat) sesuatu, di mana sesuatu itu, keluar darinya.
2)
Filsafat Metafisika
Mengenai
pembicaraan filsafat metafisika ini, seperti para filosof lainnya, yakni membahas
tentang masalah ke-Tuhanan. Al-Farabi membagi ilmu Ketuhanan menjadi 3 (tiga)
yaitu: pertama, membahas semua wujud dan hal-hal yang terjadi padanya sebagai
wujud. Kedua, membahas prinsip-prinsip burhan dalam ilmu-ilmu teori juz’iyat
(paticulars), yaitu ilmu yang berdiri sendiri karena penelitiannya tentang
Wujud tertentu. Ketiga, membahas semua Wujud yang tidak berupa benda-benda
ataupun berada dalam benda-benda itu.
Al-Farabi
ketika menjelaskan Metafisika (ke-Tuhanan), menggunakan pemikiran Aristoteles dan
Neoplatonisme. Ia berpendapat bahwa al-Maujud al-Awwal sebagai sebab pertama
bagi segala yang ada. Dalam pemikiran adanya Tuhan, al-Farabi mengemukakan
dalil Wajib al-Wujud dan Mumkin al-Wujud. Menurutnya, segala yang ada ini hanya
memiliki dua kemungkinan dan tidak ada alternatif yang ketiga. Wajib al-Wujud
adalah wujudnya tidak boleh tidak ada, ada dengan sendirinya, esensi dan
wujudnya adalah sama dan satu. Ia adalah Wujud yang sempurna selamanya dan
tidak didahului oleh tiada. Jika Wujud itu tidak ada, akan timbul
kemustahilan karena Wujud lain untuk adanya bergantung kepadanya. Inilah yang
disebut dengan Tuhan. Adapun mumkin al-Wujud tidak akan berubah menjadi Wujud
Aktual tanpa adanya Wujud yang menguatkan, dan yang menguatkan itu bukan
dirinya, tetapi Wajib al-Wujud. Walaupun demikian, mustahil terjadi daur dan
tasalsul (processus in infinitum) karena rentetan sebab akibat itu akan
berakhir pada Wajib al-Wujud.
3)
Filsafat ke-Nabian
Filsafat
ke-Nabian dalam pemikiran al-Farabi erat hubungannya pada agama. Agama yang
dimaksud adalah agama Samawi (langit). Dalam agama Islam Nabi adalah manusia
seperti manusia lainnya. Akan tetapi Nabi diberi kelebihan oleh Allah akan
kemuliaan berupa mukjizat yang tidak dimiliki oleh manusia lainnya. Maka dalam
agama Islam, seorang Nabi adalah utusan Allah yang mengemban tugas keagamaan.
Nabi adalah utusan Allah yang diberikan Al-Kitab yang dipandang sebagai Wahyu
Ilahi.
Salah
satu filsafat al-Farabi ini menjelaskan eksistensi para Nabi yang mempunyai
jiwa besar, dan membawa pencerahan-pencerahan serta mempunyai kesanggupan untuk
berkomunikasi dengan akal fa’al. Sebab lahirnya filsafat ke-Nabian ini
disebabkan adanya pengingkaran terhadap eksistensi ke-Nabian secara filosofis
oleh Ahmad Ibnu Ishaq Al-Ruwandi. Ia adalah seorang tokoh yahudi yang membuat
karya-karya tentang keingkaran kepada Nabi, dan umumnya pada nabi Muhammad SAW.
4)
Filsafat Politik
Dalam
persoalan filsafat ke-Negaraan ini, filsafat al-Farabi lebih mengarah kepada
filsafat Plato, Aristotoles dan Ibnu Abi Rabi’, al- Farabi berpendapat bahwa
manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang mempunyai kecenderungan alami untuk
bermasyarakat. Hal ini dikarenakan manusia tidak mampu memenuhi segala
kebutuhannya sendiri tanpa bantuan atau kerjasama dengan pihak lain. Adapun
tujuan bermasyarakat itu menurutnya, tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan
pokok hidup, tetapi juga untuk menghasilkan kelengkapan hidup yang akan
memberikan kepada manusia akan sebuah kebahagiaan, tidak saja materil tetapi
juga sprituil, tidak saja di dunia yang fana ini, tetapi juga di akhirat nanti.
Pendapatnya ini menyangkut tujuan hidup beragama sebagai seorang muslim di
masyarakat.
Menurut
al-Farabi, Negara mempunyai warga-warga dengan bakat dan kemampuan yang tidak
sama satu sama lain. Di antara mereka terdapat seorang kepala dan sejumlah
warga yang martabatnya mendekati martabat kepala, dan masing-masing memiliki
bakat dan keahlian untuk melaksanakan tugas-tugas yang mendukung kebijakan
Kepala Negara (sebagai sebuah jabatan). Kemudian dari Kepala Negara,
membagi tugasnya kepada sekelompok masyarakat di bawah peringkatnya, kemudian
di bawah peringkat tersebut, ada sekelompok orang lagi yang bertanggung jawab
untuk kesejahteraan Negara dan begitu seterusnya sampai golongan terendah.
Al-Farbi
juga berpandangan, yang paling ideal sebagai Kepala Negara adalah Nabi/Rasul
atau filosofis. Selain tugasnya mengatur Negara, juga sebagai pengajar dan
pendidik terhadap anggota masyarakat yang dipimpinnya. Kalau tidak ada
sifat-sifat Kepala Negara yang ideal inilah pimpinan Negara diserahkan kepada
seorang yang memiliki sifat-sifat yang dekat dengan sifat-sifat yang dimiliki
Kepala Negara ideal. Sekiranya sifat-sifat dimaksud tidak pula terdapat pada
seseorang, tetapi terdapat dalam diri beberapa orang, maka Negara harus
diserahkan kepada mereka dan mereka secara bersama harus bersatu memimpin
masyarakat.
Mustofa,
A. Filsafat Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2004
Nasution,
Harun, Filsafat dan Mitisisme dalam Islam, Cet. Ke IX, Jakarta: Bulan Bintang,
1973
Read more: http://syafieh.blogspot.com/2013/04/filsafat-islam-al-farabi-dan
pemikiran.html#ixzz2tfbfRwzr
3. Ibnu Rusyd
A.
Biografi dan Pendidikannya
Nama lengkapnya, Abu Walid Muhammad Ibnu
Muhammad Ibnu Rusyd dilahirkan di Cordova sebuah kota di Andalus. Ia terlahir
pada tahun 510 H/126 M, Ia lebih populer dengan sebutan Ibnu Rusyd. Orang
barat menyebutnya dengan sebuah nama Averrois. Sebutan ini sebenarnya di ambil
dari nama kakeknya. Keturunannya berasal dari keluarga yang alim dan terhormat,
bahkan terkenal dengan keluarga yang memiliki banyak keilmuan. Kakek dan
ayahnya mantan hakim di Andalus dan ia sendiri pada tahun 565 H/1169 M diangkat
pula menjadi hakim di Seville dan Cordova. Karena prestasinya yang luar biasa
dalam ilmu hukum, pada tahun 1173 M ia dipromosikan menjadi ketua Mahkamah
Agung, Qadhi al-Qudhat di Cordova
Ibnu rusyd tumbuh dan hidup dalam keluarga
yang besar sekali ghairahnya pada ilmu pengetahuan. Hal itu terbukti, Ibnu
Rusyd bersama-sama merivisi buku Imam Malik, Al-Muwaththa, yang dipelajarinya
bersama ayahnya Abu Al-Qasim dan ia menghapalnya. Ia juga juga mempelajari
matematika, fisika, astronomi, logika, filsafat, dan ilmu pengobatan.
Guru-gurunya dalam ilmu-ilmu tersebut tidak terkenal, tetapi secara keseluruhan
Cordova terkenal sebagai pusat studi filsafat. Adapun seville terkenal karena
aktivitas-aktivitas artistiknya. Cordova pada saat itu menjadi saingan bagi
Damaskus, Baghdad, Kairo, dan kota-kota besar lainnya di negeri-negeri Islam
Timur.
Sebagai seorang fiolosof, pengaruhnya di
kalangan Istana tidak disenangi oleh kaum ulama dan kaum fuqaha. Sewaktu timbul
peperangan antara Sultan Abu Yusuf dan kaum Kristen, sultan berhajat pada
kat-kata kaum ulama dan kaum fuqaha. Maka kedaan menjadi berubah, Ibnu Rusyd
disingkirkan oleh kaum ulama dan kaum fuqaha. Ia dituduh membawa aliran
filsafat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, akhirnya Ibnu Rusyd ditangkap
dan diasingkan ke suatu tempat yang bernama Lucena di daerah Cordova. Oleh
sebab itu, kaum filosof tidak disenangi lagi, maka timbullah pengaruh kaum
ulama dan kaum fuqaha. Ibnu Rusyd sendiri kemudian dipindahkan ke Maroko dan
meninggal di sana dalam usia 72 tahun pada tahun 1198 M.
B.
Pemikirannya
1)
Pemikiran Epistemologi Ibn Rusyd
Dalam kitabnya Fash al Maqal ini, ibn
Rusyd berpandangan bahwa mempelajari filsafat bisa dihukumi wajib. Dengan dasar
argumentasi bahwa filsafat tak ubahnya mempelajari hal-hal yang wujud yang lantas
orang berusaha menarik pelajaran / hikmah / ’ibrah darinya, sebagai sarana
pembuktian akan adanya Tuhan Sang Maha Pencipta. Semakin sempurna pengetahuan
seseorang tentang maujud atau tentang ciptaan Tuhan , maka semakin sempurnalah
ia bisa mendekati pengetahuan tentang adanya Tuhan. Bahkan dalam banyak
ayat-ayat-Nya Tuhan mendorong manusia untuk senantiasa menggunakan daya
nalarnya dalam merenungi ciptaan-ciptaan-Nya.
Jika kemudian seseorang dalam pemikirannya semakin menjauh dengan dasar-dasar Syar’iy maka ada beberapa kemungkinan, pertama, ia tidak memiliki kemampuan / kapasitas yang memadai berkecimpung dalam dunia filsafat, kedua, ketidakmampuan dirinya mengendalikan diri untuk untuk tidak terseret pada hal-hal yang dilarang oleh agama dan yang ketiga adalah ketiadaan pendamping /guru yang handal yang bisa membimbingnya memahami dengan benar tentang suatu obyek pemikiran tertentu.
Oleh karena itu tidak mungkin filsuf akan berubah menjadi mujtahid, tidak mempercayai eksistensi Tuhan/ meragukan keberadaaan Tuhan, Kalaupun ia berada dalam kondisi semacam itu bisa dipastikan ia mengalami salah satu dari 3 faktor di atas, atau terdapat dalam dirinya gabungan 2 atau 3 faktor-faktor tersebut. Sebab kemmapuan manusia dalam menenrima kebenaran dan bertindak dalam mencari pengetahuan berbeda-beda
Jika kemudian seseorang dalam pemikirannya semakin menjauh dengan dasar-dasar Syar’iy maka ada beberapa kemungkinan, pertama, ia tidak memiliki kemampuan / kapasitas yang memadai berkecimpung dalam dunia filsafat, kedua, ketidakmampuan dirinya mengendalikan diri untuk untuk tidak terseret pada hal-hal yang dilarang oleh agama dan yang ketiga adalah ketiadaan pendamping /guru yang handal yang bisa membimbingnya memahami dengan benar tentang suatu obyek pemikiran tertentu.
Oleh karena itu tidak mungkin filsuf akan berubah menjadi mujtahid, tidak mempercayai eksistensi Tuhan/ meragukan keberadaaan Tuhan, Kalaupun ia berada dalam kondisi semacam itu bisa dipastikan ia mengalami salah satu dari 3 faktor di atas, atau terdapat dalam dirinya gabungan 2 atau 3 faktor-faktor tersebut. Sebab kemmapuan manusia dalam menenrima kebenaran dan bertindak dalam mencari pengetahuan berbeda-beda
2)
Metafisika
Dalam masalah ketuhanan, Ibn Rusyd
berpendapat bahwa Allah adalah Penggerak Pertama (muharrik al-awwal). Sifat
posistif yang dapat diberikan kepada Allah ialah ”Akal”, dan ”Maqqul”.
Wujud Allah ; Esa-Nya. Wujud dan ke-Esa-an tidak berbeda dari zat-Nya.
Konsepsi Ibn Rusyd tentang ketuhanan jelas sekali merupakan pengaruh Aristoteles, Plotinus, Al-Farabi, dan Ibn Sina, disamping keyakinan agama Islam yang dipeluknya. Mensifati Tuhan dengan ”Esa” merupakan ajaran Islam, tetapi menamakan Tuhan sebagai penggerak Pertama, tidak pernah dijumpai dalam pemahaman Islam sebelumnya, hanya di jumpai dalam filsafat Aristoteles dan Plotinus, Al-Farabi, dan Ibnu Sina.
Konsepsi Ibn Rusyd tentang ketuhanan jelas sekali merupakan pengaruh Aristoteles, Plotinus, Al-Farabi, dan Ibn Sina, disamping keyakinan agama Islam yang dipeluknya. Mensifati Tuhan dengan ”Esa” merupakan ajaran Islam, tetapi menamakan Tuhan sebagai penggerak Pertama, tidak pernah dijumpai dalam pemahaman Islam sebelumnya, hanya di jumpai dalam filsafat Aristoteles dan Plotinus, Al-Farabi, dan Ibnu Sina.
Hanafi,
Ahmad. Pengantar Filsafat Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1996.
Nasution, Hasyimsyah. Filsafat Islam, Cet keempat. Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999.
Nasution, Hasyimsyah. Filsafat Islam, Cet keempat. Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999.
Read more: http://syafieh.blogspot.com/2013/05/pemikiran-filsafat-islam-ibnu-rusyd.html#ixzz2tfbID6ec
4. IBNU SINA
A.
Biografi dan Pendidikannya
Ibnu Sina , nama asli beliau adalah Abu
Ali Hosain ibnu bdullah ibnu Sina. Di Eropa (dunia Barat) ia lebih dikenal
dengan sebutan Avicenna. Ia lahir di sebuah desa Afsyana, di daerah dekat
Bukhara pada tahun 340 H. Bertepatan dengan tahun 980 M.
Dalam pendidikannya, Ibnu Sina sangat haus
dengan pendidikan, hidupnya selalu diwarnai dengan belajar, diantara guru yang
mendidiknya ialah ’Abu Abdallah Al-Natali dan Isma’il sang Zahid. Karena
kecerdasan otaknya yang luar biasa ia dapat menguasai semua ilmu yang diajarkan
kepadanya dengan sempurna dari sang guru, bahkan melebihi pengetahuan sang
guru.
B.
Pemikirannya
1)
Filsafat Wujud
Mengenai
Wujud Tuhan, Ibnu Sina memiliki pendapat yang berbeda dari Ibnu Farabi. Ibnu
Sina bahwa Akal Pertama mempunyai dua sifat; sifat wajib wujudnya, sebagai
pancaran dari Allah, dan sifat mungkin wujudnya jika ditinjau dari hakekat
dirinya (wajibul Wujudul Lighairi dan Mumkinul Wujudul Lidzatihi) dalam bahasa
Inggris (Necessary by virtue of the Necessary Being dan Possible in essence).
Dengan
demikian ia mempunyai tiga obyek pemikiran: Tuhan, dirinya sebagai wajib
wujudnya dan dirinya sebagai mungkin wujudnya. Dari pemikiran tentang Tuhan,
timbul akal-akal, dari pemikiran tentang dirinya sebagai wajib wujudnya timbul
jiwa-jiwa dan dari pemikiran tentang dirinya sebagai mungkin wujudnya timbul
langit-langit.
Menurut
Ibnu Sina, bahwa Tuhan, dan hanya Tuhan saja yang memiliki wujud Tunggal secara
mutlak. Sedangkan segala sesuatu yang lain memiliki kodrat yang mendua. Karena
ketunggalannya, apakah Tuhan itu, dan kenyataan bahwa ia ada, bukanlah dua
unsur dalam satu wujud, tetapi satu unsur anatomik dalam wujud yang Tunggal.
Tentang apakah Tuhan itu dan hakikat Tuhan adalah identik dengan
eksistensi-Nya. Hal ini bukan merupakan kejadian bagi wujud lainnya, karena
tidak ada kejadian lain yang eksistensinya identik dengan esensinya. Dengan
kata lain, seorang suku Eskimo yang tidak pernah melihat gajah, maka ia
tergolong salah seorang yang berdasarkan kenyataan itu sendiri mengetahui bahwa
gajah itu ada. Demikian halnya, adanya Tuhan adalah satu keniscayaan, sedangkan
adanya sesuatu yang lain hanya mungkin dan diturunkan dari adanya Tuhan, dan
dugaan bahwa Tuhan itu tidak ada mengandung kontradiksi, karena dengan demikian
yang lain pun juga tidak akan ada.
2)
Filsafat Jiwa
Menurut
pendapat Ibnu Sina, jiwa manusia merupakan satu unit yang tersendiri dan
mempunyai wujud terlepas dari badan. Jiwa manusia timbul dan tercipta tiap kali
ada badan yang sesuai dan dapat menerima jiwa lahir di dunia ini. Sungguhpun
jiwa manusia tidak mempunyai fungsi-fungsi fisik, dengan demikian tidak
berhajat pada badan untuk menjalankan tugasnya sebagai daya yang berpikir,
yakni jiwa yang masih berhajat pada badan.
Menurut
Ibnu Sina, hal ini adalah cara pembuktian yang lebih langsung tentang
subtansialitas nonbadan, jiwa, yang berlaku bukan sebagai argumen, tetapi
sebagai pembuka mata. Jiwa manusia , sebagai jiwa-jiwa lain segala apa yang
terdapat di bawah bulan, memancar dari Akal kesepuluh.
3)
ilsafat Tentang Ke-Nabian
Mengenai
pemikiran Ibnu Sina tentang kenabian, ia berpendapat bahwa Nabi adalah manusia
yang paling unggul, lebih unggul dari filosof karena Nabi memiliki akal aktual
yang sempurna tanpa latihan atau studi keras, sedangkan filosof mendapatkannya
dengan usaha dan susah payah. Akal manusia terdiri empat macam yaitu akal
materil, akal intelektual, akal aktuil, dan akal mustafad.
Salah
satu ungkapan Ibnu Sina tentang perihala Nabi yakni; Ada wujud yang berdiri
sendiri dan ada pula yang tidak berdiri sendiri. Yang pertama lebih unggul
daripada yang kedua. Ada bentuk dan substansi yang tidak berada dalam meteri
dan ada pula yang berada dalam materi. Yang pertama lebih unggul daripada yang
kedua, selanjutnya ada hewan yang rasional (manusia) dan ada pula hewan yang
tidak rasional (binatang). Yang pertama lebih unggul daripada yang kedua
…selanjutnya ada manusia yang memiliki akal aktual dengan sempurna secara
langsung (tanpa latihan, tanpa belajar keras) dan ada pula yang memiliki akal
aktual dengan sempurna secara tidak langsung (yakni melalui latihan dan studi),
maka yang pertama yakni para Nabi yang lebih unggul daripada yang kedua, yakni
para filsuf. Para Nabi berada di puncak keunggulan atau keutamaan dalam
lingkungan makhluk-makhluk materi. Karena yang lebih unggul harus memimpin
segenap manusia yang diunggulinya.
Menurut
Ibnu Sina, seorang Nabi sangat identik dengan akal aktif, dan sepanjang
identitas ini masih berlaku, akal aktif itu disebut ‘Aql Mustafad (akal yang
telah dicapai). Namun, Nabi manusia tidak identik dengan akal aktif. Dengan
demikian, pemberi wahyu dalam satu internal dengan Nabi, dalam hal lain, yaitu
sepanjang pengertian pemberi wahyu , yaitu manusia yang eksternal dengannya.
Oleh sebab itu, Nabi dalam hal sebagai manusia secara “aksidental” bukan secara
esensial, adalah akal aktif (untuk pengertian istilah “aksidental”).
A. Mustofa,
Filsafat Islam, Bandung: Pustaka Setia, 1999
Daudy, Ahmad, Kuliah Filsafat Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1986
Mustofa, A. Filsafat Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2004
Nasution, Harun, Filsafat dan Mitisisme dalam Islam, Cet. Ke IX, Jakarta: Bulan Bintang, 1973
Nasution, Hasyimsah, Filsafat Islam, Cet. Ke-3, Jakarta: Gaya Media Pratama, 2002
Daudy, Ahmad, Kuliah Filsafat Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1986
Mustofa, A. Filsafat Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2004
Nasution, Harun, Filsafat dan Mitisisme dalam Islam, Cet. Ke IX, Jakarta: Bulan Bintang, 1973
Nasution, Hasyimsah, Filsafat Islam, Cet. Ke-3, Jakarta: Gaya Media Pratama, 2002
Read more: http://syafieh.blogspot.com/2013/04/filsafat-islam-ibnu-sina-dan-pemikiran.html#ixzz2tfUKeKMI
5.
Al Ghazali
A. Biografi
dan Pendidikannya
Nama asli Imam al-Ghazali ialah Muhammad bin Ahmad, Al-Imamul Jalil, Abu Hamid Ath Thusi Al-Ghazali. Lahir di Thusi daerah Khurasan wilayah Persia tahun 450 H (1058 M). Pekerjaan ayah Imam Ghazali adalah memintal benang dan menjualnya di pasar-pasar. Ayahnya termasuk ahli tasawuf yang hebat, sebelum meninggal dunia, ia berwasiat kepada teman akrabnya yang bernama Ahmad bin Muhammad Ar Rozakani agar dia mau mengasuh al-Ghazali. Maka ayah Imam Ghazali menyerahkan hartanya kepada ar-Rozakani untuk biaya hidup dan belajar Imam Ghazali
Nama asli Imam al-Ghazali ialah Muhammad bin Ahmad, Al-Imamul Jalil, Abu Hamid Ath Thusi Al-Ghazali. Lahir di Thusi daerah Khurasan wilayah Persia tahun 450 H (1058 M). Pekerjaan ayah Imam Ghazali adalah memintal benang dan menjualnya di pasar-pasar. Ayahnya termasuk ahli tasawuf yang hebat, sebelum meninggal dunia, ia berwasiat kepada teman akrabnya yang bernama Ahmad bin Muhammad Ar Rozakani agar dia mau mengasuh al-Ghazali. Maka ayah Imam Ghazali menyerahkan hartanya kepada ar-Rozakani untuk biaya hidup dan belajar Imam Ghazali
Pada
masa kecilnya ia mempelajari ilmu fiqh di negerinya sendiri pada Syekh Ahmad
bin Muhammad Ar-Rozakani (teman ayahnya yang merupakan orang tua asuh al-Ghazali),
kemudian ia belajar pada Imam Abi Nasar Al-Ismaili di negeri Jurjan. Setelah
mempelajri beberapa ilmu di negerinya, maka ia berangkat ke Naishabur dan
belajar pada Imam Al-Haromain. Di sinilah ia mulai menampakkantanda-tanda
ketajaman otaknya yang luar biasa dan dapat menguasai beberapa ilmu pengetahuan
pokok pada masa itu seperti ilmu matiq (logika), falsafah dan fiqh madzhab
Syafi’i.
Semuanya
mengakui akan ketinggian ilmu yang dimiliki al-Ghazali. Menteri Nizam al Muluk
akhirnya melantik al-Ghazali pada tahun 484 H/1091 M. Sebagai guru besar
(profesor) pada perguruan Tinggi Nizamiyah yang berada di kota Baghdad.
Al-Ghazali kemudian mengajar di perguruan tinggi tersebut selama 4 (empat)
tahun.
B. Pemikiran
Filsafat Al-Ghazali
1) Metafisika
Untuk pertama kalinya
Al-Ghazali mempelajari karangan-karangan ahli filsafat terutama karangan Ibnu
Sina. Setelah mempelajari filsafat dengan seksama, ia mengambil kesimpulan
bahwa mempergunakan akal semata-mata dalam soal ketuhanan adalah seperti
mempergunakan alat yang tidak mencukupi kebutuhan.
Al-Ghazali dalam Al-Munqidz min al-Dhalal menjelaskan bahwa jika berbicara mengenai ketuhanan (metafisika), maka disinilah terdapat sebagian besar kesalahan mereka (para filosof) karena tidak dapat mengemukakan bukti-bukti menurut syarat-syarat yang telah mereka tetapkan sendiri dalam ilmu logika.
Al-Ghazali dalam Al-Munqidz min al-Dhalal menjelaskan bahwa jika berbicara mengenai ketuhanan (metafisika), maka disinilah terdapat sebagian besar kesalahan mereka (para filosof) karena tidak dapat mengemukakan bukti-bukti menurut syarat-syarat yang telah mereka tetapkan sendiri dalam ilmu logika.
2) Iradat
Tuhan
Mengenai kejadian alam dan dunia, Al-Ghazali berpendapat bahwa dunia itu berasal dari iradat (kehendak) tuhan semat-mata, tidak bisa terjadi dengan sendirinya. Iradat tuhan itulah yang diartikan penciptaan. Iradat itu menghasilkan ciptaan yang berganda, di satu pihak merupakan undang-undang, dan di lain pihak merupakan zarah-zarah (atom-atom) yang masih abstrak. Penyesuaian antara zarah-zarah yang abstrak dengan undang-undang itulah yang merupakan dunia dan kebiasaanya yang kita lihat ini.
Iradat tuhan adalah mutlak, bebas dari ikatan waktu dan ruang, tetapi dunia yang diciptakan itu seperti yang dapat ditangkap dan dikesankan pada akal (intelek) manusia, terbatas dalam pengertian ruang dan waktu. Al-Ghazali menganggap bahwa tuhan adalah transenden, tetapi kemauan iradatnya imanen di atas dunia ini, dan merupakan sebab hakiki dari segala kejadian.
Al-Ghazali berpendapat bahwa suatu peristiwa itu adalah iradat Tuhan, dan Tuhan tetap bekuasa mutlak untuk menyimpangkan dari kebiasaan-kebiasaan sebab dan akibat tersebut. Sebagai contoh, kertas tidak mesti terbakar oleh api, air tidak mesti membasahi kain. Semua ini hanya merupakan adat (kebiasaan) alam, bukan suatu kemestian. Terjadinya segala sesuatu di dunia ini karena kekuasaan dan kehendak Allah semata. Begitu juga dengan kasus tidak terbakarnya Nabi Ibrahim ketika dibakar dengan api. Mereka menganggap hal itu tidak mungkin, kecuali dengan menghilangkan sifat membakar dari api ituatau mengubah diri (zat) Nabi Ibrahim menjadi suatu materi yang tidak bisa terbakar oleh api.
Mengenai kejadian alam dan dunia, Al-Ghazali berpendapat bahwa dunia itu berasal dari iradat (kehendak) tuhan semat-mata, tidak bisa terjadi dengan sendirinya. Iradat tuhan itulah yang diartikan penciptaan. Iradat itu menghasilkan ciptaan yang berganda, di satu pihak merupakan undang-undang, dan di lain pihak merupakan zarah-zarah (atom-atom) yang masih abstrak. Penyesuaian antara zarah-zarah yang abstrak dengan undang-undang itulah yang merupakan dunia dan kebiasaanya yang kita lihat ini.
Iradat tuhan adalah mutlak, bebas dari ikatan waktu dan ruang, tetapi dunia yang diciptakan itu seperti yang dapat ditangkap dan dikesankan pada akal (intelek) manusia, terbatas dalam pengertian ruang dan waktu. Al-Ghazali menganggap bahwa tuhan adalah transenden, tetapi kemauan iradatnya imanen di atas dunia ini, dan merupakan sebab hakiki dari segala kejadian.
Al-Ghazali berpendapat bahwa suatu peristiwa itu adalah iradat Tuhan, dan Tuhan tetap bekuasa mutlak untuk menyimpangkan dari kebiasaan-kebiasaan sebab dan akibat tersebut. Sebagai contoh, kertas tidak mesti terbakar oleh api, air tidak mesti membasahi kain. Semua ini hanya merupakan adat (kebiasaan) alam, bukan suatu kemestian. Terjadinya segala sesuatu di dunia ini karena kekuasaan dan kehendak Allah semata. Begitu juga dengan kasus tidak terbakarnya Nabi Ibrahim ketika dibakar dengan api. Mereka menganggap hal itu tidak mungkin, kecuali dengan menghilangkan sifat membakar dari api ituatau mengubah diri (zat) Nabi Ibrahim menjadi suatu materi yang tidak bisa terbakar oleh api.
3) Etika
Mengenai filsafat etika Al-Ghazali secara sekaligus dapat kita lihat pada teori tasawufnya dalam buku Ihya’ ‘Ulumuddin. Dengan kata lain, filsafat etika Al-Ghazali adalah teori tasawufnya itu. Mengenai tujuan pokok dari etika Al-Ghazali kita temui pada semboyan tasawuf yang terkenal “Al-Takhalluq Bi Akhlaqihi ‘Ala Thaqah al-Basyariyah, atau Al-Ishaf Bi Shifat al-Rahman ‘Ala Thaqah al-Basyariyah”. Maksudnya adalah agar manusia sejauh kesanggupannya meniru perangai dan sifat-sifat ketuhanan seperti pengasih, pemaaf, dan sifat-sifat yang disukai Tuhan, jujur, sabar, ikhlas dan sebagainya.
Mengenai filsafat etika Al-Ghazali secara sekaligus dapat kita lihat pada teori tasawufnya dalam buku Ihya’ ‘Ulumuddin. Dengan kata lain, filsafat etika Al-Ghazali adalah teori tasawufnya itu. Mengenai tujuan pokok dari etika Al-Ghazali kita temui pada semboyan tasawuf yang terkenal “Al-Takhalluq Bi Akhlaqihi ‘Ala Thaqah al-Basyariyah, atau Al-Ishaf Bi Shifat al-Rahman ‘Ala Thaqah al-Basyariyah”. Maksudnya adalah agar manusia sejauh kesanggupannya meniru perangai dan sifat-sifat ketuhanan seperti pengasih, pemaaf, dan sifat-sifat yang disukai Tuhan, jujur, sabar, ikhlas dan sebagainya.
A. Mustofa, Filsafat Islam, Bandung: Pustaka Setia, 1999
Daudy, Ahmad, Kuliah Filsafat Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1986
Supriyadi, Dedi, Pengantar Filsafat Islam Konsep, Filosof dan Ajarannya, Bandung: Pustaka Setia, 2009
Zar, Sirajuddin, Filsafat Islam filosof dan filsafatnya, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004
Read more: http://syafieh.blogspot.com/2013/04/filsafat-islam-al-ghazali-dan-pemikiran.html#ixzz2tfYtij9D
FILSUF
– FILSUF BARAT
Thales adalah seorang filsuf
yang mengawali sejarah filsafat Barat pada abad ke-6 SM. Sebelum Thales,
pemikiran Yunan dikuasai cara berpikir mitologis dalam menjelaskan segala
sesuatu. Pemikiran Thales dianggap sebagai kegiatan berfilsafat pertama karena
mencoba menjelaskan dunia dan gejala-gejala di dalamnya tanpa bersandar pada
mitos melainkan pada rasio manusia. Ia juga dikenal sebagai salah seorang dari
Tujuh Orang Bijaksana (dalam bahasa Yunani hoi hepta sophoi), yang oleh
Aristoteles diberi gelar ‘filsuf yang pertama’. Selain sebagai filsuf, Thales
juga dikenal sebagai ahli geometri, astronomi, dan politik. Bersama dengan Anaximandros
dan Anaximenes, Thales digolongkan ke dalam Mazhab Miletos.
Thales tidak
meninggalkan bukti-bukti tertulis mengenai pemikiran filsafatnya. Pemikiran
Thales terutama didapatkan melalui tulisan Aristoteles tentang dirinya. Aristoteles
mengatakan bahwa Thales adalah orang yang pertama kali memikirkan tentang asal
mula terjadinya alam semesta. Karena itulah, Thales juga dianggap sebagai
perintis filsafat alam (natural philosophy).
Thales
(624-546 SM) lahir di kota Miletos yang merupakan tanah perantauan orang-orang
Yunani di Asia Kecil. Situasi Miletos yang makmur memungkinkan orang-orang di
sana untuk mengisi waktu dengan berdiskusi dan berpikir tentang segala sesuatu.
Hal itu merupakan awal dari kegiatan berfilsafat sehingga tidak mengherankan bahwa
para filsuf Yunani pertama lahir di tempat ini.
A. Pemikiran
a) Air sebagai Prinsip Dasar Segala Sesuatu
Thales menyatakan bahwa air adalah
prinsip dasar (dalam bahasa Yunani arche) segala sesuatu. Air menjadi
pangkal, pokok, dan dasar dari segala-galanya yang ada di alam semesta. Berkat
kekuatan dan daya kreatifnya sendiri, tanpa ada sebab-sebab di luar dirinya,
air mampu tampil dalam segala bentuk, bersifat mantap, dan tak terbinasakan.
Argumentasi Thales terhadap pandangan tersebut adalah bagaimana bahan makanan
semua makhluk hidup mengandung air dan bagaimana semua makhluk hidup juga
memerlukan air untuk hidup. Selain itu, air adalah zat yang dapat berubah-ubah
bentuk (padat, cair, dan gas) tanpa menjadi berkurang.
Selain itu, ia juga mengemukakan
pandangan bahwa bumi terletak di atas air. Bumi dipandang sebagai bahan yang
satu kali keluar dari laut dan kemudian terapung-apung di atasnya.
b) Pandangan tentang Jiwa
Thales berpendapat bahwa segala
sesuatu di jagat raya memiliki jiwa. Jiwa tidak hanya terdapat di dalam benda
hidup tetapi juga benda mati.Teori tentang materi yang berjiwa ini disebut hylezoisme.
Argumentasi Thales didasarkan pada magnet yang dikatakan memiliki jiwa karena
mampu menggerakkan besi.
c) Teorema Thales
Di dalam geometri, Thales dikenal karena
menyumbangkan apa yang disebut teorema Thales, kendati belum tentu seluruhnya
merupakan buah pikiran aslinya. Teorema Thales berisi sebagai
berikut:
Jika AC adalah sebuah diameter, maka sudut B adalah selalu
sudut siku-siku
Teorema Thales : 
- 1. Sebuah lingkaran terbagi dua sama besar oleh diameternya.
- 2. Sudut bagian dasar dari sebuah segitiga samakaki adalah sama besar.
- 3. Jika ada dua garis lurus bersilangan, maka besar kedua sudut yang saling berlawanan akan sama.
- 4. Sudut yang terdapat di dalam setengah lingkaran adalah sudut siku-siku.
- 5. Sebuah segitiga terbentuk bila bagian dasarnya serta sudut-sudut yang bersinggungan dengan bagian dasar tersebut telah ditentukan.
d) Pandangan Politik
Berdasarkan
catatan Herodotus, Thales pernah memberikan nasihat kepada orang-orang Ionia
yang sedang terancam oleh serangan dari Kerajaan Persia pada pertengahan abad
ke-6 SM. Thales menyarankan orang-orang Ionia untuk membentuk pusat
pemerintahan dan administrasi bersama di kota Teos yang memiliki posisi sentral
di seluruh Ionia. Di dalam sistem tersebut, kota-kota lain di Ionia
dapat dianggap seperti distrik dari keseluruhan sistem pemerintahan Ionia.
Dengan demikian, Ionia telah menjadi sebuah polis yang bersatu dan
tersentralisasi.
2.
Anaximandros
Anaximandros
adalah murid Thales. Masa hidupnya disebut orang dari Tahun 610 – 547 sebelum
Masehi. Ia lima belas tahun lebih muda dari Thales, tetapi meninggal dua tahun
lebih dahulu. Sebagai seorang filosof ia lebih besar daripada gurunya. Ia juga
ahli astronomi dan ahli ilmu bumi. Ia konon adalah orang pertama yang membuat
peta.
A. PEMIKIRANNYA
a) BIDANG
ASTRONOMI
Menurutnya,
dunia kita terletak di tengah- tengah alam semesta ini: berbentuk seperti
silinder, di sekitarnya ada lingkaran- lingkarang cincin (berwujud seperti
selang) yang penuh berisi api, dan selang- selang itu berlobang-lobang. Lewat
lobang inilah kita bisa melihat api di dalam cincin-cincin tersebut. Itu
makanya, bintang-bintang, bulan, matahari adalah “lobang lewat mana” kita bisa
mengetahui adanya cincin-cincin di langit itu. Yang terpenting dari sistem yang
diajukan Anaximandros ini adalah simetri yang ia ajukan: meskipun fenomen di
langit tampak tak beraturan, ia menemukan adanya keteraturan. Dan lebih dari
itu, simetri itu mengijinkan dirinya menyatakan bahwa dunia kita “tidak
bergerak”.
Anaximandros berpendapat bahwa
bumi kita tepat berada di tengah-tengah sehingga tidak ada satu alasanpun untuk
menjelaskan mengapa ia bergerak ke satu titik daripada titik lainnya. Sama
seperti seekor keledai yang berada di antara 2 gundukan jerami di arah
berlawanan dengan jarak yang sama, ia akan berhenti, dan mati kelaparan karena
tidak pernah memilih arah mana yang mau diambil.
Kematian keledai dan immobilitas
bumi kita diterangkan dengan sebuah prinsip yang sekarang kita kenal sebagai
prinsip kecukupan rasio (principe of sufficient
reason) :
- Jika tidak ada alasan bahwa X
muncul (terjadi) daripada Y (jika tidak ada alasan aku mengambil jalan lurus
atau mengambil putaran di depan)
- Jika tidak mungkin bahwa X dan
Y muncul (terjadi) bersama-sama (jika tidak mungkin untuk berjalan lurus dan
berbelok sekaligus)
- Maka kesimpulannya: baik X
maupun Y tidak ada (maka aku tdk jalan lurus dan tidak berbelok, aku diam!)
Prinsip abstrak ini yang
kemudian diterapkan Anaximandros kepada astronomi untuk mengatakan bahwa bumi
kita diam.
b) ASAL
MULA MANUSIA
Anaximandros
mengatakan bahwa tidak mungkin manusia pertama timbul dari air dalam rupa anak
bayi. Orang sering mengatakan bahwa Anaximandros menjadi pendahulu teori
evolusi spesies-spesies . Berhadapan dengan ragam kehidupan di dunia, ia
mencoba mencari dari mana asal-usul semuanya, dan terutama dari mana
manusia muncul. Barangkali, karena pengaruh gurunya, Thales, yang
mengusulkan physis air sebagai dasar kehidupan, ia lalu mengusulkan bahwa
asal-usul mereka adalah daerah lembab . Lalu bagaimana bisa muncul
kuda, kambing, yang semuanya tidak terlalu dekat hidupnya dengan hal-hal
lembab ? Maka dibuatlah spekulasi bahwa dulu-dulunya semua berasal dari
ikan atau semacam ikan yang dilindungi oleh cangkang. Tentang manusia ?
Manusia adalah satu-satunya binatang yang menyusui dalam periode lama untuk
akhirnya bisa makan sendiri. Jika demikian, maka manusia pertama pasti tidak
demikian, karena jika begitu ia akan cepat mati. Maka diusulkan bahwa manusia
pertama dikandung cukup lama dalam binantang semacam ikan, sampai kemudian
keluar darinya. Dan baru setelah itu ia bisa berkembang biak sendiri.[8
c) PHYSIS
ITU BERNAMA APEIRON
Seperti juga gurunya,
Anaximandros mencari asal dari segalanya. Ia tidak menerima begitu saja apa
yang diajarkan gurunya. Yang dapat diterima akalnya ialah bahwa yang asal itu
satu, tidak banyak. Tetapi yang satu itu bukan air. Menurut pendapatnya, barang
asal itu tidak berhingga dan tidak berkeputusan. Ia bekerja selalu dengan tiada
henti- hentinya, sedangkan yang dijadikannya tidak berhingga banyaknya. Jika
benar kejadian itu tidak berhingga, seperti yang lahir kelihatan, maka yang “asal”
itu mestilah tidak berkeputusan.
Yang asal itu, yang menjadi
dasar alam dinamai oleh anaximandros “Apeiron”. Apeiron itu tidak dapat
dirupakan, tak ada persamaannya dengan salah satu barang yang kelihatan di
dunia ini. Segala yang kelihatan itu, yang dapat ditentukan dengan panca indera
kita, adalah barang yang mempunyai akhir, yang berhingga. Segala yang tampak
dan terasa dibatasi oleh lawannya. Yang panas dibatasi oleh yang dingin. Di
mana yang bermula dingin, di sana berakhir yang panas. Yang cair dibatasi oleh
yang beku, yang terang oleh yang gelap. Dan bagaimana yang berbatas itu akan
dapat memberikan sifat kepada yang tidak berkepunyaan?
Simplicius mengatakan bahwa
Anaximandros berbicara tentang proses menjadi dan hilangnya alam semesta.
Menurutnya, semua terjadi menurut tatatan waktunya : artinya,
secara teratur, segala hal yang muncul pada waktunya akan dibalas/ditebus.
Tanaman tumbuh dan berkembang dari tanah dengan mengambil unsur-unsur dari
dalam tanah. Pada waktunya, tanaman akan mati, membusuk dan materinya
dikembalikan lagi menjadi tanah. Saat tanaman tumbuh, ia melakukan
ketidakadilan kepada tanah karena ia menyerap unsur-unsurnya untuk
kehidupannya. Tanaman mencuri apa-apa yang diperlukannya dari
tanah. Namun, sekali tanaman itu mati dan membusuk, ia menebus (membalas)
ketidakadilan yang ia lakukan dengan menjadi unsur-unsur bagi tanah. Hujan
jatuh dari udara, lalu air hujan akan diuapkan oleh panas matahari, dan ia akan
kembali menjadi udara lagi. Hujan (air) mengambil substansi airnya dari udara,
ia mencurinya dari udara. Setelah jatuh, ia akan diuapkan
untuk menebus kembali udara. Semua kemunculan dan hilangnya
segala sesuatu terjadi menurut aturan yang sudah ditatankan dalam waktu.
Simplicius juga berbicara
tentang sebuah physis bernama ketakterbatasan (apeiron) sebagai asal dan
akhir segala sesuatu. Sama seperti Thales gurunya, Anaximandros juga menemukan
satu prinsip : ketakterbatasan. Apeiron ini tidak sama dengan salah
satu dari berbagai unsur yang menyusun dunia kita yang kelihatan ini. Alasannya
sederhana : karena semua materi yang kita kenal derajatnya sejajar (air
menjadi udara, udara menjadi air ; kayu menjadi tanah, tanah menjadi
kayu). Tak satu pun unsur dasariah dunia inderawi ini memiliki primasi
dibandingkan unsur lain sehingga tidak bisa dikatakan menjadi prinsip.
Prinsip itulah yang memunculkan
alam semesta ini berkat sebuah gerak abadi (mengapa harus
abadi gerakan ini ? ya karena gerakan inilah yang memunculkan alam
semesta, kalau gerakan ini digerakkan oleh sesuatu , artinya kita harus
mencari sesuatu yang menggerakkan itu, dan seterusnya tanpa
henti. Awal segala sesuatu akhirnya sulit diterangkan. Itu makanya,
dipostulatkan – dinyatakan – bahwa gerak ini abadi ).
Gerakan inilah yang memunculkan
semua langi-langit dan dunia-dunia yang ada di dalamnya”, dan ia tidak
pernah berhenti. Gerakan ini terus menerus memunculkan sesuatu . Dan
untuk bisa memunculkan itu, gerakan ini butuh sebuah materi . Karena
“materi” yang dibutuhkan akan digerakkan terus untuk senantiasa memunculkan
sesuatu, maka “materi” itu haruslah sesuatu yang “tak bisa habis, tak
terbatas”.
- Dari “materi dasar” (prinsip)
ini lalu muncul: langit-langit dan semua “elemen” yang ada di dunia. Dari situ
baru muncullah apa-apa yang kita kenali di dunia ini. Dan semua itu masih
dikendalikan oleh gerak abadi tersebut sehingga muncullah sebah
SIKLUS teratur kejadian-kejadian yang semuanya taat pada tatanan waktu.
- Ini semua adalah tafsir
yang belum tentu benar (mengingat sekalilagi minimnya teks, dan sumber yang
kita gunakan adalah sumber-sumber yang jauh setelah kehidupan
Anaximandros sendiri).
Anaximenes adalah
seorang filsuf yang berasal dari kota Miletos, sama seperti Thales dan
Anaximandros. Anaximenes hidup sezaman dengan kedua filsuf tersebut,
kendati ia lebih muda dari Anaximandros. Ia disebut di dalam tradisi filsafat
Barat, bersama dengan Thales dan Anaximandros, sebagai anggota Mazhab Miletos.
Anaximenes adalah teman, murid, dan pengganti dari Anaximandros.
Sebagaimana kedua filsuf Miletos yang lain, ia berbicara tentang filsafat alam,
yakni apa yang menjadi prinsip dasar (arche) segala sesuatu.
Tentang riwayat hidupnya, tidak
banyak yang diketahui. Anaximenes mulai terkenal sekitar tahun 545
SM, sedangkan tahun kematiannya diperkirakan sekitar tahun 528/526 SM. Ia
diketahui lebih muda dari Anaximandros. Ia menulis satu buku, dan dari buku
tersebut hanya satu fragmen yang masih tersimpan hingga kini.
|
A. PEMIKIRANNYA
a) Udara sebagai prinsip dasar segala sesuatu
|
Salah satu kesulitan untuk menerima
filsafat Anaximandros tentang to apeiron yang metafisik adalah bagaimana
menjelaskan hubungan saling mempengaruhi antara yang metafisik dengan yang
fisik. Karena itulah, Anaximenes tidak lagi melihat sesuatu yang
metafisik sebagai prinsip dasar segala sesuatu, melainkan kembali pada zat yang
bersifat fisik yakni udara.
Tidak seperti air yang tidak
terdapat di api (pemikiran Thales), udara merupakan zat yang terdapat di dalam
semua hal, baik air, api, manusia, maupun segala sesuatu. Karena
itu, Anaximenes berpendapat bahwa udara adalah prinsip dasar segala sesuatu.
Udara adalah zat yang menyebabkan seluruh benda muncul, telah muncul, atau akan
muncul sebagai bentuk lain. Perubahan-perubahan tersebut berproses dengan prinsip
“pemadatan dan pengenceran” (condensation and rarefaction. Bila
udara bertambah kepadatannya maka muncullah berturut-turut angin, air, tanah,
dan kemudian batu. Sebaliknya, bila udara mengalami pengenceran, maka yang
timbul adalah api. Proses pemadatan dan pengenceran tersebut meliputi seluruh
kejadian alam, sebagaimana air dapat berubah menjadi es dan uap, dan bagaimana
seluruh substansi lain dibentuk dari kombinasi perubahan udara.
b) Tentang Alam Semesta
Pembentukan alam semesta menurut
Anaximenes adalah dari proses pemadatan dan pengenceran udara yang membentuk
air, tanah, batu, dan sebagainya. Bumi, menurut Anaximenes, berbentuk datar,
luas, dan tipis, hampir seperti sebuah meja. Bumi dikatakan melayang di udara
sebagaimana daun melayang di udara. Benda-benda langit seperti bulan, bintang,
dan matahari juga melayang di udara dan mengelilingi bumi. Benda-benda langit
tersebut merupakan api yang berada di langit, yang muncul karena pernapasan
basah dari bumi. Bintang-bintang tidak memproduksi panas karena jaraknya yang
jauh dari bumi. Ketika bintang, bulan, dan matahari tidak terlihat pada waktu
malam, itu disebabkan mereka tersembunyi di belakang bagian-bagian tinggi dari
bumi ketika mereka mengitari bumi. Kemudian awan-awan, hujan, salju, dan
fenomena alam lainnya terjadi karena pemadatan udara.
c) Tentang Jiwa
Jiwa manusia dipandang sebagai
kumpulan udara saja. Buktinya, manusia perlu bernafas untuk mempertahankan
hidupnya. Jiwa adalah yang mengontrol tubuh dan menjaga segala sesuatu pada
tubuh manusia bergerak sesuai dengan yang seharusnya. Karena itu, untuk menjaga
kelangsungan jiwa dan tubuh. Di sini, Anaximenes mengemukakan persamaan antara
tubuh manusiawi dengan jagat raya berdasarkan kesatuan prinsip dasar yang sama,
yakni udara. Tema tubuh sebagai mikrokosmos (jagat raya kecil) yang
mencerminkan jagat raya sebagai makrokosmos adalah tema yang akan sering
dibicarakan di dalam Filsafat Yunani. Akan tetapi, Anaximenes belum menggunakan
istilah-istilah tersebut di dalam pemikiran filsafatnya
4.
Nicolaus
Copernicus
Nicolaus Copernicus (1473-1543)
(nama Polandianya: Mikolaj Kopernik), dilahirkan tahun 1473 di kota Torun di
tepi sungai Vistula, Polandia. Dia berasal dari keluarga berada. Sebagai anak
muda belia, Copernicus belajar di Universitas Cracow, selaku murid yang menaruh
minat besar terhadap ihwal ilmu perbintangan. Pada usia dua puluhan dia pergi
melawat ke Italia, belajar kedokteran dan hukum di Universitas Bologna dan
Padua yang kemudian dapat gelar Doktor dalam hukum gerejani dari Universitas
Ferrara.
Copernicus menghabiskan sebagian
besar waktunya tatkala dewasa selaku staf pegawai Katedral di Frauenburg
(istilah Polandia: Frombork), selaku ahli hukum gerejani yang sesungguhnya
Copernicus tak pernah jadi astronom profesional, kerja besarnya yang membikin
namanya melangit hanyalah berkat kerja sambilan.
Selama berada di Italia, Copernicus
sudah berkenalan dengan ide-ide filosof Yunani Aristarchus dari Samos (abad
ke-13 SM). Filosof ini berpendapat bahwa bumi dan planit-planit lain berputar
mengitari matahari. Copernicus jadi yakin atas kebenaran hipotesa
"heliocentris" ini, dan tatkala dia menginjak usia empat puluh tahun
dia mulai mengedarkan buah tulisannya diantara teman-temannya dalam bentuk
tulisan-tulisan ringkas, mengedepankan cikal bakal gagasannya sendiri tentang
masalah itu.
Copernicus memerlukan waktu
bertahun-tahun melakukan pengamatan, perhitungan cermat yang diperlukan untuk
penyusunan buku besarnya De Revolutionibus Orbium Coelestium (Tentang Revolusi
Bulatan Benda-benda Langit), yang melukiskan teorinya secara terperinci dan
mengedepankan pembuktian-pembuktiannya.
Di tahun 1533, tatkala usianya
menginjak enam puluh tahun, Copernicus mengirim berkas catatan-catatan
ceramahnya ke Roma. Di situ dia mengemukakan prinsip-prinsip pokok teorinya
tanpa mengakibatkan ketidaksetujuan Paus. Baru tatkala umurnya sudah mendekati
tujuh puluhan, Copernicus memutuskan penerbitan bukunya, dan baru tepat pada
saat meninggalnya dia dikirimi buku cetakan pertamanya dari si penerbit. Ini
tanggal 24 Mei 1543.
Dalam buku itu Copernicus dengan
tepat mengatakan bahwa bumi berputar pada porosnya, bahwa bulan berputar
mengelilingi matahari dan bumi, serta planet-planet lain semuanya berputar
mengelilingi matahari. Tapi, seperti halnya para pendahulunya, dia membuat
perhitungan yang serampangan mengenai skala peredaran planet mengelilingi
matahari.
5.
Galileo Galilei
A.
Sejarah Hidup dan Pendidikan
Galileo Galilei (lahir di Pisa, Toscana, 15 Februari
1564 – meninggal di Arcetri, Toscana, 8 Januari 1642 pada umur 77 tahun) adalah
seorang astronom, filsuf, dan fisikawan Italia yang memiliki peran besar dalam
revolusi ilmiah.
Sumbangannya dalam keilmuan antara lain adalah
penyempurnaan teleskop, berbagai observasi astronomi, dan hukum gerak pertama
dan kedua (dinamika).
a. Masa
Kecil
Galileo
Galilei dilahirkan di Pisa, Tuscany pada tanggal 15 Februari 1564 sebagai anak
pertama dari tujuh bersauda. Orang tuanya Vincenzo Galilei, seorang
matematikawan dan musisi asal Florence, dan Giulia Ammannati. Ayahnya amat
sayang pada dia, dan sedari kecil sudah membawa Galileo mengembarai sastra,
bahasa Yunani, musik klasik dan sulap Phytagoras.
b. Masa
Universitas
Setamat
sekolah biara Camaldolese, dia memasuki Fakultas Kedokteran Universitas Pisa.
Sejak semester awal, pemuda berjanggut ini amat doyan berdebat. Julukan
wrangler pun mampir padanya karena keras kepala, dan acap mendebat para profesor.
Dia bahkan ogah memakai jubah akademi, dan memilih membayar denda.
Tak betah di
Fakultas kedokteran, dia keluar dan menjadi dosen matematika di universitas
yang sama. Tapi, tawaran gaji lebih besar, membawanya menjadi dosen di
Universitas Padua.
Galileo
adalah orang yang tak pandai bergaul. Hidupnya habis di antara tumpukan buku.
Dia tak pernah pacaran, apalagi menikah. Tapi dari pengurus rumahnya, Marina
Andrea Gamba dia punya tiga anak tanpa nama baptis, Virginia, Livia, dan
Vincenzio.
B.
Eksperimen
Galileo Galilei
a)
Bidang Mekanika (hukum benda jatuh)
Sumbangan
penting pertamanya di bidang mekanika. Aristoteles mengajarkan, benda yang
lebih berat jatuh lebih cepat ketimbang benda yang lebih enteng, dan
bergenerasi-generasi kaum cerdik pandai menelan pendapat filosof Yunani yang
besar pengaruh ini. Tetapi, Galileo memutuskan mencoba dulu benar-tidaknya, dan
lewat serentetan eksperimen dia berkesimpulan bahwa Aristoteles keliru. Yang
benar adalah, baik benda berat maupun enteng jatuh pada kecepatan yang sama
kecuali sampai batas mereka berkurang kecepatannya akibat pergeseran udara.
(Kebetulan, kebiasaan Galileo melakukan percobaan melempar benda dari menara
Pisa tampaknya tanpa sadar).
Mengetahui
hal ini, Galileo mengambil langkah-langkah lebih lanjut. Dengan hati-hati dia
mengukur jarak jatuhnya benda pada saat yang ditentukan dan mendapat bukti
bahwa jarak yang dilalui oleh benda yang jatuh adalah berbanding seimbang
dengan jumlah detik kwadrat jatuhnya benda. Penemuan ini (yang berarti penyeragaman
percepatan) memiliki arti penting tersendiri. Bahkan lebih penting lagi Galileo
berkemampuan menghimpun hasil penemuannya dengan formula matematik. Penggunaan
yang luas formula matematik dan metode matematik merupakan sifat penting dari
ilmu pengetahuan modern.
b)
Hukum Bandul
Pada suatu
hari ia masuk ke Katedral kota itu. Disitu ia melihat lampu gantung yang sedang
dinyalakan oleh koster (pelayan gereja). Lampu-lampu itu berayun-ayun karena
disentuh koster. Lebar ayunanya bermacam-macam. Galieo menghitung lamanya
ayunan dengan denyut nadinya karena waktu itu belum ada alrloji atau alat ukur
lainnya. Setiba dirumah ia mengulangi peristiwa itu dengan bola dari berbagai
ukuran dan berat. Akhirnya ia menemukan hukum ini: Waktu ayun tidak tergantung
pada lebar ayun dan berat bandul, asal lebar ayun tidak terlalu besar. Waktu
ayun berbanding lurus dengan panjang bandul dan berbanding terbalik dengan akar
percepatan yang disebabkan gaya gravitasi.
c)
Hukum Kelembaman
Sumbangan
besar Galileo lainnya ialah penemuannya mengenai hukum kelembaman. Sebelumnya,
orang percaya bahwa benda bergerak dengan sendirinya cenderung menjadi makin
pelan dan sepenuhnya berhenti kalau saja tidak ada tenaga yang menambah
kekuatan agar terus bergerak. Tetapi percobaan-percobaan Galileo membuktikan
bahwa anggapan itu keliru. Bilamana kekuatan melambat seperti misalnya
pergeseran, dapat dihilangkan, benda bergerak cenderung tetap bergerak tanpa
batas. Ini merupakan prinsip penting yang telah berulang kali ditegaskan oleh
Newton dan digabungkan dengan sistemnya sendiri sebagai hukum gerak pertama
salah satu prinsip vital dalam ilmu pengetahuan.
d)
Bidang Astronomi
Penemuan
Galileo yang paling masyhur adalah di bidang astronomi. Teori perbintangan di
awal tahun 1600-an berada dalam situasi yang tak menentu. Terjadi selisih
pendapat antara penganut teori Copernicus yang matahari-sentris dan penganut
teori yang lebih lama, yang bumi-sentris. Sekitar tahun 1609 Galileo menyatakan
kepercayaannya bahwa Copernicus berada di pihak yang benar, tetapi waktu itu
dia tidak tahu cara membuktikannya. Sebenarnya orang pertama di dunia yang
menemukan teleskop atau teropong adalah Hans Lippershey, ahli optika Belanda,
pada tahun 1608. Tapi Lippershey tidak mau menerima patennya. Meskipun Galileo
hanya mendengar samar-samar saja mengenai peralatan itu, tetapi berkat
kegeniusannya dia mampu menciptakan sendiri teleskop.
Tidak
seperti yang dipercaya sebagian orang, Galileo tidak menciptakan teleskop tapi
ia telah menyempurnakan alat tersebut. Ia menjadi orang pertama yang memakainya
untuk mengamati langit, dan untuk beberapa waktu, ia adalah satu dari sedikit
orang yang bisa membuat teleskop sebagus itu. Awalnya, ia membuat teleskop
hanya berdasarkan deskripsi tentang alat yang dibuat di Belanda pada 1608. Ia membuat
sebuah teleskop dengan perbesaran 3x dan kemudian membuat model-model baru yang
bisa mencapai 32x. Pada 25 Agustus 1609, ia mendemonstrasikan teleskop pada
pembuat hukum dari Venesia. Selain itu, hasil kerjanya juga membuahkan hasil
lain karena ada pedagang-pedagang yang memanfaatkan teleskopnya untuk keperluan
pelayaran. Pengamatan astronominya pertama kali diterbitkan di bulan Maret
1610, berjudul Sidereus Nuncius.
Galileo
menemukan tiga satelit alami Jupiter -Io, Europa, dan Callisto- pada 7 Januari
1610. Empat malam kemudian, ia menemukan Ganymede. Ia juga menemukan bahwa
bulan-bulan tersebut muncul dan menghilang, gejala yang ia perkirakan berasal
dari pergerakan benda-benda tersebut terhadap Jupiter, sehingga ia menyimpulkan
bahwa keempat benda tersebut mengorbit planet.
Galileo
adalah salah satu orang Eropa pertama yang mengamati bintik matahari,
diperkirakan Astronomi astronom Tionghoa sudah mengamatinya sejak lama. Selain
itu, Galileo juga adalah orang pertama yang melaporkan adanya gunung dan lembah
di bulan, kesimpulan yang diambil melihat dari pola bayangan yang ada di
permukaan. Ia kemudian memberi kesimpulan bahwa bulan itu "kasar dan tidak
rata, seperti permukaan bumi sendiri", tidak seperti anggapan Aristoteles
yang menyatakan bulan adalah bola sempurna.
Galileo juga
mengamati planet Neptunus pada 1612 namun ia tidak menyadarinya sebagai planet.
Pada buku catatannya, Neptunus tercatat hanya sebagai sebuah bintang yang
redup.
e)
Meramalkan Letak Neraka
Larangan
gereja justru membuat nama Galileo kian menjulang di mata para ilmuan. Pada
sebuah kesempatan, Universitas Florence yang amat tertarik dengan beberapa
penemuannya mengundang dia sebagai pembicara seminar ilmiah. Tapi, ini ternyata
hanya sebuah tantangan. Galileo diminta untuk menjelaskan nalar ilmiahnya atas
keberadaan neraka, sebagaimana yang digambarkan dalam novel Inferno karya
Dante.
Sejarah
mencatat seminar ini. Galileo di acara itu mencoba menjelaskan mengenai lokasi,
ukuran, dan susunan neraka, serta kemungkinan kecocokan sebagaimana yang
digambarkan Dante. Tapi, bagaimana selengkapnya “analisa” Galileo tentang
lokasi dan struktur neraka, sampai kini tak ditemukan datanya. Kemungkinan,
dihancurkan pihak gereja.
Langganan:
Postingan (Atom)
Senin, 19 Mei 2014
PEMBENTUKAN KOLONI DI AMERIKA
BAB 1
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Kapten John Smith menempati kedudukan yang kokoh dalam sejarah Amerika sebagai pemimpin yang ketegasan serta keberaniannya telah menyelamatkan koloni inggris, Virginia , dari bencana pada tahun 1608 . akan tetapi, kerjanya sebagai penjelajah dan ahli ilmu bumi agaknya tidak terlalu dikenal.peta yang mencantumkan gambarnya di sudut , terukir di London dari catatan serta pengamatannya pada tahun 1614 tatkala melakukan penjelajahan ke suatu daerah yang dinamakannya (New England) tersebut meliputi keenam negara bagian timur laut amerika serikat. Kaum peziaran memegang salinan peta ini diatas kapal MayFlower pada tahun 1620 ketika mereka mendarat di Plymouth. “Cape James”nya smith sekarang bernama Cape Cod.
Sejarah awal amerika serikat adalah sejarah kolonial inggris di daerah baru amerika utara yang dibanjiri para pendatang dari kepulauan inggris dan irlandia. Pada permulaan tahun-tahun 1600an terjadi gelombang perpindahan bagi mereka yang ingin menemukan kehidupan baru yang lebih baik , di tanah yang baru pula dengan segala harapan yang ada dalam benak mereka. para imigran pertama dari inggris ke tempat yang kini bernama amerika serikat itu menyebrangi samudera atlantik, lama sesudah koloni-koloni spanyol yang makmur didirikan di meksiko, hindia barat, dan amerika selatan. Sebagaimana semua perantau ke dunia baru , mereka menyebarang dengan kapal-kapal kecil yang penuh sesak. Selama perjalanan berlangsung enam sampai dua belas minggu, mereka hidup dengan penjatahan makanan yang sangat tipis. Banyak diantra mereka yang meninggal karena sakit. Sering pula terjadi kapal dihempaskan oleh topan dan beberapa diantaranya karam di laut.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Negara mana sajakah yang menjajah Amerika hingga membentuk koloni di Amerika ? Jelaskan !
2. Jelaskan mengenai pembentukan ke-13 Koloni di Amerika !
3. Bagaimanakah Integrasi Politik dan Otonomi Amerika pada masa Kolonial ?
1.3 PEMBAHASAN MASALAH
1. Untuk mengetahui Negara-negara yang menjajah Amerika hingga membentuk koloni di Amerika.
2. Untuk memahami dan mengerti mengenai pembentukan ke-13 Koloni di Amerika.
3. Untuk memahami Integrasi Politik dan Otonomi Amerika pada masa Kolonial.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 ZAMAN KOLONIAL DI AMERIKA
Setelah periode penjelajahan yang dilakukan oleh negara-negara besar di Eropa, permukiman pertama didirikan pada 1607. Orang Eropa membawa kuda, sapi, dan babi ke benua Amerika, dan membawa jagung, kalkun, kentang, kacang, tembakau, dan labu ke Eropa. Lingkungan berpenyakit terbukti mematikan bagi banyak penjelajah dan para pemukim awal menderita penyakit-penyakit baru. Dampak penyakit baru bahkan lebih buruk bagi penduduk asli Amerika, terutama penyakit cacar dan campak. Banyak sekali penduduk asli yang meninggal, biasanya sebelum permukiman Eropa berskala besar dimulai.
2.2 KOLONISASI SPANYOL, BELANDA, DAN PRANCIS
Para penjelajah Spanyol adalah orang Eropa pertama yang tiba di benua Amerika, melalui ekspedisi kedua Christopher Columbus, yang mencapai Puerto Rico pada 19 November 1493; yang lainnya mencapai Florida pada 1513. Dengan cepat ekspedisi Spanyol mencapai Pegunungan Appalachia, Sungai Mississippi, Grand Canyon, dan Great Plains. Pada 1540, Hernando de Soto melakukan penjelajahan besar-besaran ke kawasan Tenggara. Selain itu, pada tahun yang sama Francisco Vázquez de Coronado menjelajahi Arizona hingga Kansas tengah. Spanyol mengirim beberapa pemukim, mendirikan permukiman Eropa permanen pertama di Amerika Serikat di St. Augustine, Florida pada 1565, namun hanya sedikit yang menetap permanen di sana. Permukiman Spanyol yang tumbuh menjadi kota-kota penting antara lain Santa Fe, Albuquerque, San Antonio,Tucson, San Diego, Los Angeles , Santa Barbara dan San Francisco.
Klaim teritorial Eropa di Amerika Utara, sek. 1750 Prancis Kerajaan Britania Raya Spanyol New Netherland adalah koloni Belanda abad ke-17 yang berpusat di New York City modern dan Lembah Sungai Hudson, di mana mereka berdagang dengan suku Indian di utara dan menahan perluasan Yankee dari New England. Orang Belanda adalah para Kalvinis yang mendirikan Gereja Reformasi di Amerika, namun mereka toleran terhadap agama dan kebudayaan lainnya. Koloni ini direbut Inggris pada 1644 dan meninggalkan warisan yang bertahan lama dalam kehidupan budaya dan politik Amerika, termasuk keterbukaan pikiran dan pragmatisme perdagangan di kota, suatu tradisionalisme rural di pedesaan yang dicirikan oleh kisah Rip Van Winkle, serta politisi seperti Martin Van Buren, Theodore Roosevelt, Franklin D. Roosevelt dan Eleanor Roosevelt.
New France adalah daerah yang dikolonisasi oleh Prancis sejak 1534 hngga 1763. Ada sedikit pemukim permanen di luar Quebec dan Acadia, namun Konfederasi Wabanakimenjadi sekutu militer New France melalui empat Peperangan Prancis dan Indian melawan koloni-koloni Inggris yang bersekutu dengan Konfederasi Iroquois. Selama Perang Prancis dan Indian, New England berperang dengan sukses melawan Acadia dan Inggris memindahkan orang Acadia dari Acadia (Nova Scotia) lalu menggantinya dengan para Petani New England. Pada akhirnya, beberapa orang Acadia bermukim kembali di Louisiana, di mana mereka mengembangkan kebudayaan pedesaan Cajun yang unik dan masih ada hingga kini. Mereka menjadi warga negara Amerika Serikat pada 1803 melaluiPembelian Louisiana. Desa-desa Prancis lainnya di sepanjang sungai Mississippi danIllinois direbut ketika orang Amerika Serikat mulai berdatangan setelah 1770.
2.3 KOLONISASI INGGRIS DI BENUA AMERIKA
Kapal Mayflower membawa Pilgrim Fathers ke Amerika.
Pembantaian para pemukim Jamestown pada 1622. Dengan cepat para kolonis di Selatan memusuhi semua suku India
Pusat permukiman permanen Inggris yang pertama di Amerika adalah sebuah pos perdagangan yang didirikan di Jamestown pada tahun 1607 dalam Domini Lama Virginia. Daerah ini segera mengembangkan perekonomiannya yang kaya dari hasil tembakaunya ( tembakau Virginia ) dengan pemasaran yang telah siap menanpung di Inggris.
Ketika para wanita di Inggris dikerahkan untuk kawin mendirikan rumah tangga pada tahun 1620, perkebunan besar sudah bermunculan disepanjang Jamestown yang penduduknya telah bertambah 1000 orang pemukim. Inggris membentuk segugus peraturan bersama yang kemudian setelah kemerdekaan Inggris tercapai menjadi suatu Federasi,
Lahan di sepanjang pesisir timur ditempati terutama oleh kolonis Inggris pada abad ke-17, bersama sejumlah kecil orang Belanda dan Swedia. Amerika Kolonial dicirikan oleh amat kurangnya tenaga kerja yang parah sehingga diberlakukan bentuk kerja paksa sepertiperbudakan dan kerja wajib, serta oleh kebijakan Inggris berupa pengabaian ramah (pengabaian salut) yang mengizinkan perkembangan semangat Amerika terpisah dari para pendiri Eropanya. Lebih dari separuh imigran Eropa datang ke Amerika Kolonial sebagai pekerja paksa.
Bangsa Inggris mencoba mendirikan permukiman di Pulau Roanoke tahun 1585, tetapi tidak berlangsung lama. Pada tahun 1607, permukiman Inggris pertama yang dapat bertahan berdiri di Sungai James di Jamestown, Virginia, yang memulai Perbatasan Amerika. Permukiman ini didirikan oleh John Smith, John Rolfe, dan orang-orang Inggris lainnya yang tertarik dengan kekayaan dan petualangan. Koloni ini hampir gagal bertahan dan mengalami kesusahan selama puluhan tahun karena penyakit dan kelaparan, hingga akhirnya mengalami keberhasilan setelah adanya gelombang baru pemukim tiba pada akhir abad ke-17 yang mendirikan pertanian komersial berbasis tembakau. Antara akhir 1610-an dan Revolusi, Inggris mengirimkan sekitar 50.000 narapidana ke koloni di Amerika. Satu contoh konflik yang parah adalah pemberontakan Powhatan 1622 di Virginia , di mana suku Indian membunuh ratusan pemukim Inggris. Konflik terbesar antara suku Indian dan pemukim Inggris pada abad ke-17 adalah Perang Raja Phillip di New England. Perang Yamasee di Carolina Selatan juga menghasilkan banyak korban.
New England pada awalnya dihuni oleh orang Puritan yang mendirikan Koloni Teluk Massachusetts pada 1630, meskipun sudah ada ada satu permukiman kecil pada 1620 oleh sekelompok orang Inggris yang dijuluki Pilgrim Fathers (orang yang melarikan diri karena berselisih paham dengan gereja) di Koloni Plymouth. Alih-alih menemukan emas, Pilgrims dan Puritan lebih tertarik untuk membuat masyarakat yang lebih baik, yang mereka juluki "kota di sebuah bukit. Roger Williams, yang ditendang keluar dari Massachusetts, mendirikan koloni di Rhode Island tahun 1636. Koloni Tengah, terdiri atas negara bagian New York, New Jersey,Pennsylvania, dan Delaware modern, dicirikan oleh tingkat keragaman yang tinggi. Upaya pertama untuk mendirikan permukiman Inggris di selatan Virginia adalah Provinsi Carolina. Sementara koloni yang terakhir berdiri di antara Tiga Belas Koloni adalah Koloni Georgia yang berdiri pada 1733.
Perkembangan koloni merupakan hal yang buruk bagi penduduk asli Amerika. Mereka kehilangan negeri mereka, dan banyak dari antara mereka yang meninggal akibat variola, penyakit yang dibawa bangsa Eropa ke Amerika.
Koloni memiliki ciri berupa keragaman keagamaan, dengan banyaknya Kongresionalis di New England, Reformasi Jerman dan Belanda di Koloni Tengah, Katolik di Maryland, dan Prebisterian Skotlandia Irlandia di perbatasan. Banyak pejabat kerajaan dan pedagang adalah penganut Anglikan.
Pada awal tahun 1700-an, relijiusitas amat meluas melalui kemunculan suatu gerakan keagamaan yang disebut Gerakan Kebangunan Rohani Pertama, yang dipimpin oleh pengkotbah seperti Jonathan Edwards. Gerakan Kebangunan merupakan salah satu peristiwa pertama dalam sejarah Amerika yang merupakan "pergerakan besar", atau sesuatu yang melibatkan banyak orang Amerika. Gerakan Kebangunan Rohani, bersama dengan Penghukuman Penyihir Salem, merupakan tanggapan atas situasi Amerika saat itu, dan mungkin memengaruhi pemikiran yang digunakan dalam Revolusi Amerika. Evangelis Amerika yang terpengaruh Kebangunan menambahkan penekanan baru dalam pencurahan ilahi dari Roh Kudus dan konversi yang mengajarkan kepada para penganut baru cinta intens pada Tuhan. Kebangkitan itu mengemas keunggulan itu dan memajukan evangelikalisme yang baru dibentuk menjadi republik awal, memberi tempat bagi Gerakan Kebangunan Rohani Kedua, yang dimulai pada akhir 1790-an.
2.4 13 KOLONI INGGRIS DI AMERIKA
Inggris di benua Amerika bagian utara memiliki 13 koloni yang berada disepanjang pantai Timur samudera Atlantik. Ke-13 koloni tersebut adalah: Virginia (1607), New Hamshire (1629), Massachusetts (1629),Maryland (1632), Delaware (1632), Connecticut (1662), Rhode Island (1663), New York (1664), New Jersey (1664), Pensylvania (1681), Carolina Utara (1729), Georgia (1732). Pada tahun 1733, terdapat tiga belas koloni. Koloni-koloni ini biasanya dikelompokan menjadi New England (New Hampshire,Massachusetts, Rhode Island dan Connecticut), koloni-koloni Tengah (New York, New Jersey, Pennsylvania, Delaware), dan Selatan (Maryland, Virginia, Carolina Utara, Carolina Selatan, dan Georgia). New England memiliki peternakan-peternakan kecil, dan lebih bertumpu pada perikanan, perkapalan, dan industri-industri kecil. Koloni Selatan memiliki perkebunan tembakau dan kapas. Kebun-kebun ini awalnya digarap oleh pekerja yang bersedia bekerja beberapa tahun dengan upah pintu masuk ke Amerika dan tanah, lalu oleh budak. Koloni tengah memiliki peternakan berukuran kecil, dan dikenal memiliki budaya dan kepercayaan yang beragam.
Sebuah segi yang mencolok dalam sebuah tahap perkembangan kolonial adalah langkahnya pengaruh kontrol yang dijalankan oleh pemerintah Inggris. Pemerintah Inggris tidak secara langsung ikut serta dalam pendirian koloni yang manapun kecuali Georgia dan secara berangsur saja ia ingin mengambil bagian dalam pengarahan politik mereka.
Daerah koloni Inggris di Amerika Serikat lambat laun menjadi daerah yang maju, baik dibidang sosial maupun ekonomi yang menimbulkan hasrat masyarakat untuk ikut serta dalam kehidupan politik.mulai tahun 1651 pemerintah Inggris sekali-sekali mengeluarkan peraturan-peraturan yang berkenaan dengan segi-segi tertentu dalam kehidupan ekonomi kolonial yang sebagian baik untuk Amerika, tetapi pada umumnya menguntungkan Inggris.
Masing-masing koloni mencerminkan asal-usul yang beragam dan beberapa di antara koloni tersebut merupakan pertumbuhan dari koloni yang telah ada sebelumnya, misal Rhode Island dan Connecticut didirikan oleh rakyat Massachusetts yaitu sebagai koloni induk dari seluruh wilayah New England. Koloni Georgia didirikan atas dasar kebijakan dan pertimbangan praktis Raja James Edward Oglethorpe untuk membebaskan para tahanan penun ggak utang dari penjara inggris dan mengirim mereka ke Amerika guna mendirikan koloni yang akan dijadikan sebagai benteng penyangga para kolonis Spanyol di Florida. Koloni New Netherland pada 1621 didirikan oleh orang-orang Belanda, kemudian dikuasai Inggris dan dikuasai Inggris dan diganti namanya menjadi New York.
Koloni-kolini yang berada di daerah selatan mengembangkan sektor pertanian seperti yang dilakukan para koloni di Virginia, Maryland, Carolina, maupun Georgia. Koloni pertama Inggris dibenua Amerika adalah Jamestown pada 1607 upaya tersebut dimulai ketika sekelompok pedagang dan penanam modal dari London, plymouth, Bristol, dan para pengusaha dari kota-kota lain di Inggris Barat mengajukan permohonan ke pemerintah kerajaan Inggris agar mereka diberi izin pengangkutan kedaerah koloni.
London Company dibenua yang baru mengembangkan koloni Virginia, kemudian mengubah nama menjadi Virginia Company. London Company mendirikan koloni Carolina sedangkan Plymouth Company mendirikan koloni New England. Meskipun di daerah yang baru para koloni tidak memperoleh pemerintahan otonom, mereka merasa senang karena hak-hak yang dimilikinya ditanah yang baru sama seperti hak-hak yang dimiliki seperti halnya di tanah airnya di Inggris. Perkumpulan dagang tersebut berkuasa mengatur ekonomi di tanah koloni dan para penduduknya harus bekerja keras untuk perkumpulan dagang tersebut.
London Company melakukan ekspedisi ke Chesapaeke Bay di bawah pimpinan Christopher Newport dengan membawa tiga buah kapal beserta 104 imigran pada 26 april 1607. Beberapa hari kemudian ekspedisi tiba di daerah pantai utara dari James River. Hampir semua pengikut ekspedisi tersebut adalah kaum aristokrat yang menginginkan pencarian emas ditanah koloni. Namun, mereka didaerah tersebut tidak menemukan emas seperti yang dialami para kolonis spanyol sebelumnya yang banyak menemukan emas di Amerika bagian selatan. Di dalam ekspedisi kedua, Christpher Newport membawa beberapa imigran termasuk kapten John Smith dalam trayek yang sama. Berhubung tidak menemukan emas, para kolonis mencoba mengembangkan usaha yang lain seperti dalam upaya mencari sumber daya hutan atau bertani sayur-mayur. Pada hari-hari pertama kongsi dagang tersebut bernafsu untuk mendapatkan keuntungan yang cepat dengan menuntut agar para kolonis yang dibawanya memusatkan usaha untuk mendapatkan kayu dan berbagai hasil hutan yang lainnya untuk dijual dipasar London dan tidak membiarkan mereka menanam palawija guna mencukupi keperluan hidup mereka. Setelah beberapa tahun lamanya, kongsi dagang tersebut belum menghasilkan sesuatu yang berarti. Akhirnya kapten John Smith yang dipercaya untuk memimpin kongsi tersebut untuk membagikan tanah kepada para kolonis untuk ditanami tembakau. Pada 1612 John Rolfe mengunjungi Virginia dan mengawini seseorang perempuan Indian, mulai melakukan percobaan menanam tembakau. Dan kemudian berhasil menemukan teknik mengolah tembakau Virginia yang sesuai dengan selera eropa sehingga dapat memperkuat perekonomian para kolonis dan perusahaan yang dipimpinnya. Pengiriman tembakau yang pertama tiba di pasar London 1614 dan dalam satu dasawarsa tembakau menjadi sumber pendapatan utama koloni Virginia. Sejak 1620 para kolonis yang tinggal di Virginia sebanyak 1.000 jiwa sejak 1620 perkebunan tembakau yang besar sudah bermunculan sepanjang James River. Perekonomian Inggris Virginia sampai 1618 telah mengekspor tembakau sebanyak 20.000 pon, dan pada 1627 ekspor tembakau meningkat menjadi 500.000 pon. Tembakau juga tumbuh di Maryland. Koloni Virginia dan Maryland telah menanam secara meluas yang dikerjakan oleh budak-budak negro yang didatangkan dari Afrika, misal: perekebunan tembakau di virginia telah dikerjakan sebanyak 12.000 budak negro untuk 1708.
Virginia Company setelah kuat secara ekonomi, mulai meningkatkan kualitas hidup para koloninya seperti membangun gereja, sekolah, dan tempat penginapan. Keberhasilan tanaman tembakau di virginia membuat orang-orang inggris berbondong-bondong pergi ke Virginia untuk menanam tembakau.yaitu sebanyak 5.500 jiwa. Dari sejumlah itu, yang meninggal karena keganasan alam setempat sebanyak 4.000 jiwa. Yang kembali ke Inggris karen tidak tahan dengan keadaan alam setempat sebanyak 300 jiwa, dan sisanya sebanyak 1.200 jiwa tetap tinggal di Virginia. Oleh pemerintah kerajaan Inggris usaha Virginia Company di tanah kooni dinyatakan gagal dan tanah Virginia menjadi milik kerajaan Inggris. Untuk mengelola koloni Virginia. Pihak pemerintahan kerajaan inggris mengirim Sir William Berkeley untuk menjadi gebernur di kolonia Virginia pada 1642. Ia capat terkenal karena kebijakan ekonomi liberal dan pemberian bantuan kepada orang-orang Indian serta menyambut baik kedatangan imigran datang ke Virginia. Ia di Virginia melanjutkan kebijakkan sebelumnya, yakni membudidayakan tanaman tembakau, sehingga banyak bermunculan pengusaha-pengusaha tembakau yang sukses mendapatkan keuntungan dari hasil usahanya. Namun, dalam perkembangannya, mereka banyak mengalami kebangkrutan yang disebabkan jatuhnya harga tembakau. Kelebihan produksi, kualitas tembakau yang menurun, dan permainan para pedagang tembakau di pasar London diduga sebagai penyebab jatuhnya harga tembakau.
Daerah koloni di Virginia sering mendapt gangguan dari orang-orang Indian. Untuk menjaga dari gangguan ini. Sir Willian Barkeley mengambil kebijakan dengan memberikan tanah kepada kelompok masyarakat yang siap berperang untuk melawan orang-orang Indian yang dianggap sebagai pangacau keamanan. Ia sebenernya tidak menyetujui kebijakan tersebut. Namun mendapat tekanan dari para anggota dewan gebernur yang dipelopori Nathaniel Bacon. Diambil kebijakan pembentukan pasukan tentara untuk melawan orang-oarang indian. Ketika kriss ekonomi melanda penduduk Virginia,Maryland dan Carolina Utara, Nathaniel Bacon dan pasukan tentaranya merencanakan untuk menytukan ketiga koloni tersebut untuk menyatakan kemerdekaan dari negeri induk (pemerintahan kerajaan Inggris). Ia dan pasukannya yang diduga mendapat bantuan dari Perancis dan Belanda meghancurka pemukiman-pemukiman Indian di tiga koloni tersebut, namun pemberontakan ini mengalami kegagalan dapat dipatahkan oleh pasukan pemerintah kerajaan Inggris di tanah-tanah koloni. Hal ini berakibat para petani di tiga koloni tersebut semakin jatuh miskin sehingga banyak diantara mereka pindah ke daerah bagian barat yakni di daerah Piedmont.bahkan sebagai damapak dari pemberotakan ini, Virginia diawasi secara langsung oleh pemerintahan kerajaan Inggris.
Koloni New England adalah milik plymouth Company. Kongsi dagang ini menjalin hubungan dagang dengan orang-orang Indian, terutama perdagangan bulu binatang,kayu untuk keperluan pembuatan kapal. Pada 1621 suatu grant (dana bantuan) yang besar datang dari Council For New England unruk Plymouth Company yang harus dikembalikan pada 1629. Namun, pada saat pengabilan grant tiba, kongsi dagang ini tidak dapat mengembalikan grant tersebut karen belum memperoleh keuntungan dari usaha dagang yang dilakukan di New England. Maka Plymouth Company terpaksa menjual tanah di daerah New England untuk pemberian grant tersebut. Selama dekade 1620-an di sepanjang pantai New England didirikan pemukiman para pedagang bulu dan nelayan dan pada 1628 banyak grant diberikan kepada mereka untuk usaha diderah New Englan.antara 1620-1640 terjadi migrasi besar-besaran. Lebih dari 60.000 orang telah meninggalkan Inggris. Terutama untuk pergi ke pulau Karibia,Virginia dan New England. Hal yang mendorong migrasi besar-besaran ini karena depresi ekonomi penyebab utamanya adalah kegagalan panen.
Banyak kaum puritan tiba di daerah New England terutama di daerah teluk Massachusets. Daerah ini sebernarnya bukan dimaksudkan pada daerah politik atau toleransi agama, melainkan didirikan oleh dana kaum puritan. Sementara itu orang-orang bukan kaum puritan boleh tinggal diderah ini, asal mereka hidup sederhana dan tidak mengkritik pemerintahan kaum puritan. Teluk massachhusets yang sebagain besar penduduknya orang Inggris dikehendaki sebagai the city of God (kota tuhan) dengan pemerintahan yang dipimpin oleh gebernur dengan dibantu 18 asisten dan dewan umum yang dihimpun dari para pemegang saham yang termasuk juga ke-18 asisten dan Dewan Umum serta Gebernur.
Antara 1643-1684 terbentuk New England Confederation yang terdiri dari empat koloni yaitu: Massachusetts, plymouth, Connecticut, dan New Heaven dan mereka saling melindungi dalam konfederasi itu. Konfederasi dibentuk setelah perang dengan orang-orang Indian (1636-1637) dari lembah Connecticut. Kota-kota di Indian dibakar dan ribuan Indian dibunuh. Hanya pada 1691 Massachusetts dibawah pengawasan langsung dari kerajaan Inggris sebagai “the royal coloni” di bawah pimpinan seorang gebernur yang diangkat oleg raja Inggris. Didalam menjalankan pemerintahannya, gebernur dibantu oleh suatu dewan yang terdiri dari para pemegang saham, bukan orang-orang gereja. demikianlah
Pemukiman di daerah middle colonies besar di diami oleh orang orang belanda. Pada mulanya orang orang belanda kurang tertarik pada pemukiman di middle colonies dan mereka lebih tertarik perdaganag di sepantai amerika utara dengan orang orang indian. Pada 1609 seorang inggris bernama henry hudson yang bekerja perusahaan pelayaran dan perdagangan the dutch east india company berlayar ke pelabuhan new york dengan kapalnya yang bernama half-mean melintasi pulau yang dikenal dengan nama indian sebagai mahatan, artinya suatu pulau tempat kita selalu mendapat air. Kemudian nama new netherland di berikan pada daerah ini dan 1614 di daerah ini telah didirikan pos dagang. Pada 1621 the west indian company telah mengadakan pelayaran ke daerah middle colonies dan segera mendirikan kota new amsterdam di pulau manhatam. Dua puluh tahun kemudian jumlah pendudukan di new amsterdam hanya 400 jiwa dengan menggunakan 18 macam bahasa. Pada akahir kekuasaan belanda di daerah ini jumlah penduduk nya sudah meningkat menjadai 8.000 jiwa yang sebagaian besar orang belanda, terutama sesudah 1664.
Tanah koloni belanda yang dinamakan new netherlandan, setelah perang inggris belanda (anglo dutch war) yang berlangsung hingga tiga kali dan berakhir 1674 untuk kemenangan inggris. New netherland sudah jatuh ke tangan inggris yang kemudian di namakan new york. Ke kuasaan inggris di tanah koloni belanda tetap disambut baik oleh orang orang belanda. Kebebasaan ber agama tetap di jalankan, bahkan di daerah koloni new york karena terjalin hubungan baik antara orang orang inggris dan belanda. Timbul golongan aristokrasi yaitu aristokrasi anglo- dutch yang baru yang mendasarkan atas kepemilikan tanah. Koloni new york segera menjadi kota penting. Hal ini di karenakan duke law’s suatu undang undang yang mengatur monopoli perdagangan ekspor dan impor yang melalui new york.
Daerah koloni d middle memiliki tingkat kesuburan tanah yang baik sehingga menjadi daerah pertanian yang kemudian di kenal sebagai the bread colonies. Daerah middle colonies telah meng ekspor gandum, sapi, dan babi. Ekspor bahan makanan tersebut di lakukan melalaui pelabuhan new york dan philadelphia, sehingga kedua pelabuhan tersebut memiliki basis perekonomian baik untuk pembentukan firma. Pemerintahan lokal di daerah middle colonies mempunyai pembagian administratif yang baik antara pemerintah kota dan pemerintah desa.
Beberapa negara di eropa barat yang mengadakan kolonialisai di amerika berusaha untuk memperoleh kekayaan sebesar besarnya dengan memerintahkan para kolonis untuk menyediakaan untuk menyediakaan berbagai barang komoditas yang di perlakukan di pasar eropa. Kemudian ditukar dengan barang barang produksi dari negara induk. Para kolonis menjual barang barang hasil produksinya ke negeri induk dan tidak diizinkan mendai negara lain. Kemudian juga untuk semua barang negeri induk mendapat bea cukai.
Pada 1619 proses pemindahaan kebudayaan eropa dari inggris ke amerika berjalan baik. Koya kota menjadi pelabuhan ekspor dan impor yang di lengkapi dengan sekolah sekolah, percetakaan, dan berkembangnya kaum aristokrat yang bebas. Pendidikan tampak berkembang sangat baik di daerah koloni new england dengan di tandai berdirinya harvard college pada 1636 di massachusetts, kemudian menyusul college of william and marry didirikan di virginia pada 1693, amrican philosopical society pada 1743
Koloni-koloni yang ada di selatan ladang dan perkebunan yang saling terpisah jauh sehingga pembangunan gedung-gedung sekolah yang terpesat seperti yang terdapat di daerah-daerah pemukiman di utara tidak mungkin bisa dibangun di daerah-daerah ini.sementara itu di daerah middle colonies situasinya berbeda,di daerah ini berhubung para orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaanya,kebutuhan sekolah kurang diperhatian bagi para anak-anak sehingga pendidikan di koloni new york jauh ketinggalan .di kolnial pennsylvania pada 1683 diajarkan ilmu membaca,menulis,dan tata buku setelah itu setiap kelompok masyarakat quaker menyelenggarakan pendidikan dasar bagi anak-anak mereka.sedangkan di friends public school (philadepia) di ajrkan bahasa-bahasa klasik,sejarah,dan kesusateraan.di koloni ini pendidikan gratis bagi anak-anak yang kurang mampu (miskin),sedangkan bagi orang tuanya mampu mereka diwajibkan membayar uang sekolah.
perkembangan intelektual dan kultural di koloni pennsylvania mencerminkan dua pribadi yang tangkas,yaitu james logan dan benjamin franklin.james logan yang menjabat sebagai sekertaris koloni pada 1745 membangun sebuah gedung perpustakaan guna menyimpan koleksinya dan gedung buku-buku koleksinya disumbangkan kepada kota itu.sedangkan benjamin franklin membentuk sebuah perkumpulan yang dikal dengan juanto yang merupakan benih dari america philosophical society, usahanya yang merintis ke arah pendirian akademi umum yang kemudian berkembang menjadi university of pennsylvania,ia juga dikenal sebagai perintis dalam pendidikan perpustakaan berlangganan yang dinamakan sebagai induk perpustakaan berlangganan di amerika utara.
Di koloni-koloni daerah selatan,berjilid-jilid buku sejarah karya yunani klasik dan latin,ilmu pengetahuan,dan hukum banyak dipinjamkan dari satu perkebunan ke perkebunan lain,charleston,carolina selatan merupakan pusat pendidikan seni musik,seni lukis,dan seni drama.mendirikan perpustakaan kecilyang terus menginpor buku dari london,para penjual buku di boston telah menjalankan usahanya dengan laris dengan karya-karya sastra klasik,sejarah,politik,filsafat,ilmu pengetahuan,teknologi,maupun esai-esai.
Sementara itu,hasil karya sastra daerah koloni masih terbatas pada koloni di new england,di koloni ini perhatian di pesatkan pada subjek yang berpautan dengan agama,seorang pendeta yang mendapat julukan “api neraka” yang bernama catton mather telah menulis 400 karya dan salah satu karya monumentalnya adalah magnolia christi americana yang sangat laris sehingga memerlukan cetak ulang di london.
Para kolonis semasa zaman kolonial juga menembangkan pers.pada 1704 telah terbit surat kabar boston dan sejak itu bermunculan surat kabar-surat kabar yang diterbitkan tidak terbatas di new england,tetapi juga di daerah-daerah lainnya.kebebasan pers di new york mendapat perhatian serius oleh masyarakat pada tahun 1733 seperti tampak pada surat kabar new york weklly journal yang mulai terbit pada tahun 1733,dan dua tahun kemudian pers di amerika benar-benar mendapatkan prinsip kebebasab bagi para journal pers.
Sisi mencolok dalam pemerintahan kolonial inggris di amerika adalah langkanya pengaruh kontrol yang dijalankan oleh pemerintah inggris.dalam tahap awal masa pertumbuhan hingga sampai suatu batas masa perkembangan koloni-koloni yang semakin meluas,pemerintah kerajaan inggris tidak ikut serta secara langsung dalam pendirian koloni yang manapun, kecuali georgia dan secara berangsur (insedental) saja ambil bagian dalam memberikan pengaruh-pengaruh politik di koloni-koloni.secara faktual,raja menyerahkan kedaulatan langsung atas pusat-pusat pemukiman di koloni-koloni pada kongsi-kongsi dagang dan pemegang hak,tentu saja belum berarti bahwa para kolonis di amerika harus dari pengawasan luar.pada 1618 virginia company mengeluarkan instruksi kepada gubernur yang ditunjukan yang menyatakan agar para penduduk koloni bebas memilih para wakil mereka untuk bersama-sama dengan gubernur dansuatu dewan yang diangkat,membentuk peraturan-peraturan guna kesejahteraan penduduk di koloni.ini ternyatamerupakan salah satu kejadian yang paling berjangkau jauh dalam seluruh zaman pemerintah kolonial.semenjak itu telah diterima secara umum bahwa para kaum koloni memiliki hak untuk ikut serta dalam pemerintahan mereka sendiri.
Sementara itu awal berdirinya koloni di New York dan Georgia melewatkan prosedur seperti yang ditempuh oleh Koloni Virginia, Pennsylvania, Carolina, dan koloni-koloni lainnya. Awal berdirinya koloni New York berasal dari Raja Inggris, Charles II memberikan koloni New York kepada saudaranya yang bernama Duke Of York yang kemudian menjadi raja James II. Demikian juga koloni Gerogia diberikan Raja Inggris, James II kepada “pengurus”. Namun, pada kedua koloni tersebut, syarat-syarat pemerintahan berumur pendek, karena penduduk koloni menuntut perwakilan dalam pembuatan peraturan dengan begitu gigihnya, sehingga para pengusaha segera mengabulkannya.
Hak kaum kolonis untuk mendapatkan perwakilan di dewan legislative itu pada mulanya tidak begitu besar artinya. Namun, pada akhirnya merupakan batu loncatan menuju dominasi penuh kaum kolonis melalui badan-badan perwakilan terlebih dahulu merebut dan kemudian menggunakan hak control atas persoalan keuangan.
Di dalam koloni New England selama bertahun-tahun terdapat pemerintahan sendiri yang lebih sempurna daripada di koloni lainnya. Di dalam koloninya sendiri yaitu Plymouth, mereka sama sekali berada di luar wilayah hukum pemerintah. Mereka di atas kapal Mayflower memutuskan untuk mendirikan organisasi politik mereka sendiri dengan menciptakan suatu garis pedoman pemerintahan yang dinamakan “Mayflower Compact” untuk mempersatukan mereka dalam suatu wadah politik sipil demi ketertiban serta kelangsungan hidup mereka. Akhirnya, pihak perusahaan mengalah dan control pemerintahan beralh ke tangan wakil-wakil yang dipilih. Koloni-koloni New England berikutnya yakni New Habven, Rhode Island dan Connecticut dengan menyatakan bahwa mereka sama sekali berada di luar jangkauan kekuasaan peemrintahan, dan dengan mendirikan sistem politick sendiri mencontoh kaum peziarah di Plymouth, juga mendapat pemerintahannya sendiri.
Selanjutnya semua Koloni New England idtempatkan di bawah pengawasan Raja Inggris dengan kekuasaan penuh yang dipegang oleh Gubernur yang diangkat. Rhode Island dan Connecticut pada waktu itu juga sudah mencakup koloni New Heaven, berhasil menegakkan kembali secara permanen kedudukan mereka yang merdeka. Seperti halnya koloni lainnya, “bagian” ini lambat laun semakin mengembang atau bagian tersebut semakin dominan dengan dapat melakukan pemanfaatan efektif atas control keuangan. Walaupun demikian, para gubernur masih terus diwajibkan untuk memaksakan pelaksanaan kebijaksanaan yang sesuai dengan kepentingan Inggris pada keseluruhannya, dan dean penasihat Raja Inggris tetap menjalankan haknya untuk meninjau kembali pembuatan peraturan di koloni-koloni.
2.5 INTEGRASI POLITIK DAN OTONOMI
Ketigabelas koloni tersebut terikat dengan "ekonomi Atlantik", yang meliputi penggunaan kapal untuk perdagangan budak, tembakau,rum, gula, emas, rempah-rempah, ikan, kayu, dan barang hasil produksi, antara Amerika, Hindia Barat, Eropa, dan Afrika. New York, Philadelphia, Boston, dan Charleston merupakan kota dan pelabuhan utama pada masa itu.
Bersatu, atau Mati, kartun politik tahun 1756 karya Benjamin Franklin yang mendorong koloni-koloni untuk bersatu selama Perang Prancis dan India.
Dari tahun 1754 hingga 1763, Inggris dan Perancis terlibat dalam perang yang disebutPerang Tujuh Tahun. Inggris berhasil memenangkan perang. Perancis menyerahkan koloninya di Kanada kepada Inggris, dan menyerahkan Louisiana ke Spanyol; Spanyol menyerahkan Florida kepada Inggris. Perang ini adalah titik balik dalam perkembangan politik koloni. Pengaruh para pesaing utama Tahta inggris di koloni dan kanada, Prancis dan suku Indian Amerika Utara, amat berkurang. Selain itu, upaya perang berakibat pada integrasi politik koloni yang lebih besar, seperti ditunjukkan dalam Kongres Albany dan disimbolkan oleh seruan Benjamin Franklin supaya semua koloni "Bersatu atau Mati."
Menyusul penguasaan Inggris atas wilayah Prancis di Amerika Utara, Raja George IIImengeluarkan Proklamasi Kerajaan 1763, yang menyatakan bahwa orang yang tinggal di tiga belas koloni tidak dapat menetap di sebelah barat Pegunungan Appalachia. Tujuan dari proklamasi ini adalah untuk mengorganisir kekaisaran Amerika Utara baru dan melindungi suku Indian dari perluasan kolonial ke kawasan barat. Pada masa selanjutnya, terjadi ketegangan antara para kolonis dengan Kerajaan. Parlemen Inggris mengeluarkanUndang-Undang Materai 1765, menerapkan pajak terhadap koloni tanpa melalui legislatif kolonial. Pajak-pajak tamaban juga ditetapkan melalui Undang-Undang Gula (1764), Undang-Undang Perangko (1765), Undang-Undang Townsend (1767), dan Undang-Undang Teh(1773).Para kolonis melakukan protes karena tidak memiliki perwakilan di Parlemen Inggris dan merasa bahwa mereka tidak memperoleh hak-hak mereka. Mereka mengeluarkan seruan "Tolak pajak tanpa perwakilan rakyat," yang berarti mereka meminta agar mereka memiliki suara di Parlemen Britania. Mereka terus menolak membayar pajak seiring ketegangan yang semakin meningkat pada akhir 1760-an dan awal 1770-an.
Pesta Teh Boston pada 1773 adalah aksi langsung oleh para aktivis di kota Boston untuk memprotes pajak baru untuk teh. Para kolonis di Boston membuang ratusan kotak berisi teh dari kapal di Pelabuhan Boston, sebagai tanggapan terhadap Undang-Undang Teh. Parlemen merespon cepat setahun kemudian. Pasukan Inggris mengambil alih Boston, serta mengeluarkan Undang-Undang Paksaan, yang mencabut hak pemerintahan mandiri Massachusetts dan menempatkan wilayah itu di bawah kekuasaan pasukan. Tindakan ini memicu kemarahan dan perlawanan di semua koloni. Para pemimpin patriot dari tiga belas koloni mengadakan Kongres Kontinental Pertama untuk mengkoordinasikan perlawanan mereka terhadap Undang-Undang Paksaan. Tokoh-tokoh penting dalam kongres tersebut adalah Benjamin Franklin, John Adams, Thomas Jefferson, John Hancock, Roger Sherman, dan John Jay. Kongres menyerukan boikot terhadap perdagangan Inggris, menerbitkan daftar hak dan keluhan, serta mempetisi raja untuk mengatasi semua keluhan itu. Semua tindakan ini tidak terlalu berpengaruh, sehingga Kongres Kontinental Kedua pun digelar pada 1775 untuk mengorganisir pertahanan koloni melawan Pasukan Inggris.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Sejarah awal amerika serikat adalah sejarah kolonial inggris di daerah baru amerika utara yang dibanjiri para pendatang dari kepulauan inggris dan irlandia. Pada permulaan tahun-tahun 1600an terjadi gelombang perpindahan bagi mereka yang ingin menemukan kehidupan baru yang lebih baik , di tanah yang baru pula dengan segala harapan yang ada dalam benak mereka. para imigran pertama dari inggris ke tempat yang kini bernama amerika serikat itu menyebrangi samudera atlantik, lama sesudah koloni-koloni spanyol yang makmur didirikan di meksiko, hindia barat, dan amerika selatan. Sebagaimana semua perantau ke dunia baru , mereka menyebarang dengan kapal-kapal kecil yang penuh sesak. Selama perjalanan berlangsung enam sampai dua belas minggu, mereka hidup dengan penjatahan makanan yang sangat tipis. Banyak diantra mereka yang meninggal karena sakit. Sering pula terjadi kapal dihempaskan oleh topan dan beberapa diantaranya karam di laut.
Setelah periode penjelajahan yang dilakukan oleh negara-negara besar di Eropa, permukiman pertama didirikan pada 1607. Orang Eropa membawa kuda, sapi, dan babi ke benua Amerika, dan membawa jagung, kalkun, kentang, kacang, tembakau, dan labu ke Eropa. Lingkungan berpenyakit terbukti mematikan bagi banyak penjelajah dan para pemukim awal menderita penyakit-penyakit baru. Dampak penyakit baru bahkan lebih buruk bagi penduduk asli Amerika, terutama penyakit cacar dan campak. Banyak sekali penduduk asli yang meninggal, biasanya sebelum permukiman Eropa berskala besar dimulai.
Para penjelajah Spanyol adalah orang Eropa pertama yang tiba di benua Amerika, melaluiekspedisi kedua Christopher Columbus, yang mencapai Puerto Rico pada 19 November 1493; yang lainnya mencapai Florida pada 1513. Dengan cepat ekspedisi Spanyol mencapai Pegunungan Appalachia, Sungai Mississippi, Grand Canyon, dan Great Plains. Pada 1540, Hernando de Soto melakukan penjelajahan besar-besaran ke kawasan Tenggara. Selain itu, pada tahun yang sama Francisco Vázquez de Coronado menjelajahi Arizona hingga Kansas tengah. Spanyol mengirim beberapa pemukim, mendirikan permukiman Eropa permanen pertama di Amerika Serikat di St. Augustine, Florida pada 1565, namun hanya sedikit yang menetap permanen di sana. Permukiman Spanyol yang tumbuh menjadi kota-kota penting antara lain Santa Fe, Albuquerque, San Antonio,Tucson, San Diego, Los Angeles , Santa Barbara dan San Francisco.
Pusat permukiman permanen Inggris yang pertama di Amerika adalah sebuah pos perdagangan yang didirikan di Jamestown pada tahun 1607 dalam Domini Lama Virginia. Daerah ini segera mengembangkan perekonomiannya yang kaya dari hasil tembakaunya ( tembakau Virginia ) dengan pemasaran yang telah siap menanpung di Inggris.
Ketika para wanita di Inggris dikerahkan untuk kawin mendirikan rumah tangga pada tahun 1620, perkebunan besar sudah bermunculan disepanjang Jamestown yang penduduknya telah bertambah 1000 orang pemukim. Inggris membentuk segugus peraturan bersama yang kemudian setelah kemerdekaan Inggris tercapai menjadi suatu Federasi,
Inggris di benua Amerika bagian utara memiliki 13 koloni yang berada disepanjang pantai Timur samudera Atlantik. Ke-13 koloni tersebut adalah: Virginia (1607), New Hamshire (1629), Massachusetts (1629),Maryland (1632), Delaware (1632), Connecticut (1662), Rhode Island (1663), New York (1664), New Jersey (1664), Pensylvania (1681), Carolina Utara (1729), Georgia (1732). Pada tahun 1733, terdapat tiga belas koloni. Koloni-koloni ini biasanya dikelompokan menjadi New England (New Hampshire,Massachusetts, Rhode Island dan Connecticut), koloni-koloni Tengah (New York, New Jersey, Pennsylvania, Delaware), dan Selatan (Maryland, Virginia, Carolina Utara, Carolina Selatan, dan Georgia). New England memiliki peternakan-peternakan kecil, dan lebih bertumpu pada perikanan, perkapalan, dan industri-industri kecil. Koloni Selatan memiliki perkebunan tembakau dan kapas. Kebun-kebun ini awalnya digarap oleh pekerja yang bersedia bekerja beberapa tahun dengan upah pintu masuk ke Amerika dan tanah, lalu oleh budak. Koloni tengah memiliki peternakan berukuran kecil, dan dikenal memiliki budaya dan kepercayaan yang beragam
bahasa soal IT
Dim nilai As Integer
Dim konfirmasi As String
Dim hitung As Integer
Dim hitungx As Integer
Dim kkm As Integer
Dim persen As Integer
Dim nama As String
Dim nis As String
Sub mulai()
nilai = 0
hitung = 0
kkm = 75
nama = InputBox("Masukan Nama Lengkap anda")
nis = InputBox("Masukan Nomor Induk Siswa anda")
ActivePresentation.SlideShowWindow.View.Next
End Sub
Sub benar()
konfirmasi = MsgBox("yakin dengan jawaban anda ?", vbYesNo, " Cek jawaban!")
If konfirmasi = vbYes Then
nilai = nilai + 4
hitung = hitung + 4
ActivePresentation.SlideShowWindow.View.Next
End If
End Sub
Sub Salah()
konfirmasi = MsgBox("Yakin dengan jawaban anda ?", vbYesNo, "Cek jawaban !")
If konfirmasi = vbYes Then
hitung = hitung + 4
ActivePresentation.SlideShowWindow.View.Next
End If
End Sub
Sub jawab()
ActivePresentation.SlideShowWindow.View.Next
persen = (nilai * 100) / hitung
hitungx = hitung - nilai
tampilkan
End Sub
Sub tampilkan()
With ActivePresentation.Slides(28)
If persen >= kkm Then
.Shapes(1).TextFrame.TextRange.Text = "Selamat " & nama & " anda Lulus ! nilai anda " & persen
Else
.Shapes(1).TextFrame.TextRange.Text = "Mohon Maaf " & nama & " anda Remedial ! karena nilai anda hanya " & persen & " tidak mencapai KKM : " & kkm
End If
.Shapes(2).TextFrame.TextRange.Text = kkm
.Shapes(3).TextFrame.TextRange.Text = nis
.Shapes(4).TextFrame.TextRange.Text = nama
.Shapes(5).TextFrame.TextRange.Text = persen
.Shapes(6).TextFrame.TextRange.Text = nilai
.Shapes(7).TextFrame.TextRange.Text = hitung
.Shapes(8).TextFrame.TextRange.Text = hitungx
End With
End Sub
perang laut tujuh tahun
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum.wr.wb
Salam Sejahtera
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan berkat kasih dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Tugas makalah yang kami buat ini merupakan tugas dari mata kuliah Sejarah Amerika yang berjudul “Perang Tujuh Tahun”.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan tulisan ini akibat terbatasnya kemampuan penulis.Oleh karena itu,dalam kesempatan ini penulis sangat mengharapkan adanya kritik ataupun saran guna penyempurnaan tugas-tugas selanjutnya. Dan dalam kesempatan ini tidak berlebihan bilamana kami menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dalam pembuatan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum.Wr.Wb
Indralaya, 5 Februari 20154
Penulis
DAFTAR ISI
Kata pengantar 1
Daftar isi 2
Bab I Pendahuluan 3
1.1 Latar belakang 3
1.2 Rumusan masalah 3
1.3 Tujuan 3
Bab II Pembahasan 4
2.1 Penyebab terjadinya perang 7 tahun ( 1756-1763) 4
2.2 Berlangsungnya perang 7 tahun 4
2.3 Perkembangan perang 5
2.4 Akhir perang 7 tahun 7
Bab III 3 10
3.1 Kesimpulan 10
Daftar pustaka 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Latar belakang terjadinya perang tujuh tahun di Amerika antara Britania Raya dan Prancis (1756-1763). memperebutkn Quebec yang dimenangkan oleh Britania. Pada tahun 1765 M. Inggris menerapkan berbagai undang-undang yang sangat memberatkan koloni-koloni seperti Stamp Act (bea materai), Townshend Act (pajak impor) dan Tea act (pajak teh). Para koloni menentang semboyan mereka adalah “no taxation without representation” (tak ada pajak tanpa perwakilan) para koloni menuntut agar mereka mempunyai pewakilan di parlemen Inggris.
Strategi prancis, sama seperti perang-perangnya yang lain di abad ke 18, ia membiarkan koloninya membela diri sendiri, dengan cara mengirimkan sedikit tentara atau yang tidak berpengalaman kesana. Jalur laut yang didominasi Inggris membuat mereka tidak bisa mengirim banyak orang. Prancis juga memusatkan pertempuran mereka di Eropa, karena mereka berharap bisa menang lebih dekat ke rumah.
Strategi Inggris, ia memutuskan untuk membuat pengatur strategi terhebat di masa itu, Frederick dan kerajaannya, Prusia. Mereka memberikan bantuan baik berupa biaya maupun tentara untuk membantu serangan-serangan Frederick. Inggris juga beraliasi dengan kekuatan kontinental yang tidak ada hubungannya dengan mereka, tapi nmemiliki keinginan yang menentang musuh-musuh Inggris, terutama Prancis. Inggris berlawanan dengan Prancis lebih memusatkan pertempuran di koloni-koloni, menggunakan kekuatan pertempuran laut.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa penyebab perang 7 tahun terjadi?
2. bagaimana berlangsungnya perang 7 tahun?
3. bagaimana perkembangan pertahun dari 1756-1763?
4. bagaimana akhir dari perang 7 tahun?
1.3 TUJUAN
1. Menjelaskan sebab perang 7 tahun terjadi
2. memaparkan berlangsungnya perang 7 tahun
3. menjelaskan perkembangan pertahun 1756-1763
4. menjelaskan akhir dari perang dunia 7 tahun
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Penyebab terjadinya perang 7 tahun (1756-1763)
Jajahan Inggris di Amerika-Utara terletak disepanjang pantai timur. Dibelakang jajahan Inggris ini (ditanah pedalaman) terletak jajahan Prancis yang menjajah dari pantai selatan sepanjang sungai Mississsippi (Louisiana) sampai Canada.
Sebab Umum:
Inggris meluaskan tanah jajahan kearah barat hingga melanggar batas jajahan (Louisiana)
Sebab Khusus:
Prancis menyerahkan sumua jajahannya di India kepada Inggris.
(soebardjo,1957.sari sejarah.jakarta)
2.2 Berlangsungnya Perang 7 tahun
Memasuki 1754 suatu pemberontakkan bersenjata antara beberapa anggota laskar milisi Virginia di bawah pimpinan George Washington yang masih berusia 22 tahun dan sepasukan tentara Prancis menobarkan perang Prancis dan Indian, kesempatan ini dimanfaatkan Inggris untuk membantu India. Perang inilah yang akan menentukan apakah Inggris atau Prancis yang akan unggul di Amerika Utara.
Posisi daerah jajahan Inggris di Amerika Utara kurang menguntungkan karena daerah jajahan Inggris yang berada di sepanjang pantai timur Samudra Atlantik terjepit oleh daerah jajahan Prancis dan spanyol. Inggris jika menginginkan perluasan koloni ke arah utara, maka terhadang oleh koloni Prancis yang menguasai Kanada. Demikian juga jika Inggris menginginkan perluasan koloni ke arah selatan, maka terhadang oleh spanyol yang menguasai daerah koloni di Florida dan New Meksiko. Sementara itu, jika Inggris menginginkan perluasan koloni ke arah barat, maka terhadang oleh Prancis yang telah menguasai daerah Louisiana, lembah Ohio, dan daerah Quebec. Setelah ditimbang-timbang untung ruginya, Inggris menentukan pilihannya dengan meluaskan koloninya ke arah barat dengan menyeberangi pegunungan Rocky dan harus menghadapi Prancis. Pertimbangan lainnya bagi Inggris untuk memperluaskan koloni ke arab barat yaitu di daerah sebelah barat tersedia hamparan tanah yang luas memiliki kekayaan alam berupa tambang, sumber mineral dan berbagai hasil hutan yang melimpah. Sedangkan tantangan yang harus dihadapinya selain menerobos pegunungan Rocky dan hutan belantara yang bermedan sulit, Inggris juga harus menghadapi Prancis, maka terjadilah perang memperebutkan daerah jajahan dengan Prancis yang tidak dapat dihindarkan. Perang tersebut di dalam lembaran sejarah dikenal sebagai perang 7 tahun (1756-1763)
(Krisnadi,IG.2012.sejarah amerika serikat.Yogyakarta:ombak(anggota IKAPI)
2.3 Perkembangan pertahun
Disini, akan dijelaskan perkembangan selama tujuh tahun itu, bagaimana serangan masing-masing pihak, serta kejadian-kejadian yang secara langsung maupun tak langsung memengaruhi perang.
1756
Prancis mulai mengepung Minorca, yang merupakan kepunyaan Inggris sejak 1713. Pulau itu berhasil dikuasai tanggal 28 Juni. Tanggal 29 Agustus, Pak Frederick melewati perbatasan Sachsen untuk mengantisipasi serangan Austro-Prancis ke Silesia. Orang Sachsen dan Austria yang tidak siap langsung jadi kacau balau. Di Pertempuran Lobositz, Prusia berhasil mencegah pasukan Sachsen yang dikepung dibantu oleh Austria. Ujungnya, Prusia mengambil daerah itu dan berlanjut ke pendudukan Sachsen dan menyerahnya pasukan negara kecil itu di pertempuran Pirna. Penyerangan Prusia ke Sachsen membuat semuanya marah dan beberapa bergabung ke aliansi melawan Prusia.
Inggris kaget dengan serangan tiba-tiba partnernya ini, dan mencoba membantu dengan cara membujuk Belanda untuk ikut mendukung Prusia, tapi ditolak karena Belanda ingin tetap netral.
1757
Di pertempuran Praha, Pak Frederick dan pasukannya berhasil memaksa pasukan Austria untuk mundur, dan pasukan Prusia mengepung kota tersebut. Tetapi, mereka harus menyelesaikan pengepungan mereka setelah serangan balasan yang lebih besar dari Austria. Pak Frederick pertama kali kalah di pertempuran Kolín. Beberapa kekalahan berikutnya menyusul. Pak Frederick berhasil bertahan, dan akhirnya dia berhasil di Rossbach dan Leuthen. Setelah itu, semuanya berjalan sesuai keinginan. Pak Frederick berhasil mengambil hampir seluruh Pomerania, sementara Inggris seringkali kalah di Amerika. Pak Frederick memperhitungkan tak ada gangguan dari Rusia sampai 1758.
1758
Prusia mulai menyerang Moravia, dan mengepung Olomouc. Setelah pertempuran Domstadtl, pak Frederick menghentikan pengepungan dan menarik pasukan dari Moravia, menandai usaha terakhirnya untuk melakukan serangan besar ke daerah Austria. Prusia timur telah dikuasai Rusia, dan tetap dikuasai sampai 1762. Di bulan April, Inggris berjanji membayar subsidi tahunan sebesar 670.000 Poundsterling (£) ditambah 9.000 orang untuk membantu Hannover mengusir orang-orang Prancis. Marshal von Daun dari Austria berhasil mengejutkan pasukan utama Prusia di Hochkirch. Pak Frederick kehilangan beberapa artilerinya tapi berhasil kabur, dibantu oleh daerah berhutan. Usaha Austria mengambil Dresden gagal, sehingga Prusia tetap menguasai Sachsen.
1759-60
Ada beberapa kekalahan lagi bagi Prusia. Di Kay, Rusia berhasil mengalahkan Prusia, meski mungkin itu juga karena sikap tidak bijaksana Prusia untuk menyerang pasukan Rusia yang lebih besar. Di Minden, Hanover seperti biasa berhasil mengalahkan Prancis. Di Maxen, Austria memaksa Prusia menyerah dan nyaris menghancurkan seluruh pasukannya (dari sekitar 14.000 orang Prusia, yang tersisa tinggal beberapa ratus). Pak Frederick kehilangan separuh pasukannya di pertempuran Kunersdorf, yang dianggap oleh beberapa sejarawan sebagai kekalahan terburuk Pak Frederick selama karirnya sebagai Jenderal Prusia. Tahun 1760 lebih bencana lagi. Jenderal Fouqué dari Prusia kalah di Landeshut, Prancis berhasil mengambil Marburg, Swedia mengambil Pomerania Prusia, dan Hanover berhasil mengalahkan Prancis (seperti biasanya dibilang) di Warburg, mencegah Prancis mengirim bantuan ke Austria untuk menyerang Prusia di timur. Meski begitu, Ernst von Laudon (Austria) tetap berhasil mengambil Kłodzko (sekarang Glatz) di Silesia.
1761-62
Pak Frederick mulai lagi dengan 100.000 orang, mayoritas masih baru. Spanyol dan Portugal memasuki perang dan menempati posisi yang berbeda. Spanyol bersama Austria (suit suit~) dan Portugal bersama Prusia. Spanyol (dibantuin Prancis) berhasil mendapat Almeida. Di pertempuran Villinghausen, Brunswick berhasil mengalahkan Prancis. Rusia mengepung Kolberg dan Austria mengambil Schweidnitz. Bagi Prusia, kehilangan Kolberg sama dengan kehilangan pelabuhan laut terakhirnya di Laut Baltik. Inggris merasa Prusia akan kolaps sebentar lagi. Tanggal 5 Januari 1762, Ratu Elizaveta meninggal, dan digantikan oleh kerabat terdekatnya, Peter. Peter adalah seorang pangeran Jerman yang mengagumi Prusia dan Pak Frederick, jadi dia memerintahkan untuk menarik pasukan dari Prusia dan membantu menciptakan perdamaian Prusia-Swedia (kejadian ini dikenal sebagai “Keajaiban Wangsa Brandenburg”). Rusia berpindah sisi ke Prusia di Traktat St. Petersburg. Austria, ditinggal sendirian di timur, jadi lebih mudah kalah pada saat ini. Di pertempuran Freiberg, Pak Frederick berhasil mengusir pasukan Austria dari Silesia.
1763
Silesia kembali ke tangan Prusia (Silesia: Kakak! *nganggap gilbo kakaknya* Gilbo: Sil! Akhirnya kamu balik juga! Gimana rasanya di tempat si aristokrat itu? Sil: Bosen kak! Gilbo: Makanya, sama kakak aja~ Sil: Oke! Writer*darikejauhan*: GUBRAKS!) Prusia juga sempat menguasai beberapa bagian HRE. Subsidi ke Hanover dihentikan oleh perdana menteri Inggris yang baru, John Bute. Peter dikudeta istrinya sendiri, Catherine, yang membalik dukungan ke Austria dan menyerang Prusia kembali. Austria, yang sudah dilemahkan oleh krisis keuangan seperti yang lainnya, akhirnya membuat Traktat Hubertusburg untuk menyelesaikan urusannya dengan Prusia.
(warofweeky.blogspot.com/2010/11/perang-prancis-dan-indian-1754-1763.html diakses 27 januari 2014 pukul 19:27 WIB)
2.4 Akhir Perang 7 tahun (1756-1763)
Perang panjang ini diakhiri oleh empat traktat untuk mengakhiri beberapa bagian terpisah. Keempat traktat tersebut adalah traktat St. Petersburg, Hamburg, Paris, dan Hubertusburg.
Traktat pertama adalah traktat St. Petersburg, ditandatangani tanggal 5 Mei 1762 di kota St. Petersburg, Rusia. Traktat ini, menurutku lebih tepat disebut “Traktat bantuan bertahan 7 bulan” karena hanya dapat bertahan selama tujuh bulan sebelum Tsar Peter III (yang bikin) meninggal. Di traktat ini, Rusia memutuskan untuk menarik pasukan dari Prusia Timur, membantu Prusia berkonsentrasi dalam menghadapi musuh-musuhnya yang lain seperti Austria dan Sachsen, dan membantu menciptakan perdamaian Prusia-Swedia.
Traktat berikutnya adalah Traktat Hamburg, ditandatangani tanggal 22 Mei 1762 di kota Hamburg, Jerman, antara Prusia dan Swedia. Sebenarnya traktat ini adalah traktat perdamaian, yang mengakhiri Perang Pomerania sebagai bagian dari Perang Tujuh Tahun. Kalau ditanya, sebenarnya Pak Frederick ogah berdamai ama Swedia, cuman karena mediator perdamaian itu adalah Louisa Ulrika, Ratu Swedia yang juga saudarinya Frederick, akhirnya dia mau juga.
Traktat ketiga adalah Traktat Paris, ditandatangani tanggal 10 Februari 1763 antara Inggris, Prancis, dan Spanyol. Sepanjang perang, Inggris, Prancis, dan Spanyol saling mengambili koloni lawannya. Di traktat ini, mayoritas daerah koloni dikembalikan ke pemiliknya, tapi Inggris mendapat banyak daerah dari Prancis. Inggris mendapat Kanada, Dominika, Grenada, St. Vincent dan Grenadine, juga Tobago dari Prancis, sementara St. Lucia, Martinique, Guadelope, stasiun dagang budak di Goreé, dan pusat dagang di India dikembalikan. Separuh Louisiana di bagian timur Mississippi diberikan Prancis ke Inggris, meski ada sebuah traktat rahasia yaitu Traktat Fontainebleau (1762) yang menyatakan Prancis memindahkan pengurusan Louisiana ke Spanyol. Prancis berjanji tak mengirim pasukan ke Benggala, Inggris setuju membubarkan benteng di Belize, tetapi memiliki tempat pemotongan kayu disana.
Traktat keempat adalah Traktat Hubertusburg, ditandatangani tanggal 15 Februari 1763 di istana Hubertusburg, Jerman antara Prusia, Austria, dan Sachsen. Traktat ini memiliki dua bagian, sebagan untuk mengurus permasalahan Austria-Prusia dan sebagian yang lain untuk mengurus permasalahan Prusia-Sachsen. Di bagian Austria-Prusia, Maria dan penerusnya setuju untuk tidak mencoba mengklaim daerah yang dikasih ke Prusia pada Traktat Breslau dan Berlin. Prusia juga setuju untuk tidak menuntut ganti rugi atas semua kerugian dalam perang. Konflik dihentikan dan pasukan-pasukan ditarik dari berbagai tempat. Glatz dibalikin ke Prusia, dan Prusia mengabulkan permintaan penduduk setempat untuk menarik pasukan dari sana. Arsip-arsip Prusia yang disita Austria dikembalikan. Prusia memberi kebebasan beragama pada penduduk Silesia, dan mengakui hak serta kepemilikan mereka. Kedua negara juga berjanji untuk memajukan kerjasama dagang antar mereka.
Pasal : Frederick, sebagai Raja-Pemilih Brandenburg setuju memilih Joseph (anaknya Maria) untuk menjadi HRE (27 maret 1764) dan mengakui klaim Habsburg atas Modena.
Antara Prusia dan Sachsen, gencatan senjata, semua batas daerah dikembalikan seperti sebelum perang, menurut Traktat Dresden (1745). Prusia juga memperbolehkan pasukan Sachsen pergi ke Polandia melewati Silesia.
(warofweeky.blogspot.com/2010/11/perang-prancis-dan-indian-1754-1763.html diakses 27 januari 2014 pukul 19:27 WIB)
Kemenangan Inggris dalam perang tujuh tahun (1756-1763) menyebabkan Prancis menyerahkan sebagian besar daerah jajahannya ke Inggris seperti: Kanada, sebelah timur sungai Mississippi. Setelah pasca perang Tujuh tahun Inggris menukar koloninya di Kuba kepada Spanyol dan Inggris mendapatkan ganti dari spanyol tanah koloni Florida. Penukaran koloni tersebut disepakati oleh Inggris maupun Spanyol karena memudahkan kedua belah pihak untuk mengelola koloninya di Benua Amerika.
Akibat kemenangan Inggris terhdap Prancis dalam perang perebutan koloni di Benua Amerika (1756-1763), wilayah jajahan Inggris semakin luas sehingga banyak timbul masalah- masalah baru seperti: persoalan menjaga daerah-daerah perbatasan, mengelola daerah jajahan, menghadapi pemberontakkan orang-orang Indian, misal pemberontakkan Ottawa pada 1763. semua masalah tersebut harus diatasi dan memerlukan biaya yang besar.
Kemenangan Inggris terhadap Prancis dalam perang Tujuh tahun (1756-1763) menyebabkan utang Inggris menjadi besar jumlahnya yaitu 130.000.000 poundsterling dengan bunga setiap tahunnya sebesar 4.000.000 poundsterling Inggris berusaha menutupi utangnya dengan melaksanakan Undang-undang Perdagangan yang dibebankan kepada para kolonis di Amerika.
(Krisnadi,IG.2012.sejarah amerika serikat.Yogyakarta:ombak(anggota IKAPI)
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
• soebardjo,1957.sari sejarah.jakarta
• Krisnadi,IG.2012.sejarah amerika serikat.Yogyakarta:ombak(anggota IKAPI)
• warofweeky.blogspot.com/2010/11/perang-prancis-dan-indian-1754-1763.html (diakses 27 januari 2014 pukul 19:27 WIB)
Perbedaan sistem Perdagangan kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit
Kerajaan sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan maritim terbesar di Nusantara dengan sungai musinya sebagai pusat pelabuhan dengan armada lautnya yang kuat dan tangguh membuat Sriwijaya sebagai salah satu pelabuhan bahari terbesar dan tergagah yang pernah berdiri di Swarnadwipa atau pulau Sumatera. Kehidupan ekonomi kerajaan Sriwijaya mulai dibangun sejak pemerintahan Dapunta Hyang Sri Rajasana tahun 671 M berpusat di kawasan sungai musi. Kawasan sungai Musi letaknya strategis berada di tengah perdagangan India - China tidak jauh dari selat Malaka, Semanjung malaya, mendorong Dapunta Hyang terus mengembangkan sungai Musi sebagai sarana transportasi antar daerah, pelayarannya dengan menggunakan kapal kayu bernama Cadik. Kapal kayu yang digunakan pada masa itu selain sebagai transportasi juga digunakan sebagai alat untuk mengangkut barang dagangan dan transaksi perdagangan, kemudian disekitaran sungai Musi dibangunlah pusat - pusat perdagangan seperti pelabuhan serta kampung - kampung perdagangan. Tidak diherankan lagi tidak berapa lama kemudian Sriwijaya sekitar tahun 670-an menjadi pusat perdagangan asia Tenggara sebagaimana catatan perjalanan I-Tsing seorang pendeta budha yang tinggal selama 6 bulan tahun 671 M dikerajaan Sriwijaya ( mywapblog.com/potret-ekonomi-masa-kerajaan-sriwijaya.html ).
Sebagai kerajaan Bahari , kerajaan Sriwijaya sudah memanfaatkan air ( sungai, rawa, dan laut ) sebagai alat komunikasi, transportasi dan perdagangan maupun sistem pertahanan. Sehingga kerajaan Sriwijaya dapat dengan mudah mengadakan hubungan dagang dengan dunia luar serta manusianya sudah terampil dalam hal admistrasi dan pelayaran ( L. R. Retno Susanti. Sejarah Nasional Indonesia 1 : 67 – 68 ).
Kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan yang sangat berpengaruh dalam mengendalikan jalur perdagangan di Selat Malaka dan Selat Sunda, yang mana merupakan jalur perdagangan antara bangsa India dan banga Tiongkok. Orang-orang Arab mencatat pada masa itu kerajaan Sriwijaya memiliki berbagai aneka barang yang di hasilkan untuk perdagangan seperti kayu gaharu, pala, cengkeh, gading, kepulaga, kapur barus, emas, dan juga timah. Dengan banyaknya aneka barang yang di hasilkan untuk perdagangan membuat Kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan yang sangat kaya pada masa itu. ( Nugroho Notosusanto, Marwati Djoened Poesponegoro. Sejarah nasional Indonesia II : 99 )
Kekayaan yang sangat melimpah yang dimiliki oleh kerajaan Sriwijaya ini membuat Kerajaan Sriwijaya memmiliki pengaruh yang sangat besar di daerah Asia Tenggara, banyak pihak yang tunduk kepada kerajaan Sriwijaya karena kekayaan Kerajaan Sriwijaya yang sangat melimpah saat itu. Kerajaan Sriwijaya juga memunyai peran dengan menjadi tempat pelabuhan utama di daerah Asia Tenggara. ( Suminto Sucipto. Perkembangan Masyarakat pada Masa Kerajaan Hindu Budha serta Peningalannya ).
Untuk kepentingan perdagangannya atau sebagai usaha diplomatiknya agar cina tidak membuka peluang perdagangan dengan negeri lain di Asia Tenggara ini maka kerajaan Sriwijaya tidak segan – segan memberikan upeti kepada negeri Cina. Perdagangan dengan negeri Cina dan India ini telahb memberikan keuntungan yang besar untuk kerajaan Sriwijaya itu sendiri. ( Nugroho Notosusanto, Marwati Djoened Poesponegoro. Sejarah Nasional Indonesia II : 99 – 100 )
Kerajaan Sriwijaya juga melakukan perdagangan hingga ke negeri Tiongkok, yang tentunya setelah kerajaan Sriwijaya mendapatkan persetujuan dan perlindungan dari pihak kerajaan atau kekaisaran China untuk dapat berdagang disana. Kerajaan Sriwijaya sangat baik dalam mengelola sistem perdagangan dengan negeri yang jauh dari kerajaan Sriwijaya ( luar Asia Tenggara), selain itu juga menguasai daerah pelayaran antara India dan Tiongkok. ( Suminto Sucipto. Perkembangan Masyarakat pada Masa Kerajaan Hindu Budha serta Peningalannya ).
Kerajaan Majapahit
Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan terbesar kedua setelah Kerajaan Sriwijaya.
Majapahit merupakan kerajaan agraris dan juga sebagai kerajaan maritim. Kedudukan sebagai kerajaan agraris tampak dari letaknya yang berada di pedalaman dan dekat aliran sungai. Kedudukannya sebagai kerajaan maritim tampak dari angkatan laut kerajaan itu untuk menanamkan pengaruh Majapahit di seluruh nusantara. Dengan demikian, kehidupan ekonomi Kerajaan Majapahit menitik beratkan pada bidang pertanian dan pelayaran perdagangan.
Pertanian Jawa sejak sebelum Majapahit sangat kuat. Udara di Jawa yang panas sepanjang tahun sehingga membuat Panen padi terjadi dua kali dalam setahun yang menghasilkan Butiran beras yang amat halus. Terdapat pula wijen putih, kacang hijau, rempah-rempah dan lain-lain, kecuali gandum. Buah-buahan juga banyak terdapat di sini dengan berbagai maca jenisnya, antara lain pisang, kelapa, delima, pepaya, durian, manggis, langsat dan semangka. Sayur mayurjuga berlimpah macamnya. Jenis binatang juga banyak, antara lain burung beo, ayam mutiara (kalkun), burung nilam, merak, pipit, kelelawar dan hewan ternak seperti sapi, kambing, kuda, babi, ayam dan bebek, serta hewan langka monyet putih dan rusa putih.
Untuk membantu pengairan pertanian yang teratur, pemerintah Majapahit membangun dua buah bendungan, yaitu Bendungan Jiwu untuk persawahan daerah Kalamasa dan Bendungan Trailokyapuri untuk mengairi daerah hilir.
Majapahit memiliki mata uang tersendiri yang bernama gobog, uang logam yang terbuat dari campuran perak, timah hitam, timah putih, dan tembaga. Bentuknya koin dengan lubang di tengahnya. Dalam transaksi perdagangan, selain menggunakan mata uang gobog, penduduk Majapahit juga menggunakan uang kepeng dari berbagai dinasti. Menurut catatan Wang Ta-yuan, pedagang Tiongkok, komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada, garam, kain, dan burung kakak tua, sedangkan komoditas impornya adalah mutiara, emas, perak, sutra, barang keramik, dan barang dari besi.
Selain itu, catatan Odorico da Pordenone, biarawan Katolik Roma dari Italia yang pernah mengunjungi Jawa, menyebutkan bahwa istana raja Jawa penuh dengan perhiasan emas, perak, dan permata.
Daftar Pustka
Kerajaan Sriwijaya :
Susanti, L. R. Retno. 2007. Sejarah Nasional Indonesia I. Indralaya : pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya
Nugroho Notosusanto, Marwati Djoened Poesponegoro. 1992. Sejarah Nasional Indonesia II “Jaman kuno” : PT Balai Pustaka
Sucipto, Suminto. Perkembangan Masyarakat Pada Masa Kerajaan Hindu Budha serta Peningalannya.
http://nantly.mywapblog.com/potret-ekonomi-masa-kerajaan-sriwijaya.xhtml ( di akses tanggal 7 februari 2014 ).
Kerajaan Majapahit :
Scribd. Kitab Negara Kertagama. (online), ( www.scribd.com ), diakses 7 Februari 2014.
____. Kitab Pararaton Terjemahan. (online), ( www.scribd.com ), diakses 7 Februari 2014.
Soejono, R.P. (Ed. dkk.). 2010. Jaman Kuno. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II. Jakarta: P.N. Balai Pustaka.
Wikipedia. Majapahit. (online), ( http://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit.html ), diakses 7 Februari 2014.
Wordpress. Ekonomi Majapahit. 2007. (online), ( www.sejarahwan.wordpress.com/2007/10/5/ekonomi-majapahit/ ), diakses 7 Februari 2014.
sejarah kedaan daerah Jambi
KEBANGKITAN NASIONAL DI DAERAH JAMBI
A. PEJABAT – PEJABAT PEMERINTAHAN
a. Sultan Taha Saifuddin ( 1855 – 1904 )
Sultan Taha Saifuddin naik tahta tahun 1855 menggantikan Sultan Badurrachman Nazaruddin. Ia pada tahun 1858 meningkir dari kraton yang di duduki oleh Belanda dan tetap melakukan perlawanan hingga gugur pada tahun 1904. Sultan Taha di mata rakyat Jambi adalah Sultan yang sah, Sultan – sultan lain yang ada pada masa Sultan Taha masih hidup di angkat Belanda sebagai Sultan bayangan ( tidur ).
b. Sultan Ahmad Nazaruddin ( 1855 – 1866 )
Sultan ini adalah sultan bayangan pertama, ia sebenarnya adalah paman Sultan Taha Saifuddin dan adik dari Sultan Abdurrahman.
c. Sultan Mahmud Mahiddin ( 1881 – 1866 )
Sultan bayangan yang kedua, menggantikan Sultan Ahmad Nazaruddin.
d. Sultan Ahmad Zainuddin ( 1866 – 1901 )
Sultan ini merupakan Sultan bayangan yang ketiga dan terakhir, karena sesudah Sultan ini mengundurkan diri tidak terdapat kesepakatan di antara para pembesar untuk calon penggantinya yang di angkat oleh Belanda.
Pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Zainuddin ini mengangkat putra ketiga Sultan Taha yang bernama Raden Anom Kesumoyudo yang berumur empat tahun sebagai pangeran ratu dan sebagai kuasa pangeran ratu di angkat Raden Abdurrachman putra Sultan Mahmud Mahiddin dan Pangeran Ario Jayakusumo diganti dengan Pangeran Marto Jayakusumo putra SultanAbdurrachman Nazaruddin (Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi : 29-30 ).
B. PENGARUH POLITIK KOLONIAL BELANDA DAN DESENTRALISASI DI DAERAH
Politik kolonial sebenarnya tidak lain adalah usaha bagaimana untuk menguasai suatu daerah atau wilayah dengan menduduki serta mengeksploitasi semua potensi yang ada, baik dengan cara perundangan ataupun kekerasan. Khusus untuk daerah Jambi, politik kolonial Belanda sebelum abad ke-20 tampak dengan jelas dari perjanjian – perjanjian antara Belanda dengan Sultan Kerajaan Jambi ( Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi : 43 ).
Perjanjian Sultan Jambi dengan Belanda misalnya :
1. Perjanjian 14 November atau perjanjian Sungai Batang. Perjanjian ini dipaksakan oleh Letnan Kolonel Michel yang masuk ke Sarolangun Jambi dari daerah Palembang kepada Sultan Fachruddin isinya Belanda mempunyai hak mendirikan kekuatan dalam daerah Jambi.
2. Lalu perjanjian yang di lakukan Sultan Ahmad Nazaruddin yaitu Negeri jambi hanya di pinjamkan kepada Sultan Jambi yang harus bersikap menurut dan setia serta menghormati pemerintah Belanda dan Pemerintahan Belanda berhak memungut cukai atas barang yang masuk dan keluar.
Perlu dikemukakan bahwa perjanjian – perjanjian tersebut tidak seluruhnya dapat di terapkan kepada rakyat Jambi ketika saat itu tidak mau dijajah dan tetap patuh kepada Sultan yang syah yang tetap melakukan perlawanan hingga akhirnya gugur tahun 1904 dan baru setelah itu perintahan langsung Hindia – Belanda atas dearah Jambi dapat di selenggarakan (Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi : 34 ).
Hal yang menarik dari perjanjian – perjanjian itu ialah adanya kesedian Belanda untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri dan tidak mengganggu adat istiadat dalam negeri Jambi. Konsekwensinya ialah Belanda tetap mengakui sistem pemerintahan yang di pimpin olehSultan waktu itu. Hal ini dilakukan Belanda sehubungan dengan gerakan kaum humanis di negeri Belanda yang menuntut agar pemerintahan Belanda mampu mensejahterakan rakyat jajahannnya, yang pada akhirnya menimbulkan konsepsi politik etis. Sebagai akibat gerakan kaum humanis di dalam pemerintahan wilayah juga terjadi perubahan konsep politik yang memungkinkan rakyat indonesia dipimpin langsung oleh seseorang dari mereka sendiri yang di angkat oleh pemerintah yang di akui ( Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi : 43 ).
C. KEGIATAN MASYARAKAT YANG RELEVAN ATAUPUN YANG MERUPAKAN EMBRIO DARI PROSES SEJARAH KEBANGKITAN NASIONAL DI DAERAH JAMBI.
Seperti yang sudah kita ketahuoi bahwa Sultan Taha Saifuddin gugur tahun 1904, sebagai konsekwensi dari perlawanan yang dilakukannya terhadap Belanda. Demikian pula Raden Mohammad Taher biasa disebut Raden Mat Taher, panglima tertinggi dari tentara Sultan Taha Gugur tahun 1907 di Muara Jambi. Disamping itu Belanda pada tahun 1903 dapat pula mematahkan perlawanan rakyat Jambi di Kerinci dan mengkap serta membuang bupati Purbo ke Ternate.
Perjuangan Sultan Taha Saifuddin, Raden Mat Taher, Bupati Purbo dan pemimpin – pemimpin rakyat Jambi yang gugur yang di tangkap dan dibuang ke daerah lain, membuktikan kepada kita adanya keinginan untuk tidak memberi kesempatan kepada Belanda untuk menjalankan pemerintahan kolonial di daerah Belanda untuk menjalankan pemerintahan kolonial di daerah Jambi. Keinginan untuk melepaskan diri dari penjajahan dan mengusir penjajahan dari Jambi khususnya dari tanah air pada umumnya, menandakan bahwa di kalangan pemimpin dan rakyat Jambi sudah ada benih kesadaran nasional dalam perjuangan mereka mencapai kemerdekaan.
Semangat keagamaan islam dan pengaruh pemimpin rakyat terutama Sultan Taha Saifuddin sangat mendalam di kalangan Rakyat Jambi. Rakyat Jambi sangat membenci Belanda, yang dianggapnya kaum kafir dan juga oleh karena Belanda menghapuskan kesultanan Jambi dengan mendirikan gewest Jambi pada tahun 1906.
Proses sejarah kebangkitan nasional di daerah jambi sebenarnya tidak terlepas dari aspek historis diatas yang merupakan benih kesadaran nasional dan dalam kurun waktu berikutnya benih kesadaran nasional ini tumbuh dan berkembang menjadi kebangkitan nasional.
Perkembangan kebangkitan nasional di daerah Jambi tidak berdiri sendiri. Di satu pihak ia di tentukan oleh usaha politik atau kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan Hindia Belanda di daerah Jambi, baik etische politiek maupun bukan. Di lain pihak ditentukan oleh masyarakat Jambi sendiri dan oleh situasi politik di pulau jawa.
Usaha – usaha pemerintahan Belanda membangun dam – dam untuk mengairi sawah seperti dam di tanah tumbuh, dam semagi di poleyang, muara bungo, dan talang mersai, dan dam karang berahi di bangko. Tampaknya membantu rakyat dalam pertanian. Di samping itu rakyat di daerah – daerah yang tanahnya kurang subur dikerahkan untuk menanam pohon karet dan kelapa.
Di kerinci rakyat digalakan untuk tanaman kopi dan demikian pula dalam bidang pendidikan, Belanda mendirikan sekolah – sekolah desa, yakni sekolah tingkat permulaan di setiap marga.
Namun hasil dari usaha – usaha ini bagi rakyat di daerah Jambi tidak mempunyai banyak arti karena hanya dapat di nikmati oleh sebagian kecila rakyat Jambi ketika itu. Bagian terbesar dari rakyat Jambi tetap mengalami penderitaan sebagai akibat dari adanya pajak – pajak yang di beratkan dan kerja rodi dalam pembuatan jalan – jalan.
Dengan demikian Belanda pada hakekatnya tetap konsisten dengan tujuan polotik kolonialnya. Rakyat Jambi yang terkenal fanatik dan tidak senang dengan Belanda yang di anggapnya kafir, tidak dapat menerima program pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah Hindia Belanda. Kebanyakan anak – anak dan pemuda bersekolah di madrasah – madrasah islam yang ada ketika itu.
Bersamaan dengan itu, Belanda melakukan pula pemindahan penduduk teristimewa pegawai – pegawai pribumi yang aktif dalam pergerakan polotik Jawa. Ketika Belanda telah menyelesaikan dam – dam untuk mengairi sawah di daerah Bangko pada tahun 1914 di pindahkan 3 orang pegawai pribumi yang menjadi mantri tani dan aktivis Serikat Dagang Islam dari Surakarta ke Jambi. Mas Sumodirono mantri sawah di Bangko, Raden Indrayudo mantri sawah di Sungai Manau, dan Raden Mas Sumerejo di Karang Berahi.
Keinginan rakyat untuk di pimpin oleh bangsa sendiri masih belum hilang bahkan semangat perlawanan menentang Belanda tetap meyala dan dengan Serikat Islam aspirasi dan kegiatan masyarakat itu mendapat tempatnya pula. Tidaklah heran pada tahun 1916 Serikat Islam yang berkembang dengan pesat ini dapat melakukan perlawanan bersenjata terhadap Belanda karena didukung sepenuhnya oleh faham keagamaan dan kebangsaan menentang penjajah ( Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi : 48 – 49 ).
Gabungan Politik Indonesia ( GAPI )
Nama : Rensy Novianny ( 06121004030 )
Septian Virgo Netra ( 06121004023 )
Dosen Pembimbing : Dra. Isputaminingsih, M. Hum
Hudaidah, S. Pd. M. Pd
Prodi : Pendidikan Sejarah
Mata Kuliah : Sejarah Nasional Indonesia IV
Gabungan Politik Indonesia ( GAPI )
A. Awal Berdirinya GAPI
Perkembangan dari Gerakan Nasional Indonesia setelah gagalnya Petisi Sutarjo adalah dibentuknya GAPI yang merupakan organisasi hasil kerjasama dari partai-partai politik dan organisasi - organisasi yang ada di Indonesia. Pembentukan federasi pada mulanya diusulkan oleh PSII pada bulan April 1938 dengan pembentukan Badan Perantara Partai Politik Indonesia (Bapepi). Oleh karena pembentukannya kurang lancar, Parindra mengambil inisiatif untuk membentuk kembali Konsentrasi Nasional.
Sebagai alasan yang mendorong dan mempercepat terbentuknya federasi tersebut adalah :
a. Kegagalan dari Petisi Sutarjo,
b. Adanya masalah internasinal dengan munculnya Fasisme khususnya di Jerman,
c. Sikap dari pemerintah kolonial yang kurang memperhatikan rakyat Indonesia.
Ketiga hal tersebut menjadi tantangan bagi pemimpin – pemimpin Indonesia karena makin meningkatnya situasi internasional akibat pengaruh fasisme, oleh karena itu, pers Indonesia menyerukan agar kekalahan dalam forum Voldksraad ( Perjuangan Petisi Sutarjo ) dianggap sebagai cambuk untuk menuntut dan menyusun barisan kembali dalam suatu wadah persatuan berupa konsentrasi nasional.
Parindra berpendapat bahwa perjuangan konsentrasi nasional haruslah memenuhi dua hal. Pertama bersifat ke dalam, yaitu dapat menyadarkan dan menggerakkan rakyat untuk memperoleh suatu pemerintah sendiri. Kedua bersifat ke luar, yaitu dapat menggugah pemerintah Belanda untuk menyadarkan cita-cita bangsa Indonesia dan kemudian memberikan perubahan-perubahan dalam pemerintahan di Indonesia.
Kemudian diadakanlah pendekatan dan perundingan dengan PSII, Gerindo, PII, Pasundan, Persatuan Minagkabau, Partai Katolik untuk membicarakan masa depan Indonesia. Pada tanggal 21 Mei 1939 dalam rapat pendirian konsentrasi nasional di Jakarta berhasil didirikannya suatu organisasi yang merupakan kerjasama dari partai – partai politik dan organisasi – organisasi dengan nama Gabungan Politik Indonesia (GAPI).
Dalam rapat itu juga ditegaskan anggaran dasar dalam GAPI sehingga nantinya tidak timbul kekacauan. Anggaran dasar yang penting adalah ditegaskan bahwa masing-masing partai yang tergabung dalam GAPI tetap punya kemerdekaan penuh terhadap program kerjanya, dan bilamana timbul perselisihan antara partai-partai maka GAPI akan jadi penengahnya.
Dalam anggaran dasarnya juga dijelaskan dasar-dasar dari GAPI, yaitu :
a. hak untuk menentukan diri sendiri;
b. persatuan dari seluruh bangsa Indonesia yang berdasarkan pada kerakyatan dalam paham politik, ekonomi, dan sosial;
c. dan persatuan aksi seluruh pergerakan Indonesia. Sementara itu, GAPI dipimpin oleh Muhammad Husni Thamrin, Mr. Amir Syariffudin, dan Abikusno Tjokrosuyoso.
B. Aksi - aksi GAPI
GAPI pertama kali mengadakan konferensi pada 4 Juli 1939, dimana isinya membicarakan aksi GAPI yang bersemboyan “Indonesia Berparlemen.” Aksi pertama GAPI ini bertujuan membentuk suatu parlemen yang berdasarkan pada sendi-sendi demokrasi. Untuk mencapai tujuan dari aksi tersebut dan seiring dengan gentingnya situasi Eropa pada saat itu, maka pada 20 September 1939 GAPI mengeluarkan pernyataan yang dikenal sebagai Manifest GAPI.
Isi dari pernyataan itu adalah mengajak rakyat Indonesia dan Belanda untuk bekerjasama menghadapi bahaya Fasisme, dimana kerjasama itu akan lebih berhasil bila rakyat Indonesia diberikan hak-hak baru dalam urusan pemerintahan. Cara dari kerjasama itu adalah membentuk suatu pemerintahan dengan parlemen yang dipilih dari dan oleh rakyat, dimana pemerintahan tersebut bertanggung jawab kepada parlemen.
Untuk mendukung aksinya dan mendapat dukungan, GAPI mengadakan beberapa kegiatan. GAPI mengadakan rapat-rapat umum yang puncaknya terjadi pada 12 Desember 1939, yaitu dimana tidak kurang 100 tempat di Indonesia mengadakan rapat mempropagandakan tujuan GAPI. Aksi dari GAPI ini mendapat reaksi positif dari pers, dimana mereka memberitakan secara panjang lebar tentang GAPI dan sikap beberapa negara Asia dalam menghadapi bahaya Fasisme.
GAPI juga membentuk Kongres Rakyat Indonesia atau KRI dan selanjutnya Comite Parlemen Inonesia. KRI diresmikan pada 25 Desember 1939 di Jakarta dalam Kongres Rakyat Indonesia pertama. Tujuan dari KRI adalah Indonesia Raya yang bertemakan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dan kesempurnaan cita-citanya, dengan sasaran pertamanya adalah Indonesia berparlemen penuh.
Keputusan penting lain dari kongres ialah penetapan Bendera Merah Putih dan lagu Indonesia Raya sebagai bendera dan lagu persatuan Indonesia, serta peningkatan pemakaian bahasa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat. Kemudian dibentuklah Komite Parlemen Indonesia dengan maksud untuk lebih meningkatkan aksi-aksi GAPI, dimana panitia-panitia di daerah dianjurkan mengadakan kursus-kursus dan rapat-rapat tertutup untuk meyakinkan rakyat akan kewajibannya bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa.
C. Respon Pemerintahan Belanda terhadap GAPI
Tuntutan dari GAPI sendiri mendapat respon dari pemerintah Belanda. Tuntutan GAPI sendiri sempat dibicarakan dalam Tweede Kamer, yaitu pembahasan anggaran belanja Hindia, pada 26 Februari sampai 6 Maret 1940 dan hanya mendapat dukungan dari Social Demokratische Arbeiders Partij (SDAP) serta penolakan dari partai-partai lain. Pers di Belanda juga umumnya menolak dengan alsan belum waktunya. Hal yang baik adalah partai-partai dan pers di Belanda berpendapat bahwa perlu diadakan perubahan-perubahan di dalam pemerintahan di Indonesia mengngat keadaan Internasional yang memburuk.
Pada bulan Agustus 1940, ketika negeri Belanda telah dikuasai oleh Jerman dan Indonesia dinyatakan dalam keadaan darurat perang. GAPI kembali mengeluarkan resolusi yang menuntut diadakannya perubahan ketatanegaraan di Indonesia dengan menggunakan hokum tatanegara dalam masa genting (nood staatsrecht).
Isi resolusi yaitu mengganti Volksraad dengan parlemen sejati yang anggota-anggotanya dipilih oleh rakyat, merubah fungsi kepala-kepala departemen (departemenshoofden) menjadi menteri yang bertanggungjawab kepada parlemen tersebut. Resolusi ini dikirimkan kepada Gubernur Jenderal, Volksraad, Ratu Wilhelmina dan kabinet Belanda di London.
Menghadapi tuntutan itu, atas persetujuan pemerintah dibentuklah Commisie tot bestudeering van staatsrechtelijke hervorminogen atau komisi untuk menyelidiki dan mempelajari perubahan-perubahan ketatanegaraan. Komisi yang dikenal sebagai Komisi Visman ini dibentuk pada 14 September 1940. Komisi ini sendiri bertugas untuk mengumpulkan bahan-bahan apa yang menjadi keinginan dari Indonesia.
D. Kemunduran GAPI
Pembentukan Komisi Visman ini sendiri tidak begitu disetujui oleh kaum pergerakan. Mereka melihat pengalaman pada tahun 1918, dimana pernah dibentuk komisi serupa yang tidak menghasilkan apa-apa bagi rakyat Indonesia. GAPI sendiri mengumumkan bahwa anggota-anggota GAPI untuk tidak dibenarkan memberikan pendapat sendiri-sendiri kepada Komisi Visman.
Hal ini bertujuan untuk menghindari ketidaksatuan pendapat dalam menghadapi Komisi Visman. Belakangan, sikap GAPI melunak setelah mendapat undangan resmi dari Komisi Visman. Sementara, beberapa anggota Volksraad mengajukan mosi yang lebih ringan, yaitu mengadakan kerjasama antara pemimpin Indonesia dan Belanda.
GAPI berusaha agar tuntutannya didengar. Wakil-wakil GAPI dan Komisi Visman sempat mengadakan pertemuan di gedung Raad van Indie pada 14 Februari 1941. Tujuan awal dari pertemuan itu awalnya adalah menyampaikan tuntutan GAPI, tapi ternyata pertemuan ini tiedak menghasilkan sesuatupun, malah pertemuannya sendiri yang ramai dibicarakan kalangan pergerakan sehingga muncul anggapan GAPI tidak lagi radikal. Keinginan GAPI agar tuntutannya didengar sempat mendapat harapan saat menteri jajahan Welter dan van Kleffens datang berkunjung ke Indonesia pada April 1941. Kunjungan itu berubah menjadi sebuah kekecewaan karena Welter tidak memberikan solusi ke arah perubahan ketatanegaraan.
Harapan bagi GAPI benar-benar hilang saat Ratu Wilhelmina mengadakan pidato di London dan pidato dari Gubernur Jenderal di Volksraad mengenai masa depan Indonesia. Situasi internasional yang memburuk akibat Perang Dunia II juga membuat pemerintah kolonial memperketat izin mengadakan rapat-rapat. Setelah itu rakyat Indonesia diberikan peraturan wajib bela atau inheemse militia.
Daftar Pustaka :
Poesponegoro , Marwati Djoened. 2008. Sejarah Nasional Indonesia V – Zaman Kebangkitan Nasional dan Masa Hindia Belanda . –cet-2 Edisi Pemuktahiran. Jakarta : Balai Pustaka.
Suhartono. 1994. Sejarah Pergerakan Nasional dari Budi Utomo sampai Proklamasi 1908 – 1945. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Sabtu, 08 Maret 2014
filsuf - filsuf islam dan barat
FILSUF
– FILSUF ISLAM
1. Al - Kindi
A.
Sejarah Hidup dan Pendidikan
Al-Kindi, nama lengkapnya Abdul Yusuf Ya’qub bin Ishaq
bin Ash-Shabah bin ‘Imran bin Isma’il bin Muhammad bin al-Asy’ats bin Qais
al-Kindi. Al-Kindi dilahirkan di Kufah sekitar tahun 185 H (801 M) dari
keluarga kaya dan terhormat. Ia berasal dari kabilah kindah, termasuk kabilah
terpandang di kalangan masyarakat Arab dan bermukim di daerah Yaman dan
Hijaz.
Setelah dewasa al-Kindi pergi ke Baghdad dan mendapat
perlindungan dari khalifah al- Ma’mun (813-833 H) dan khalifah al-Mu’tasim
(833-842 H). Al-Kindi menganut paham Mu’tazilah dan kemudian belajar filsafat.
Selain belajar filsafat ia juga menekuni dan ahli
dalam bidang ilmu astronomi, ilmu ukur, ilmu alam astrologi, ilmu pasti, ilmu
seni musik, meteorologi, optika, kedokteran, politik dan matematika. Penguasaanya
terhadap filasafat dan disiplin ilmu lainnya telah menempatkan ia menjadi orang
Islam pertama yang berkebangsaan Arab dalam jajaran para filosof
terkemuka. Karena itu pula dinilai pantas dalam menyadang gelar Failasuf al-‘Arab (filosof berkebangsaan
Arab).
B.
Pokok-pokok
Pemikiran Filsafat al-Kindi
Al-Kindi mengemukakan pokok-pokok pemikiran filsafat
dalam berbagai aspek antara lain:
1) Pemaduan Filsafat dan Agama
Al-Kindi orang Islam yang pertama meretas jalan
mengupayakan pemaduan antara
filasafat dan agama atau antara akal dan wahyu. Menurutnya antara keduanya
tidak bertentangan karena masing-masing keduanya adalah ilmu tentang kebenaran.
Sedangkan kebenaran itu satu tidak banyak. Ilmu filasafat meliputi ketuhanan,
keesan-Nya, dan keutamaan serta ilmu-ilmu lain yang mengajarkan bagaimana jalan
memperoleh apa-apa yang bermanfaat dan menjauhkan dari apa-apa yang mudarat.
Hal seperti ini juga dibawa oleh para rasul Allah dan juga mereka menetapkan
keesaan Allah dan memastikan keutamaan yang diridhai-Nya.
Pemaduan antara filsafat dan agama didasarkan pada
tiga alasan berikut: ilmu agama merupakan bagian dari filsafat; wahyu yang
diturunkan kepada nabi dan kebenaran filsafat saling bersesuaian; menuntut
ilmu, secara logika, diperintahkan dalam agama.
2) Falsafat Ketuhanan
Tuhan
dalam falsafat al-Kindi tidak mempunyai hakikat dalam arti aniah dan mahiah.
Tidak aniah karena tidak termasuk yang ada dalam alam, bahkan Ia adalah
Pencipta alam. Ia tidak tersusun dari materi dan bentuk. Tuhan juga tidak
mahiah karena Tuhan tidak merupakan genus dan spesies. Tuhan adalah Yang Benar
Pertama (Al-Haqqul Awwal) dan Yang Benar Tunggal (Al-Haqqul Wahid).
Sesuai
dengan faham yang ada dalam Islam, Tuhan bagi al-Kindi adalah Pencipta dan
bukan Penggerak Pertama sebagai pendapat Aristoteles. Alam bagi al-Kindi bukan
kekal di zaman lampau tetapi punya permulaan. Karena itulah ia lebih dekat
dalam hal ini pada falsafat Plotinus yang mengatakan bahwa Yang Maha Satu
adalah sumber dari alam ini dan sumber dari segala yang ada. Alam ini adalah
emanasi dari Yang Maha Satu.
3) Falasafat Jiwa
Al-Quran
dan Hadits Nabi Muhammad Saw. tidak menjelaskan tegas tentang roh dan jiwa.
Bahkan Al-Quran sebagai pokok sumber ajaran Islam menginformasikan bahwa
manusia tidak akan mengetahui hakikat ruh karena itu urusan Allah bukan
Manusia. Dengan adanya hal tersebut, kaum filosof Muslim membahas jiwa
berdasarkan pada falsafat jiwa yang dikemukakan para filosof Yunani,
kemudian mereka selaraskan dengan ajaran Islam.
Al-Kindi
juga mengatakan bahwa jiwa adalah tunggal, tidak tersusun, tidak panjang, dalam
dan lebar. Jiwa mempunyai arti penting , sempurna, dan mulia. Subtansinya
berasal dari subtansi Allah. Hubungannya dengan Allah sama dengan hubungannya
dengan cahaya dan matahari. Jiwa mempunyai wujud tersendiri, terpisah, dan
berbeda dengan jasad atau badan. Jiwa bersifat rohani dan illahi sementara
badan mempunyai hawa nafsu dan marah. Dan perbedaannya jiwa menentang keinginan
hawa nafsu.
Pada
jiwa manusia terdapat tiga daya: daya bernafsu (yang terdapat di perut), daya
marah (terdapat di dada), dan daya pikir (berputar pada kepala).
4)
Akal
Dalam
jiwa manusia terdapat tiga daya yang telah disebutkan diatas salah satunya
ialah daya berpikir. Daya berpikir itu adalah akal. Menurut al-Kindi akal
dibagi menjadi tiga macam: akal yang bersifat potensil; akal yang keluar dari
sifat potensil dan aktuil; dan akal yang telah mencapai tingkat kedua dari
aktualitas.
Akal
yang bersifat potensil tidak bisa mempunyai sifat aktuil jika tidak ada
kekuatan yang menggerakannya dari luar. Dan oleh karena itu bagi al-Kindi ada
satu lagi macam akal yang mempunyai wujud di luar roh manusia, dan bernama akal
yang selamanya dalam aktualitas. Akal tersebut membuat akal yang bersifat
potensil dalam roh manusia menjadi aktuil. Sifat-sifat akal ini yaitu Merupakan
akal pertama, Selamanya dalam aktualitas, Merupakan spesies dan genus, Membuat
akal potensil menjadi aktuil berpikir, Tidak sama dengan akal potensil tetapi
lain dari padanya.
Ahmad Fuad
Al-Ahwani, Filsafat Islam, (Jakarta: Pustaka Firdausi, 1995).
H.
Sirajuddin Zarmi, Filsafat Islam: Filosof dan Filsafatnya, (Jakarta: PT
Raja Grafindo Persada, 2004).
Harun
Nasution, Falsafat dan Mistisisme dalam Islam, (Jakarta: NV. Bulan Bintang,
1978)
2. AL – FARABI
A.
Biografi dan Pendidikannya.
Al-Farabi,
nama lengkapnya adalah Abu Muhammad ibn Muhammad Ibn Tarkhan ibn Auzalagh. Ia
lahir di wasij, distrik Farab (sekarang dikenal dengan kota Atrar/Transoxiana).
Turkistan pada tahun 257 H/870 M. Ayahnya seorang jendral berkebangsaan Persia
dan ibunya berkebangsaan Turki. Ia dikenal dikalangan Latin Abad Tengah dengan
sebutan Abu Nashr (Abunaser), sedangkan sebutan nama al-Farabi diambil dari
nama kota Farab, tempat ia dilahirkan. Al-Farabi mempunyai sebutan layaknya
sebutan nama bagi orang-orang Turki, ini dikarenakan ibunya bersal dari negara
Turki.
Sejak
kecil al-Farabi sudah tekun dan rajin belajar, apalagi dalam mempelajari
bahasa, kosa kata, dan tutur bahasa ia telah cakap dan luar biasa. Penguasaan
terhadap bahasa Iran, Turkistan dan Kurdikistan sangat ia pahami. Malah
sebaliknya, bahasa Yunani dan Suryani sebagai bahasa ilmu pengetahuan pada
waktu itu tidak ia kuasai. Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa Farabi
dapat berbicara dalam tujuh puluh macam bahasa; tetapi yang dia kuasai dengan
aktif hanya empat bahasa; Arab, Persia, Turki, dan Kurdi.
Al-Farabi
dalam usia 40 tahun pergi ke Baghdad, sebagai pusat kebudayaan dan ilmu
pengetahuan dunia di kala itu. Selama di Baghdad ia banyak menggunakan waktunya
untuk berdiskusi, mengajar, mengarang, dan mengulas buku-buku filsafat.
B.
Pemikirannya
1)
Filsafat Emanasi
Salah
satu filsafat al-Farabi adalah teori emanasi yang di dapatnya dari teori
Plotinus. Apabila terdapat satu zat yang kedua sesudah zat yang pertama, maka
zat yang kedua ini adalah sinar yang keluar dari yang pertama. Sedang Ia (Yang
Esa) adalah diam, sebagaimana keluarnya sinar yang berkilauan dari matahari,
sedang matahari ini diam. Selama yang pertama ini ada, maka semua makhluk terjadi
dari zat-Nya, timbullah suatu hakikat yang bertolak keluar. Hakikat ini sama
seperti form (surat) sesuatu, di mana sesuatu itu, keluar darinya.
2)
Filsafat Metafisika
Mengenai
pembicaraan filsafat metafisika ini, seperti para filosof lainnya, yakni membahas
tentang masalah ke-Tuhanan. Al-Farabi membagi ilmu Ketuhanan menjadi 3 (tiga)
yaitu: pertama, membahas semua wujud dan hal-hal yang terjadi padanya sebagai
wujud. Kedua, membahas prinsip-prinsip burhan dalam ilmu-ilmu teori juz’iyat
(paticulars), yaitu ilmu yang berdiri sendiri karena penelitiannya tentang
Wujud tertentu. Ketiga, membahas semua Wujud yang tidak berupa benda-benda
ataupun berada dalam benda-benda itu.
Al-Farabi
ketika menjelaskan Metafisika (ke-Tuhanan), menggunakan pemikiran Aristoteles dan
Neoplatonisme. Ia berpendapat bahwa al-Maujud al-Awwal sebagai sebab pertama
bagi segala yang ada. Dalam pemikiran adanya Tuhan, al-Farabi mengemukakan
dalil Wajib al-Wujud dan Mumkin al-Wujud. Menurutnya, segala yang ada ini hanya
memiliki dua kemungkinan dan tidak ada alternatif yang ketiga. Wajib al-Wujud
adalah wujudnya tidak boleh tidak ada, ada dengan sendirinya, esensi dan
wujudnya adalah sama dan satu. Ia adalah Wujud yang sempurna selamanya dan
tidak didahului oleh tiada. Jika Wujud itu tidak ada, akan timbul
kemustahilan karena Wujud lain untuk adanya bergantung kepadanya. Inilah yang
disebut dengan Tuhan. Adapun mumkin al-Wujud tidak akan berubah menjadi Wujud
Aktual tanpa adanya Wujud yang menguatkan, dan yang menguatkan itu bukan
dirinya, tetapi Wajib al-Wujud. Walaupun demikian, mustahil terjadi daur dan
tasalsul (processus in infinitum) karena rentetan sebab akibat itu akan
berakhir pada Wajib al-Wujud.
3)
Filsafat ke-Nabian
Filsafat
ke-Nabian dalam pemikiran al-Farabi erat hubungannya pada agama. Agama yang
dimaksud adalah agama Samawi (langit). Dalam agama Islam Nabi adalah manusia
seperti manusia lainnya. Akan tetapi Nabi diberi kelebihan oleh Allah akan
kemuliaan berupa mukjizat yang tidak dimiliki oleh manusia lainnya. Maka dalam
agama Islam, seorang Nabi adalah utusan Allah yang mengemban tugas keagamaan.
Nabi adalah utusan Allah yang diberikan Al-Kitab yang dipandang sebagai Wahyu
Ilahi.
Salah
satu filsafat al-Farabi ini menjelaskan eksistensi para Nabi yang mempunyai
jiwa besar, dan membawa pencerahan-pencerahan serta mempunyai kesanggupan untuk
berkomunikasi dengan akal fa’al. Sebab lahirnya filsafat ke-Nabian ini
disebabkan adanya pengingkaran terhadap eksistensi ke-Nabian secara filosofis
oleh Ahmad Ibnu Ishaq Al-Ruwandi. Ia adalah seorang tokoh yahudi yang membuat
karya-karya tentang keingkaran kepada Nabi, dan umumnya pada nabi Muhammad SAW.
4)
Filsafat Politik
Dalam
persoalan filsafat ke-Negaraan ini, filsafat al-Farabi lebih mengarah kepada
filsafat Plato, Aristotoles dan Ibnu Abi Rabi’, al- Farabi berpendapat bahwa
manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang mempunyai kecenderungan alami untuk
bermasyarakat. Hal ini dikarenakan manusia tidak mampu memenuhi segala
kebutuhannya sendiri tanpa bantuan atau kerjasama dengan pihak lain. Adapun
tujuan bermasyarakat itu menurutnya, tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan
pokok hidup, tetapi juga untuk menghasilkan kelengkapan hidup yang akan
memberikan kepada manusia akan sebuah kebahagiaan, tidak saja materil tetapi
juga sprituil, tidak saja di dunia yang fana ini, tetapi juga di akhirat nanti.
Pendapatnya ini menyangkut tujuan hidup beragama sebagai seorang muslim di
masyarakat.
Menurut
al-Farabi, Negara mempunyai warga-warga dengan bakat dan kemampuan yang tidak
sama satu sama lain. Di antara mereka terdapat seorang kepala dan sejumlah
warga yang martabatnya mendekati martabat kepala, dan masing-masing memiliki
bakat dan keahlian untuk melaksanakan tugas-tugas yang mendukung kebijakan
Kepala Negara (sebagai sebuah jabatan). Kemudian dari Kepala Negara,
membagi tugasnya kepada sekelompok masyarakat di bawah peringkatnya, kemudian
di bawah peringkat tersebut, ada sekelompok orang lagi yang bertanggung jawab
untuk kesejahteraan Negara dan begitu seterusnya sampai golongan terendah.
Al-Farbi
juga berpandangan, yang paling ideal sebagai Kepala Negara adalah Nabi/Rasul
atau filosofis. Selain tugasnya mengatur Negara, juga sebagai pengajar dan
pendidik terhadap anggota masyarakat yang dipimpinnya. Kalau tidak ada
sifat-sifat Kepala Negara yang ideal inilah pimpinan Negara diserahkan kepada
seorang yang memiliki sifat-sifat yang dekat dengan sifat-sifat yang dimiliki
Kepala Negara ideal. Sekiranya sifat-sifat dimaksud tidak pula terdapat pada
seseorang, tetapi terdapat dalam diri beberapa orang, maka Negara harus
diserahkan kepada mereka dan mereka secara bersama harus bersatu memimpin
masyarakat.
Mustofa,
A. Filsafat Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2004
Nasution,
Harun, Filsafat dan Mitisisme dalam Islam, Cet. Ke IX, Jakarta: Bulan Bintang,
1973
Read more: http://syafieh.blogspot.com/2013/04/filsafat-islam-al-farabi-dan
pemikiran.html#ixzz2tfbfRwzr
3. Ibnu Rusyd
A.
Biografi dan Pendidikannya
Nama lengkapnya, Abu Walid Muhammad Ibnu
Muhammad Ibnu Rusyd dilahirkan di Cordova sebuah kota di Andalus. Ia terlahir
pada tahun 510 H/126 M, Ia lebih populer dengan sebutan Ibnu Rusyd. Orang
barat menyebutnya dengan sebuah nama Averrois. Sebutan ini sebenarnya di ambil
dari nama kakeknya. Keturunannya berasal dari keluarga yang alim dan terhormat,
bahkan terkenal dengan keluarga yang memiliki banyak keilmuan. Kakek dan
ayahnya mantan hakim di Andalus dan ia sendiri pada tahun 565 H/1169 M diangkat
pula menjadi hakim di Seville dan Cordova. Karena prestasinya yang luar biasa
dalam ilmu hukum, pada tahun 1173 M ia dipromosikan menjadi ketua Mahkamah
Agung, Qadhi al-Qudhat di Cordova
Ibnu rusyd tumbuh dan hidup dalam keluarga
yang besar sekali ghairahnya pada ilmu pengetahuan. Hal itu terbukti, Ibnu
Rusyd bersama-sama merivisi buku Imam Malik, Al-Muwaththa, yang dipelajarinya
bersama ayahnya Abu Al-Qasim dan ia menghapalnya. Ia juga juga mempelajari
matematika, fisika, astronomi, logika, filsafat, dan ilmu pengobatan.
Guru-gurunya dalam ilmu-ilmu tersebut tidak terkenal, tetapi secara keseluruhan
Cordova terkenal sebagai pusat studi filsafat. Adapun seville terkenal karena
aktivitas-aktivitas artistiknya. Cordova pada saat itu menjadi saingan bagi
Damaskus, Baghdad, Kairo, dan kota-kota besar lainnya di negeri-negeri Islam
Timur.
Sebagai seorang fiolosof, pengaruhnya di
kalangan Istana tidak disenangi oleh kaum ulama dan kaum fuqaha. Sewaktu timbul
peperangan antara Sultan Abu Yusuf dan kaum Kristen, sultan berhajat pada
kat-kata kaum ulama dan kaum fuqaha. Maka kedaan menjadi berubah, Ibnu Rusyd
disingkirkan oleh kaum ulama dan kaum fuqaha. Ia dituduh membawa aliran
filsafat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, akhirnya Ibnu Rusyd ditangkap
dan diasingkan ke suatu tempat yang bernama Lucena di daerah Cordova. Oleh
sebab itu, kaum filosof tidak disenangi lagi, maka timbullah pengaruh kaum
ulama dan kaum fuqaha. Ibnu Rusyd sendiri kemudian dipindahkan ke Maroko dan
meninggal di sana dalam usia 72 tahun pada tahun 1198 M.
B.
Pemikirannya
1)
Pemikiran Epistemologi Ibn Rusyd
Dalam kitabnya Fash al Maqal ini, ibn
Rusyd berpandangan bahwa mempelajari filsafat bisa dihukumi wajib. Dengan dasar
argumentasi bahwa filsafat tak ubahnya mempelajari hal-hal yang wujud yang lantas
orang berusaha menarik pelajaran / hikmah / ’ibrah darinya, sebagai sarana
pembuktian akan adanya Tuhan Sang Maha Pencipta. Semakin sempurna pengetahuan
seseorang tentang maujud atau tentang ciptaan Tuhan , maka semakin sempurnalah
ia bisa mendekati pengetahuan tentang adanya Tuhan. Bahkan dalam banyak
ayat-ayat-Nya Tuhan mendorong manusia untuk senantiasa menggunakan daya
nalarnya dalam merenungi ciptaan-ciptaan-Nya.
Jika kemudian seseorang dalam pemikirannya semakin menjauh dengan dasar-dasar Syar’iy maka ada beberapa kemungkinan, pertama, ia tidak memiliki kemampuan / kapasitas yang memadai berkecimpung dalam dunia filsafat, kedua, ketidakmampuan dirinya mengendalikan diri untuk untuk tidak terseret pada hal-hal yang dilarang oleh agama dan yang ketiga adalah ketiadaan pendamping /guru yang handal yang bisa membimbingnya memahami dengan benar tentang suatu obyek pemikiran tertentu.
Oleh karena itu tidak mungkin filsuf akan berubah menjadi mujtahid, tidak mempercayai eksistensi Tuhan/ meragukan keberadaaan Tuhan, Kalaupun ia berada dalam kondisi semacam itu bisa dipastikan ia mengalami salah satu dari 3 faktor di atas, atau terdapat dalam dirinya gabungan 2 atau 3 faktor-faktor tersebut. Sebab kemmapuan manusia dalam menenrima kebenaran dan bertindak dalam mencari pengetahuan berbeda-beda
Jika kemudian seseorang dalam pemikirannya semakin menjauh dengan dasar-dasar Syar’iy maka ada beberapa kemungkinan, pertama, ia tidak memiliki kemampuan / kapasitas yang memadai berkecimpung dalam dunia filsafat, kedua, ketidakmampuan dirinya mengendalikan diri untuk untuk tidak terseret pada hal-hal yang dilarang oleh agama dan yang ketiga adalah ketiadaan pendamping /guru yang handal yang bisa membimbingnya memahami dengan benar tentang suatu obyek pemikiran tertentu.
Oleh karena itu tidak mungkin filsuf akan berubah menjadi mujtahid, tidak mempercayai eksistensi Tuhan/ meragukan keberadaaan Tuhan, Kalaupun ia berada dalam kondisi semacam itu bisa dipastikan ia mengalami salah satu dari 3 faktor di atas, atau terdapat dalam dirinya gabungan 2 atau 3 faktor-faktor tersebut. Sebab kemmapuan manusia dalam menenrima kebenaran dan bertindak dalam mencari pengetahuan berbeda-beda
2)
Metafisika
Dalam masalah ketuhanan, Ibn Rusyd
berpendapat bahwa Allah adalah Penggerak Pertama (muharrik al-awwal). Sifat
posistif yang dapat diberikan kepada Allah ialah ”Akal”, dan ”Maqqul”.
Wujud Allah ; Esa-Nya. Wujud dan ke-Esa-an tidak berbeda dari zat-Nya.
Konsepsi Ibn Rusyd tentang ketuhanan jelas sekali merupakan pengaruh Aristoteles, Plotinus, Al-Farabi, dan Ibn Sina, disamping keyakinan agama Islam yang dipeluknya. Mensifati Tuhan dengan ”Esa” merupakan ajaran Islam, tetapi menamakan Tuhan sebagai penggerak Pertama, tidak pernah dijumpai dalam pemahaman Islam sebelumnya, hanya di jumpai dalam filsafat Aristoteles dan Plotinus, Al-Farabi, dan Ibnu Sina.
Konsepsi Ibn Rusyd tentang ketuhanan jelas sekali merupakan pengaruh Aristoteles, Plotinus, Al-Farabi, dan Ibn Sina, disamping keyakinan agama Islam yang dipeluknya. Mensifati Tuhan dengan ”Esa” merupakan ajaran Islam, tetapi menamakan Tuhan sebagai penggerak Pertama, tidak pernah dijumpai dalam pemahaman Islam sebelumnya, hanya di jumpai dalam filsafat Aristoteles dan Plotinus, Al-Farabi, dan Ibnu Sina.
Hanafi,
Ahmad. Pengantar Filsafat Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1996.
Nasution, Hasyimsyah. Filsafat Islam, Cet keempat. Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999.
Nasution, Hasyimsyah. Filsafat Islam, Cet keempat. Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999.
Read more: http://syafieh.blogspot.com/2013/05/pemikiran-filsafat-islam-ibnu-rusyd.html#ixzz2tfbID6ec
4. IBNU SINA
A.
Biografi dan Pendidikannya
Ibnu Sina , nama asli beliau adalah Abu
Ali Hosain ibnu bdullah ibnu Sina. Di Eropa (dunia Barat) ia lebih dikenal
dengan sebutan Avicenna. Ia lahir di sebuah desa Afsyana, di daerah dekat
Bukhara pada tahun 340 H. Bertepatan dengan tahun 980 M.
Dalam pendidikannya, Ibnu Sina sangat haus
dengan pendidikan, hidupnya selalu diwarnai dengan belajar, diantara guru yang
mendidiknya ialah ’Abu Abdallah Al-Natali dan Isma’il sang Zahid. Karena
kecerdasan otaknya yang luar biasa ia dapat menguasai semua ilmu yang diajarkan
kepadanya dengan sempurna dari sang guru, bahkan melebihi pengetahuan sang
guru.
B.
Pemikirannya
1)
Filsafat Wujud
Mengenai
Wujud Tuhan, Ibnu Sina memiliki pendapat yang berbeda dari Ibnu Farabi. Ibnu
Sina bahwa Akal Pertama mempunyai dua sifat; sifat wajib wujudnya, sebagai
pancaran dari Allah, dan sifat mungkin wujudnya jika ditinjau dari hakekat
dirinya (wajibul Wujudul Lighairi dan Mumkinul Wujudul Lidzatihi) dalam bahasa
Inggris (Necessary by virtue of the Necessary Being dan Possible in essence).
Dengan
demikian ia mempunyai tiga obyek pemikiran: Tuhan, dirinya sebagai wajib
wujudnya dan dirinya sebagai mungkin wujudnya. Dari pemikiran tentang Tuhan,
timbul akal-akal, dari pemikiran tentang dirinya sebagai wajib wujudnya timbul
jiwa-jiwa dan dari pemikiran tentang dirinya sebagai mungkin wujudnya timbul
langit-langit.
Menurut
Ibnu Sina, bahwa Tuhan, dan hanya Tuhan saja yang memiliki wujud Tunggal secara
mutlak. Sedangkan segala sesuatu yang lain memiliki kodrat yang mendua. Karena
ketunggalannya, apakah Tuhan itu, dan kenyataan bahwa ia ada, bukanlah dua
unsur dalam satu wujud, tetapi satu unsur anatomik dalam wujud yang Tunggal.
Tentang apakah Tuhan itu dan hakikat Tuhan adalah identik dengan
eksistensi-Nya. Hal ini bukan merupakan kejadian bagi wujud lainnya, karena
tidak ada kejadian lain yang eksistensinya identik dengan esensinya. Dengan
kata lain, seorang suku Eskimo yang tidak pernah melihat gajah, maka ia
tergolong salah seorang yang berdasarkan kenyataan itu sendiri mengetahui bahwa
gajah itu ada. Demikian halnya, adanya Tuhan adalah satu keniscayaan, sedangkan
adanya sesuatu yang lain hanya mungkin dan diturunkan dari adanya Tuhan, dan
dugaan bahwa Tuhan itu tidak ada mengandung kontradiksi, karena dengan demikian
yang lain pun juga tidak akan ada.
2)
Filsafat Jiwa
Menurut
pendapat Ibnu Sina, jiwa manusia merupakan satu unit yang tersendiri dan
mempunyai wujud terlepas dari badan. Jiwa manusia timbul dan tercipta tiap kali
ada badan yang sesuai dan dapat menerima jiwa lahir di dunia ini. Sungguhpun
jiwa manusia tidak mempunyai fungsi-fungsi fisik, dengan demikian tidak
berhajat pada badan untuk menjalankan tugasnya sebagai daya yang berpikir,
yakni jiwa yang masih berhajat pada badan.
Menurut
Ibnu Sina, hal ini adalah cara pembuktian yang lebih langsung tentang
subtansialitas nonbadan, jiwa, yang berlaku bukan sebagai argumen, tetapi
sebagai pembuka mata. Jiwa manusia , sebagai jiwa-jiwa lain segala apa yang
terdapat di bawah bulan, memancar dari Akal kesepuluh.
3)
ilsafat Tentang Ke-Nabian
Mengenai
pemikiran Ibnu Sina tentang kenabian, ia berpendapat bahwa Nabi adalah manusia
yang paling unggul, lebih unggul dari filosof karena Nabi memiliki akal aktual
yang sempurna tanpa latihan atau studi keras, sedangkan filosof mendapatkannya
dengan usaha dan susah payah. Akal manusia terdiri empat macam yaitu akal
materil, akal intelektual, akal aktuil, dan akal mustafad.
Salah
satu ungkapan Ibnu Sina tentang perihala Nabi yakni; Ada wujud yang berdiri
sendiri dan ada pula yang tidak berdiri sendiri. Yang pertama lebih unggul
daripada yang kedua. Ada bentuk dan substansi yang tidak berada dalam meteri
dan ada pula yang berada dalam materi. Yang pertama lebih unggul daripada yang
kedua, selanjutnya ada hewan yang rasional (manusia) dan ada pula hewan yang
tidak rasional (binatang). Yang pertama lebih unggul daripada yang kedua
…selanjutnya ada manusia yang memiliki akal aktual dengan sempurna secara
langsung (tanpa latihan, tanpa belajar keras) dan ada pula yang memiliki akal
aktual dengan sempurna secara tidak langsung (yakni melalui latihan dan studi),
maka yang pertama yakni para Nabi yang lebih unggul daripada yang kedua, yakni
para filsuf. Para Nabi berada di puncak keunggulan atau keutamaan dalam
lingkungan makhluk-makhluk materi. Karena yang lebih unggul harus memimpin
segenap manusia yang diunggulinya.
Menurut
Ibnu Sina, seorang Nabi sangat identik dengan akal aktif, dan sepanjang
identitas ini masih berlaku, akal aktif itu disebut ‘Aql Mustafad (akal yang
telah dicapai). Namun, Nabi manusia tidak identik dengan akal aktif. Dengan
demikian, pemberi wahyu dalam satu internal dengan Nabi, dalam hal lain, yaitu
sepanjang pengertian pemberi wahyu , yaitu manusia yang eksternal dengannya.
Oleh sebab itu, Nabi dalam hal sebagai manusia secara “aksidental” bukan secara
esensial, adalah akal aktif (untuk pengertian istilah “aksidental”).
A. Mustofa,
Filsafat Islam, Bandung: Pustaka Setia, 1999
Daudy, Ahmad, Kuliah Filsafat Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1986
Mustofa, A. Filsafat Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2004
Nasution, Harun, Filsafat dan Mitisisme dalam Islam, Cet. Ke IX, Jakarta: Bulan Bintang, 1973
Nasution, Hasyimsah, Filsafat Islam, Cet. Ke-3, Jakarta: Gaya Media Pratama, 2002
Daudy, Ahmad, Kuliah Filsafat Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1986
Mustofa, A. Filsafat Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2004
Nasution, Harun, Filsafat dan Mitisisme dalam Islam, Cet. Ke IX, Jakarta: Bulan Bintang, 1973
Nasution, Hasyimsah, Filsafat Islam, Cet. Ke-3, Jakarta: Gaya Media Pratama, 2002
Read more: http://syafieh.blogspot.com/2013/04/filsafat-islam-ibnu-sina-dan-pemikiran.html#ixzz2tfUKeKMI
5.
Al Ghazali
A. Biografi
dan Pendidikannya
Nama asli Imam al-Ghazali ialah Muhammad bin Ahmad, Al-Imamul Jalil, Abu Hamid Ath Thusi Al-Ghazali. Lahir di Thusi daerah Khurasan wilayah Persia tahun 450 H (1058 M). Pekerjaan ayah Imam Ghazali adalah memintal benang dan menjualnya di pasar-pasar. Ayahnya termasuk ahli tasawuf yang hebat, sebelum meninggal dunia, ia berwasiat kepada teman akrabnya yang bernama Ahmad bin Muhammad Ar Rozakani agar dia mau mengasuh al-Ghazali. Maka ayah Imam Ghazali menyerahkan hartanya kepada ar-Rozakani untuk biaya hidup dan belajar Imam Ghazali
Nama asli Imam al-Ghazali ialah Muhammad bin Ahmad, Al-Imamul Jalil, Abu Hamid Ath Thusi Al-Ghazali. Lahir di Thusi daerah Khurasan wilayah Persia tahun 450 H (1058 M). Pekerjaan ayah Imam Ghazali adalah memintal benang dan menjualnya di pasar-pasar. Ayahnya termasuk ahli tasawuf yang hebat, sebelum meninggal dunia, ia berwasiat kepada teman akrabnya yang bernama Ahmad bin Muhammad Ar Rozakani agar dia mau mengasuh al-Ghazali. Maka ayah Imam Ghazali menyerahkan hartanya kepada ar-Rozakani untuk biaya hidup dan belajar Imam Ghazali
Pada
masa kecilnya ia mempelajari ilmu fiqh di negerinya sendiri pada Syekh Ahmad
bin Muhammad Ar-Rozakani (teman ayahnya yang merupakan orang tua asuh al-Ghazali),
kemudian ia belajar pada Imam Abi Nasar Al-Ismaili di negeri Jurjan. Setelah
mempelajri beberapa ilmu di negerinya, maka ia berangkat ke Naishabur dan
belajar pada Imam Al-Haromain. Di sinilah ia mulai menampakkantanda-tanda
ketajaman otaknya yang luar biasa dan dapat menguasai beberapa ilmu pengetahuan
pokok pada masa itu seperti ilmu matiq (logika), falsafah dan fiqh madzhab
Syafi’i.
Semuanya
mengakui akan ketinggian ilmu yang dimiliki al-Ghazali. Menteri Nizam al Muluk
akhirnya melantik al-Ghazali pada tahun 484 H/1091 M. Sebagai guru besar
(profesor) pada perguruan Tinggi Nizamiyah yang berada di kota Baghdad.
Al-Ghazali kemudian mengajar di perguruan tinggi tersebut selama 4 (empat)
tahun.
B. Pemikiran
Filsafat Al-Ghazali
1) Metafisika
Untuk pertama kalinya
Al-Ghazali mempelajari karangan-karangan ahli filsafat terutama karangan Ibnu
Sina. Setelah mempelajari filsafat dengan seksama, ia mengambil kesimpulan
bahwa mempergunakan akal semata-mata dalam soal ketuhanan adalah seperti
mempergunakan alat yang tidak mencukupi kebutuhan.
Al-Ghazali dalam Al-Munqidz min al-Dhalal menjelaskan bahwa jika berbicara mengenai ketuhanan (metafisika), maka disinilah terdapat sebagian besar kesalahan mereka (para filosof) karena tidak dapat mengemukakan bukti-bukti menurut syarat-syarat yang telah mereka tetapkan sendiri dalam ilmu logika.
Al-Ghazali dalam Al-Munqidz min al-Dhalal menjelaskan bahwa jika berbicara mengenai ketuhanan (metafisika), maka disinilah terdapat sebagian besar kesalahan mereka (para filosof) karena tidak dapat mengemukakan bukti-bukti menurut syarat-syarat yang telah mereka tetapkan sendiri dalam ilmu logika.
2) Iradat
Tuhan
Mengenai kejadian alam dan dunia, Al-Ghazali berpendapat bahwa dunia itu berasal dari iradat (kehendak) tuhan semat-mata, tidak bisa terjadi dengan sendirinya. Iradat tuhan itulah yang diartikan penciptaan. Iradat itu menghasilkan ciptaan yang berganda, di satu pihak merupakan undang-undang, dan di lain pihak merupakan zarah-zarah (atom-atom) yang masih abstrak. Penyesuaian antara zarah-zarah yang abstrak dengan undang-undang itulah yang merupakan dunia dan kebiasaanya yang kita lihat ini.
Iradat tuhan adalah mutlak, bebas dari ikatan waktu dan ruang, tetapi dunia yang diciptakan itu seperti yang dapat ditangkap dan dikesankan pada akal (intelek) manusia, terbatas dalam pengertian ruang dan waktu. Al-Ghazali menganggap bahwa tuhan adalah transenden, tetapi kemauan iradatnya imanen di atas dunia ini, dan merupakan sebab hakiki dari segala kejadian.
Al-Ghazali berpendapat bahwa suatu peristiwa itu adalah iradat Tuhan, dan Tuhan tetap bekuasa mutlak untuk menyimpangkan dari kebiasaan-kebiasaan sebab dan akibat tersebut. Sebagai contoh, kertas tidak mesti terbakar oleh api, air tidak mesti membasahi kain. Semua ini hanya merupakan adat (kebiasaan) alam, bukan suatu kemestian. Terjadinya segala sesuatu di dunia ini karena kekuasaan dan kehendak Allah semata. Begitu juga dengan kasus tidak terbakarnya Nabi Ibrahim ketika dibakar dengan api. Mereka menganggap hal itu tidak mungkin, kecuali dengan menghilangkan sifat membakar dari api ituatau mengubah diri (zat) Nabi Ibrahim menjadi suatu materi yang tidak bisa terbakar oleh api.
Mengenai kejadian alam dan dunia, Al-Ghazali berpendapat bahwa dunia itu berasal dari iradat (kehendak) tuhan semat-mata, tidak bisa terjadi dengan sendirinya. Iradat tuhan itulah yang diartikan penciptaan. Iradat itu menghasilkan ciptaan yang berganda, di satu pihak merupakan undang-undang, dan di lain pihak merupakan zarah-zarah (atom-atom) yang masih abstrak. Penyesuaian antara zarah-zarah yang abstrak dengan undang-undang itulah yang merupakan dunia dan kebiasaanya yang kita lihat ini.
Iradat tuhan adalah mutlak, bebas dari ikatan waktu dan ruang, tetapi dunia yang diciptakan itu seperti yang dapat ditangkap dan dikesankan pada akal (intelek) manusia, terbatas dalam pengertian ruang dan waktu. Al-Ghazali menganggap bahwa tuhan adalah transenden, tetapi kemauan iradatnya imanen di atas dunia ini, dan merupakan sebab hakiki dari segala kejadian.
Al-Ghazali berpendapat bahwa suatu peristiwa itu adalah iradat Tuhan, dan Tuhan tetap bekuasa mutlak untuk menyimpangkan dari kebiasaan-kebiasaan sebab dan akibat tersebut. Sebagai contoh, kertas tidak mesti terbakar oleh api, air tidak mesti membasahi kain. Semua ini hanya merupakan adat (kebiasaan) alam, bukan suatu kemestian. Terjadinya segala sesuatu di dunia ini karena kekuasaan dan kehendak Allah semata. Begitu juga dengan kasus tidak terbakarnya Nabi Ibrahim ketika dibakar dengan api. Mereka menganggap hal itu tidak mungkin, kecuali dengan menghilangkan sifat membakar dari api ituatau mengubah diri (zat) Nabi Ibrahim menjadi suatu materi yang tidak bisa terbakar oleh api.
3) Etika
Mengenai filsafat etika Al-Ghazali secara sekaligus dapat kita lihat pada teori tasawufnya dalam buku Ihya’ ‘Ulumuddin. Dengan kata lain, filsafat etika Al-Ghazali adalah teori tasawufnya itu. Mengenai tujuan pokok dari etika Al-Ghazali kita temui pada semboyan tasawuf yang terkenal “Al-Takhalluq Bi Akhlaqihi ‘Ala Thaqah al-Basyariyah, atau Al-Ishaf Bi Shifat al-Rahman ‘Ala Thaqah al-Basyariyah”. Maksudnya adalah agar manusia sejauh kesanggupannya meniru perangai dan sifat-sifat ketuhanan seperti pengasih, pemaaf, dan sifat-sifat yang disukai Tuhan, jujur, sabar, ikhlas dan sebagainya.
Mengenai filsafat etika Al-Ghazali secara sekaligus dapat kita lihat pada teori tasawufnya dalam buku Ihya’ ‘Ulumuddin. Dengan kata lain, filsafat etika Al-Ghazali adalah teori tasawufnya itu. Mengenai tujuan pokok dari etika Al-Ghazali kita temui pada semboyan tasawuf yang terkenal “Al-Takhalluq Bi Akhlaqihi ‘Ala Thaqah al-Basyariyah, atau Al-Ishaf Bi Shifat al-Rahman ‘Ala Thaqah al-Basyariyah”. Maksudnya adalah agar manusia sejauh kesanggupannya meniru perangai dan sifat-sifat ketuhanan seperti pengasih, pemaaf, dan sifat-sifat yang disukai Tuhan, jujur, sabar, ikhlas dan sebagainya.
A. Mustofa, Filsafat Islam, Bandung: Pustaka Setia, 1999
Daudy, Ahmad, Kuliah Filsafat Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1986
Supriyadi, Dedi, Pengantar Filsafat Islam Konsep, Filosof dan Ajarannya, Bandung: Pustaka Setia, 2009
Zar, Sirajuddin, Filsafat Islam filosof dan filsafatnya, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004
Read more: http://syafieh.blogspot.com/2013/04/filsafat-islam-al-ghazali-dan-pemikiran.html#ixzz2tfYtij9D
FILSUF
– FILSUF BARAT
Thales adalah seorang filsuf
yang mengawali sejarah filsafat Barat pada abad ke-6 SM. Sebelum Thales,
pemikiran Yunan dikuasai cara berpikir mitologis dalam menjelaskan segala
sesuatu. Pemikiran Thales dianggap sebagai kegiatan berfilsafat pertama karena
mencoba menjelaskan dunia dan gejala-gejala di dalamnya tanpa bersandar pada
mitos melainkan pada rasio manusia. Ia juga dikenal sebagai salah seorang dari
Tujuh Orang Bijaksana (dalam bahasa Yunani hoi hepta sophoi), yang oleh
Aristoteles diberi gelar ‘filsuf yang pertama’. Selain sebagai filsuf, Thales
juga dikenal sebagai ahli geometri, astronomi, dan politik. Bersama dengan Anaximandros
dan Anaximenes, Thales digolongkan ke dalam Mazhab Miletos.
Thales tidak
meninggalkan bukti-bukti tertulis mengenai pemikiran filsafatnya. Pemikiran
Thales terutama didapatkan melalui tulisan Aristoteles tentang dirinya. Aristoteles
mengatakan bahwa Thales adalah orang yang pertama kali memikirkan tentang asal
mula terjadinya alam semesta. Karena itulah, Thales juga dianggap sebagai
perintis filsafat alam (natural philosophy).
Thales
(624-546 SM) lahir di kota Miletos yang merupakan tanah perantauan orang-orang
Yunani di Asia Kecil. Situasi Miletos yang makmur memungkinkan orang-orang di
sana untuk mengisi waktu dengan berdiskusi dan berpikir tentang segala sesuatu.
Hal itu merupakan awal dari kegiatan berfilsafat sehingga tidak mengherankan bahwa
para filsuf Yunani pertama lahir di tempat ini.
A. Pemikiran
a) Air sebagai Prinsip Dasar Segala Sesuatu
Thales menyatakan bahwa air adalah
prinsip dasar (dalam bahasa Yunani arche) segala sesuatu. Air menjadi
pangkal, pokok, dan dasar dari segala-galanya yang ada di alam semesta. Berkat
kekuatan dan daya kreatifnya sendiri, tanpa ada sebab-sebab di luar dirinya,
air mampu tampil dalam segala bentuk, bersifat mantap, dan tak terbinasakan.
Argumentasi Thales terhadap pandangan tersebut adalah bagaimana bahan makanan
semua makhluk hidup mengandung air dan bagaimana semua makhluk hidup juga
memerlukan air untuk hidup. Selain itu, air adalah zat yang dapat berubah-ubah
bentuk (padat, cair, dan gas) tanpa menjadi berkurang.
Selain itu, ia juga mengemukakan
pandangan bahwa bumi terletak di atas air. Bumi dipandang sebagai bahan yang
satu kali keluar dari laut dan kemudian terapung-apung di atasnya.
b) Pandangan tentang Jiwa
Thales berpendapat bahwa segala
sesuatu di jagat raya memiliki jiwa. Jiwa tidak hanya terdapat di dalam benda
hidup tetapi juga benda mati.Teori tentang materi yang berjiwa ini disebut hylezoisme.
Argumentasi Thales didasarkan pada magnet yang dikatakan memiliki jiwa karena
mampu menggerakkan besi.
c) Teorema Thales
Di dalam geometri, Thales dikenal karena
menyumbangkan apa yang disebut teorema Thales, kendati belum tentu seluruhnya
merupakan buah pikiran aslinya. Teorema Thales berisi sebagai
berikut:
Jika AC adalah sebuah diameter, maka sudut B adalah selalu
sudut siku-siku
Teorema Thales : 
- 1. Sebuah lingkaran terbagi dua sama besar oleh diameternya.
- 2. Sudut bagian dasar dari sebuah segitiga samakaki adalah sama besar.
- 3. Jika ada dua garis lurus bersilangan, maka besar kedua sudut yang saling berlawanan akan sama.
- 4. Sudut yang terdapat di dalam setengah lingkaran adalah sudut siku-siku.
- 5. Sebuah segitiga terbentuk bila bagian dasarnya serta sudut-sudut yang bersinggungan dengan bagian dasar tersebut telah ditentukan.
d) Pandangan Politik
Berdasarkan
catatan Herodotus, Thales pernah memberikan nasihat kepada orang-orang Ionia
yang sedang terancam oleh serangan dari Kerajaan Persia pada pertengahan abad
ke-6 SM. Thales menyarankan orang-orang Ionia untuk membentuk pusat
pemerintahan dan administrasi bersama di kota Teos yang memiliki posisi sentral
di seluruh Ionia. Di dalam sistem tersebut, kota-kota lain di Ionia
dapat dianggap seperti distrik dari keseluruhan sistem pemerintahan Ionia.
Dengan demikian, Ionia telah menjadi sebuah polis yang bersatu dan
tersentralisasi.
2.
Anaximandros
Anaximandros
adalah murid Thales. Masa hidupnya disebut orang dari Tahun 610 – 547 sebelum
Masehi. Ia lima belas tahun lebih muda dari Thales, tetapi meninggal dua tahun
lebih dahulu. Sebagai seorang filosof ia lebih besar daripada gurunya. Ia juga
ahli astronomi dan ahli ilmu bumi. Ia konon adalah orang pertama yang membuat
peta.
A. PEMIKIRANNYA
a) BIDANG
ASTRONOMI
Menurutnya,
dunia kita terletak di tengah- tengah alam semesta ini: berbentuk seperti
silinder, di sekitarnya ada lingkaran- lingkarang cincin (berwujud seperti
selang) yang penuh berisi api, dan selang- selang itu berlobang-lobang. Lewat
lobang inilah kita bisa melihat api di dalam cincin-cincin tersebut. Itu
makanya, bintang-bintang, bulan, matahari adalah “lobang lewat mana” kita bisa
mengetahui adanya cincin-cincin di langit itu. Yang terpenting dari sistem yang
diajukan Anaximandros ini adalah simetri yang ia ajukan: meskipun fenomen di
langit tampak tak beraturan, ia menemukan adanya keteraturan. Dan lebih dari
itu, simetri itu mengijinkan dirinya menyatakan bahwa dunia kita “tidak
bergerak”.
Anaximandros berpendapat bahwa
bumi kita tepat berada di tengah-tengah sehingga tidak ada satu alasanpun untuk
menjelaskan mengapa ia bergerak ke satu titik daripada titik lainnya. Sama
seperti seekor keledai yang berada di antara 2 gundukan jerami di arah
berlawanan dengan jarak yang sama, ia akan berhenti, dan mati kelaparan karena
tidak pernah memilih arah mana yang mau diambil.
Kematian keledai dan immobilitas
bumi kita diterangkan dengan sebuah prinsip yang sekarang kita kenal sebagai
prinsip kecukupan rasio (principe of sufficient
reason) :
- Jika tidak ada alasan bahwa X
muncul (terjadi) daripada Y (jika tidak ada alasan aku mengambil jalan lurus
atau mengambil putaran di depan)
- Jika tidak mungkin bahwa X dan
Y muncul (terjadi) bersama-sama (jika tidak mungkin untuk berjalan lurus dan
berbelok sekaligus)
- Maka kesimpulannya: baik X
maupun Y tidak ada (maka aku tdk jalan lurus dan tidak berbelok, aku diam!)
Prinsip abstrak ini yang
kemudian diterapkan Anaximandros kepada astronomi untuk mengatakan bahwa bumi
kita diam.
b) ASAL
MULA MANUSIA
Anaximandros
mengatakan bahwa tidak mungkin manusia pertama timbul dari air dalam rupa anak
bayi. Orang sering mengatakan bahwa Anaximandros menjadi pendahulu teori
evolusi spesies-spesies . Berhadapan dengan ragam kehidupan di dunia, ia
mencoba mencari dari mana asal-usul semuanya, dan terutama dari mana
manusia muncul. Barangkali, karena pengaruh gurunya, Thales, yang
mengusulkan physis air sebagai dasar kehidupan, ia lalu mengusulkan bahwa
asal-usul mereka adalah daerah lembab . Lalu bagaimana bisa muncul
kuda, kambing, yang semuanya tidak terlalu dekat hidupnya dengan hal-hal
lembab ? Maka dibuatlah spekulasi bahwa dulu-dulunya semua berasal dari
ikan atau semacam ikan yang dilindungi oleh cangkang. Tentang manusia ?
Manusia adalah satu-satunya binatang yang menyusui dalam periode lama untuk
akhirnya bisa makan sendiri. Jika demikian, maka manusia pertama pasti tidak
demikian, karena jika begitu ia akan cepat mati. Maka diusulkan bahwa manusia
pertama dikandung cukup lama dalam binantang semacam ikan, sampai kemudian
keluar darinya. Dan baru setelah itu ia bisa berkembang biak sendiri.[8
c) PHYSIS
ITU BERNAMA APEIRON
Seperti juga gurunya,
Anaximandros mencari asal dari segalanya. Ia tidak menerima begitu saja apa
yang diajarkan gurunya. Yang dapat diterima akalnya ialah bahwa yang asal itu
satu, tidak banyak. Tetapi yang satu itu bukan air. Menurut pendapatnya, barang
asal itu tidak berhingga dan tidak berkeputusan. Ia bekerja selalu dengan tiada
henti- hentinya, sedangkan yang dijadikannya tidak berhingga banyaknya. Jika
benar kejadian itu tidak berhingga, seperti yang lahir kelihatan, maka yang “asal”
itu mestilah tidak berkeputusan.
Yang asal itu, yang menjadi
dasar alam dinamai oleh anaximandros “Apeiron”. Apeiron itu tidak dapat
dirupakan, tak ada persamaannya dengan salah satu barang yang kelihatan di
dunia ini. Segala yang kelihatan itu, yang dapat ditentukan dengan panca indera
kita, adalah barang yang mempunyai akhir, yang berhingga. Segala yang tampak
dan terasa dibatasi oleh lawannya. Yang panas dibatasi oleh yang dingin. Di
mana yang bermula dingin, di sana berakhir yang panas. Yang cair dibatasi oleh
yang beku, yang terang oleh yang gelap. Dan bagaimana yang berbatas itu akan
dapat memberikan sifat kepada yang tidak berkepunyaan?
Simplicius mengatakan bahwa
Anaximandros berbicara tentang proses menjadi dan hilangnya alam semesta.
Menurutnya, semua terjadi menurut tatatan waktunya : artinya,
secara teratur, segala hal yang muncul pada waktunya akan dibalas/ditebus.
Tanaman tumbuh dan berkembang dari tanah dengan mengambil unsur-unsur dari
dalam tanah. Pada waktunya, tanaman akan mati, membusuk dan materinya
dikembalikan lagi menjadi tanah. Saat tanaman tumbuh, ia melakukan
ketidakadilan kepada tanah karena ia menyerap unsur-unsurnya untuk
kehidupannya. Tanaman mencuri apa-apa yang diperlukannya dari
tanah. Namun, sekali tanaman itu mati dan membusuk, ia menebus (membalas)
ketidakadilan yang ia lakukan dengan menjadi unsur-unsur bagi tanah. Hujan
jatuh dari udara, lalu air hujan akan diuapkan oleh panas matahari, dan ia akan
kembali menjadi udara lagi. Hujan (air) mengambil substansi airnya dari udara,
ia mencurinya dari udara. Setelah jatuh, ia akan diuapkan
untuk menebus kembali udara. Semua kemunculan dan hilangnya
segala sesuatu terjadi menurut aturan yang sudah ditatankan dalam waktu.
Simplicius juga berbicara
tentang sebuah physis bernama ketakterbatasan (apeiron) sebagai asal dan
akhir segala sesuatu. Sama seperti Thales gurunya, Anaximandros juga menemukan
satu prinsip : ketakterbatasan. Apeiron ini tidak sama dengan salah
satu dari berbagai unsur yang menyusun dunia kita yang kelihatan ini. Alasannya
sederhana : karena semua materi yang kita kenal derajatnya sejajar (air
menjadi udara, udara menjadi air ; kayu menjadi tanah, tanah menjadi
kayu). Tak satu pun unsur dasariah dunia inderawi ini memiliki primasi
dibandingkan unsur lain sehingga tidak bisa dikatakan menjadi prinsip.
Prinsip itulah yang memunculkan
alam semesta ini berkat sebuah gerak abadi (mengapa harus
abadi gerakan ini ? ya karena gerakan inilah yang memunculkan alam
semesta, kalau gerakan ini digerakkan oleh sesuatu , artinya kita harus
mencari sesuatu yang menggerakkan itu, dan seterusnya tanpa
henti. Awal segala sesuatu akhirnya sulit diterangkan. Itu makanya,
dipostulatkan – dinyatakan – bahwa gerak ini abadi ).
Gerakan inilah yang memunculkan
semua langi-langit dan dunia-dunia yang ada di dalamnya”, dan ia tidak
pernah berhenti. Gerakan ini terus menerus memunculkan sesuatu . Dan
untuk bisa memunculkan itu, gerakan ini butuh sebuah materi . Karena
“materi” yang dibutuhkan akan digerakkan terus untuk senantiasa memunculkan
sesuatu, maka “materi” itu haruslah sesuatu yang “tak bisa habis, tak
terbatas”.
- Dari “materi dasar” (prinsip)
ini lalu muncul: langit-langit dan semua “elemen” yang ada di dunia. Dari situ
baru muncullah apa-apa yang kita kenali di dunia ini. Dan semua itu masih
dikendalikan oleh gerak abadi tersebut sehingga muncullah sebah
SIKLUS teratur kejadian-kejadian yang semuanya taat pada tatanan waktu.
- Ini semua adalah tafsir
yang belum tentu benar (mengingat sekalilagi minimnya teks, dan sumber yang
kita gunakan adalah sumber-sumber yang jauh setelah kehidupan
Anaximandros sendiri).
Anaximenes adalah
seorang filsuf yang berasal dari kota Miletos, sama seperti Thales dan
Anaximandros. Anaximenes hidup sezaman dengan kedua filsuf tersebut,
kendati ia lebih muda dari Anaximandros. Ia disebut di dalam tradisi filsafat
Barat, bersama dengan Thales dan Anaximandros, sebagai anggota Mazhab Miletos.
Anaximenes adalah teman, murid, dan pengganti dari Anaximandros.
Sebagaimana kedua filsuf Miletos yang lain, ia berbicara tentang filsafat alam,
yakni apa yang menjadi prinsip dasar (arche) segala sesuatu.
Tentang riwayat hidupnya, tidak
banyak yang diketahui. Anaximenes mulai terkenal sekitar tahun 545
SM, sedangkan tahun kematiannya diperkirakan sekitar tahun 528/526 SM. Ia
diketahui lebih muda dari Anaximandros. Ia menulis satu buku, dan dari buku
tersebut hanya satu fragmen yang masih tersimpan hingga kini.
|
A. PEMIKIRANNYA
a) Udara sebagai prinsip dasar segala sesuatu
|
Salah satu kesulitan untuk menerima
filsafat Anaximandros tentang to apeiron yang metafisik adalah bagaimana
menjelaskan hubungan saling mempengaruhi antara yang metafisik dengan yang
fisik. Karena itulah, Anaximenes tidak lagi melihat sesuatu yang
metafisik sebagai prinsip dasar segala sesuatu, melainkan kembali pada zat yang
bersifat fisik yakni udara.
Tidak seperti air yang tidak
terdapat di api (pemikiran Thales), udara merupakan zat yang terdapat di dalam
semua hal, baik air, api, manusia, maupun segala sesuatu. Karena
itu, Anaximenes berpendapat bahwa udara adalah prinsip dasar segala sesuatu.
Udara adalah zat yang menyebabkan seluruh benda muncul, telah muncul, atau akan
muncul sebagai bentuk lain. Perubahan-perubahan tersebut berproses dengan prinsip
“pemadatan dan pengenceran” (condensation and rarefaction. Bila
udara bertambah kepadatannya maka muncullah berturut-turut angin, air, tanah,
dan kemudian batu. Sebaliknya, bila udara mengalami pengenceran, maka yang
timbul adalah api. Proses pemadatan dan pengenceran tersebut meliputi seluruh
kejadian alam, sebagaimana air dapat berubah menjadi es dan uap, dan bagaimana
seluruh substansi lain dibentuk dari kombinasi perubahan udara.
b) Tentang Alam Semesta
Pembentukan alam semesta menurut
Anaximenes adalah dari proses pemadatan dan pengenceran udara yang membentuk
air, tanah, batu, dan sebagainya. Bumi, menurut Anaximenes, berbentuk datar,
luas, dan tipis, hampir seperti sebuah meja. Bumi dikatakan melayang di udara
sebagaimana daun melayang di udara. Benda-benda langit seperti bulan, bintang,
dan matahari juga melayang di udara dan mengelilingi bumi. Benda-benda langit
tersebut merupakan api yang berada di langit, yang muncul karena pernapasan
basah dari bumi. Bintang-bintang tidak memproduksi panas karena jaraknya yang
jauh dari bumi. Ketika bintang, bulan, dan matahari tidak terlihat pada waktu
malam, itu disebabkan mereka tersembunyi di belakang bagian-bagian tinggi dari
bumi ketika mereka mengitari bumi. Kemudian awan-awan, hujan, salju, dan
fenomena alam lainnya terjadi karena pemadatan udara.
c) Tentang Jiwa
Jiwa manusia dipandang sebagai
kumpulan udara saja. Buktinya, manusia perlu bernafas untuk mempertahankan
hidupnya. Jiwa adalah yang mengontrol tubuh dan menjaga segala sesuatu pada
tubuh manusia bergerak sesuai dengan yang seharusnya. Karena itu, untuk menjaga
kelangsungan jiwa dan tubuh. Di sini, Anaximenes mengemukakan persamaan antara
tubuh manusiawi dengan jagat raya berdasarkan kesatuan prinsip dasar yang sama,
yakni udara. Tema tubuh sebagai mikrokosmos (jagat raya kecil) yang
mencerminkan jagat raya sebagai makrokosmos adalah tema yang akan sering
dibicarakan di dalam Filsafat Yunani. Akan tetapi, Anaximenes belum menggunakan
istilah-istilah tersebut di dalam pemikiran filsafatnya
4.
Nicolaus
Copernicus
Nicolaus Copernicus (1473-1543)
(nama Polandianya: Mikolaj Kopernik), dilahirkan tahun 1473 di kota Torun di
tepi sungai Vistula, Polandia. Dia berasal dari keluarga berada. Sebagai anak
muda belia, Copernicus belajar di Universitas Cracow, selaku murid yang menaruh
minat besar terhadap ihwal ilmu perbintangan. Pada usia dua puluhan dia pergi
melawat ke Italia, belajar kedokteran dan hukum di Universitas Bologna dan
Padua yang kemudian dapat gelar Doktor dalam hukum gerejani dari Universitas
Ferrara.
Copernicus menghabiskan sebagian
besar waktunya tatkala dewasa selaku staf pegawai Katedral di Frauenburg
(istilah Polandia: Frombork), selaku ahli hukum gerejani yang sesungguhnya
Copernicus tak pernah jadi astronom profesional, kerja besarnya yang membikin
namanya melangit hanyalah berkat kerja sambilan.
Selama berada di Italia, Copernicus
sudah berkenalan dengan ide-ide filosof Yunani Aristarchus dari Samos (abad
ke-13 SM). Filosof ini berpendapat bahwa bumi dan planit-planit lain berputar
mengitari matahari. Copernicus jadi yakin atas kebenaran hipotesa
"heliocentris" ini, dan tatkala dia menginjak usia empat puluh tahun
dia mulai mengedarkan buah tulisannya diantara teman-temannya dalam bentuk
tulisan-tulisan ringkas, mengedepankan cikal bakal gagasannya sendiri tentang
masalah itu.
Copernicus memerlukan waktu
bertahun-tahun melakukan pengamatan, perhitungan cermat yang diperlukan untuk
penyusunan buku besarnya De Revolutionibus Orbium Coelestium (Tentang Revolusi
Bulatan Benda-benda Langit), yang melukiskan teorinya secara terperinci dan
mengedepankan pembuktian-pembuktiannya.
Di tahun 1533, tatkala usianya
menginjak enam puluh tahun, Copernicus mengirim berkas catatan-catatan
ceramahnya ke Roma. Di situ dia mengemukakan prinsip-prinsip pokok teorinya
tanpa mengakibatkan ketidaksetujuan Paus. Baru tatkala umurnya sudah mendekati
tujuh puluhan, Copernicus memutuskan penerbitan bukunya, dan baru tepat pada
saat meninggalnya dia dikirimi buku cetakan pertamanya dari si penerbit. Ini
tanggal 24 Mei 1543.
Dalam buku itu Copernicus dengan
tepat mengatakan bahwa bumi berputar pada porosnya, bahwa bulan berputar
mengelilingi matahari dan bumi, serta planet-planet lain semuanya berputar
mengelilingi matahari. Tapi, seperti halnya para pendahulunya, dia membuat
perhitungan yang serampangan mengenai skala peredaran planet mengelilingi
matahari.
5.
Galileo Galilei
A.
Sejarah Hidup dan Pendidikan
Galileo Galilei (lahir di Pisa, Toscana, 15 Februari
1564 – meninggal di Arcetri, Toscana, 8 Januari 1642 pada umur 77 tahun) adalah
seorang astronom, filsuf, dan fisikawan Italia yang memiliki peran besar dalam
revolusi ilmiah.
Sumbangannya dalam keilmuan antara lain adalah
penyempurnaan teleskop, berbagai observasi astronomi, dan hukum gerak pertama
dan kedua (dinamika).
a. Masa
Kecil
Galileo
Galilei dilahirkan di Pisa, Tuscany pada tanggal 15 Februari 1564 sebagai anak
pertama dari tujuh bersauda. Orang tuanya Vincenzo Galilei, seorang
matematikawan dan musisi asal Florence, dan Giulia Ammannati. Ayahnya amat
sayang pada dia, dan sedari kecil sudah membawa Galileo mengembarai sastra,
bahasa Yunani, musik klasik dan sulap Phytagoras.
b. Masa
Universitas
Setamat
sekolah biara Camaldolese, dia memasuki Fakultas Kedokteran Universitas Pisa.
Sejak semester awal, pemuda berjanggut ini amat doyan berdebat. Julukan
wrangler pun mampir padanya karena keras kepala, dan acap mendebat para profesor.
Dia bahkan ogah memakai jubah akademi, dan memilih membayar denda.
Tak betah di
Fakultas kedokteran, dia keluar dan menjadi dosen matematika di universitas
yang sama. Tapi, tawaran gaji lebih besar, membawanya menjadi dosen di
Universitas Padua.
Galileo
adalah orang yang tak pandai bergaul. Hidupnya habis di antara tumpukan buku.
Dia tak pernah pacaran, apalagi menikah. Tapi dari pengurus rumahnya, Marina
Andrea Gamba dia punya tiga anak tanpa nama baptis, Virginia, Livia, dan
Vincenzio.
B.
Eksperimen
Galileo Galilei
a)
Bidang Mekanika (hukum benda jatuh)
Sumbangan
penting pertamanya di bidang mekanika. Aristoteles mengajarkan, benda yang
lebih berat jatuh lebih cepat ketimbang benda yang lebih enteng, dan
bergenerasi-generasi kaum cerdik pandai menelan pendapat filosof Yunani yang
besar pengaruh ini. Tetapi, Galileo memutuskan mencoba dulu benar-tidaknya, dan
lewat serentetan eksperimen dia berkesimpulan bahwa Aristoteles keliru. Yang
benar adalah, baik benda berat maupun enteng jatuh pada kecepatan yang sama
kecuali sampai batas mereka berkurang kecepatannya akibat pergeseran udara.
(Kebetulan, kebiasaan Galileo melakukan percobaan melempar benda dari menara
Pisa tampaknya tanpa sadar).
Mengetahui
hal ini, Galileo mengambil langkah-langkah lebih lanjut. Dengan hati-hati dia
mengukur jarak jatuhnya benda pada saat yang ditentukan dan mendapat bukti
bahwa jarak yang dilalui oleh benda yang jatuh adalah berbanding seimbang
dengan jumlah detik kwadrat jatuhnya benda. Penemuan ini (yang berarti penyeragaman
percepatan) memiliki arti penting tersendiri. Bahkan lebih penting lagi Galileo
berkemampuan menghimpun hasil penemuannya dengan formula matematik. Penggunaan
yang luas formula matematik dan metode matematik merupakan sifat penting dari
ilmu pengetahuan modern.
b)
Hukum Bandul
Pada suatu
hari ia masuk ke Katedral kota itu. Disitu ia melihat lampu gantung yang sedang
dinyalakan oleh koster (pelayan gereja). Lampu-lampu itu berayun-ayun karena
disentuh koster. Lebar ayunanya bermacam-macam. Galieo menghitung lamanya
ayunan dengan denyut nadinya karena waktu itu belum ada alrloji atau alat ukur
lainnya. Setiba dirumah ia mengulangi peristiwa itu dengan bola dari berbagai
ukuran dan berat. Akhirnya ia menemukan hukum ini: Waktu ayun tidak tergantung
pada lebar ayun dan berat bandul, asal lebar ayun tidak terlalu besar. Waktu
ayun berbanding lurus dengan panjang bandul dan berbanding terbalik dengan akar
percepatan yang disebabkan gaya gravitasi.
c)
Hukum Kelembaman
Sumbangan
besar Galileo lainnya ialah penemuannya mengenai hukum kelembaman. Sebelumnya,
orang percaya bahwa benda bergerak dengan sendirinya cenderung menjadi makin
pelan dan sepenuhnya berhenti kalau saja tidak ada tenaga yang menambah
kekuatan agar terus bergerak. Tetapi percobaan-percobaan Galileo membuktikan
bahwa anggapan itu keliru. Bilamana kekuatan melambat seperti misalnya
pergeseran, dapat dihilangkan, benda bergerak cenderung tetap bergerak tanpa
batas. Ini merupakan prinsip penting yang telah berulang kali ditegaskan oleh
Newton dan digabungkan dengan sistemnya sendiri sebagai hukum gerak pertama
salah satu prinsip vital dalam ilmu pengetahuan.
d)
Bidang Astronomi
Penemuan
Galileo yang paling masyhur adalah di bidang astronomi. Teori perbintangan di
awal tahun 1600-an berada dalam situasi yang tak menentu. Terjadi selisih
pendapat antara penganut teori Copernicus yang matahari-sentris dan penganut
teori yang lebih lama, yang bumi-sentris. Sekitar tahun 1609 Galileo menyatakan
kepercayaannya bahwa Copernicus berada di pihak yang benar, tetapi waktu itu
dia tidak tahu cara membuktikannya. Sebenarnya orang pertama di dunia yang
menemukan teleskop atau teropong adalah Hans Lippershey, ahli optika Belanda,
pada tahun 1608. Tapi Lippershey tidak mau menerima patennya. Meskipun Galileo
hanya mendengar samar-samar saja mengenai peralatan itu, tetapi berkat
kegeniusannya dia mampu menciptakan sendiri teleskop.
Tidak
seperti yang dipercaya sebagian orang, Galileo tidak menciptakan teleskop tapi
ia telah menyempurnakan alat tersebut. Ia menjadi orang pertama yang memakainya
untuk mengamati langit, dan untuk beberapa waktu, ia adalah satu dari sedikit
orang yang bisa membuat teleskop sebagus itu. Awalnya, ia membuat teleskop
hanya berdasarkan deskripsi tentang alat yang dibuat di Belanda pada 1608. Ia membuat
sebuah teleskop dengan perbesaran 3x dan kemudian membuat model-model baru yang
bisa mencapai 32x. Pada 25 Agustus 1609, ia mendemonstrasikan teleskop pada
pembuat hukum dari Venesia. Selain itu, hasil kerjanya juga membuahkan hasil
lain karena ada pedagang-pedagang yang memanfaatkan teleskopnya untuk keperluan
pelayaran. Pengamatan astronominya pertama kali diterbitkan di bulan Maret
1610, berjudul Sidereus Nuncius.
Galileo
menemukan tiga satelit alami Jupiter -Io, Europa, dan Callisto- pada 7 Januari
1610. Empat malam kemudian, ia menemukan Ganymede. Ia juga menemukan bahwa
bulan-bulan tersebut muncul dan menghilang, gejala yang ia perkirakan berasal
dari pergerakan benda-benda tersebut terhadap Jupiter, sehingga ia menyimpulkan
bahwa keempat benda tersebut mengorbit planet.
Galileo
adalah salah satu orang Eropa pertama yang mengamati bintik matahari,
diperkirakan Astronomi astronom Tionghoa sudah mengamatinya sejak lama. Selain
itu, Galileo juga adalah orang pertama yang melaporkan adanya gunung dan lembah
di bulan, kesimpulan yang diambil melihat dari pola bayangan yang ada di
permukaan. Ia kemudian memberi kesimpulan bahwa bulan itu "kasar dan tidak
rata, seperti permukaan bumi sendiri", tidak seperti anggapan Aristoteles
yang menyatakan bulan adalah bola sempurna.
Galileo juga
mengamati planet Neptunus pada 1612 namun ia tidak menyadarinya sebagai planet.
Pada buku catatannya, Neptunus tercatat hanya sebagai sebuah bintang yang
redup.
e)
Meramalkan Letak Neraka
Larangan
gereja justru membuat nama Galileo kian menjulang di mata para ilmuan. Pada
sebuah kesempatan, Universitas Florence yang amat tertarik dengan beberapa
penemuannya mengundang dia sebagai pembicara seminar ilmiah. Tapi, ini ternyata
hanya sebuah tantangan. Galileo diminta untuk menjelaskan nalar ilmiahnya atas
keberadaan neraka, sebagaimana yang digambarkan dalam novel Inferno karya
Dante.
Sejarah
mencatat seminar ini. Galileo di acara itu mencoba menjelaskan mengenai lokasi,
ukuran, dan susunan neraka, serta kemungkinan kecocokan sebagaimana yang
digambarkan Dante. Tapi, bagaimana selengkapnya “analisa” Galileo tentang
lokasi dan struktur neraka, sampai kini tak ditemukan datanya. Kemungkinan,
dihancurkan pihak gereja.
Langganan:
Postingan (Atom)


